728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 20 Januari 2023

    Riyatno Harusnya Masuk (Jadi Tersangka), Juga Saksi Eksario Melanggar Pasal 263 KUHP

     



    SURABAYA (mediasurabayarek.com)  - Agenda pemeriksaan saksi Riyatno, Eksario dan Ali Harto yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis SH dan Furqon SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, dalam sidang lanjutan terdakwa Idrissa Sow  yang tersandung dugaan perkara pemalsuan surat.

    Selepas Hakim Ketua membuka sidang yang terbuka untuk umum, langsung memberikan kesempatan kepada JPU untuk bertanya pada ketiga saksi secara bersamaan. 

    JPU Furqon SH bertanya pada Riyatno, apakah saksi adalah karyawan dari terdakwa Idrissa ?

    "Ya, saya karyawan dari terdakwa. Ada karyawan dan mesin di Depok," jawab saksi.

    Sedangkan, saksi Eksario ketika ditanya Jaksa, apa tugas dan pekerjaan saudara, tolong jelaskan ?

    "Saya bekerja di jasa pengiriman, sebelum isi Bill f Leading (BL). Dokumen harus dilengkapi semuanya. Mulai dari nomor kontainer, PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang). data invoice dan lainnya. Juga disebutkan nama buyer (pembeli) dan nama produk. Begitu kapal datang, diubah jadi Forista, yang minta Idrisa," jawab saksi.

    Menurut Eksario, pihaknya menginput data saja dan menerima WA dari Idrissa yang meminta tolong diubah PT Forista.

    "Saya tidak tahu PT Forista itu perusahaan apa," ucapnya singkat.

    Sementara itu, saksi Ali Harto menyatakan , hanya mengurusi kemasan saja. (Biasanya) bawa contoh dan sudah ada pembicaraan antara customer dan salesnya. 

    Giliran Penasehat Hukum (PH) Nurhadi SH MH bertanya  pada saksi Eksario mengenai apakah membuat Bill of Leading (BL) itu ada legalitasnya ?

    "Ada persyaratan mutlak ekspor. Namun terdakwa minta diubah PT-nya. Ada yang diubah, sebelum terbit BL ke Afrika," jawab saksi.

    Langsung PH Nurhadi SH bertanya apakah yang diubah itu, belum terbit BL atau draft ?

    "Saya nggak tanya Pak," jawab saksi Eksario singkat.

    Mendengar jawaban ini, PH Nurhadi SH mengatakan, bahwa sakti tidak teliti memeriksa persyaratan ekspor. 

    Kini pertanyaan PH Nurhadi SH beralih ke saksi Riyatno, apakah saksi diudang atau dipanggil ketika ada produksi ?

    "Saya hanya bekerja kalau lagi dibutuhkan," jawab Riyatno.

    Untuk pesanan awal , belum diketahui secara pasti apakah pemesannya Idrissa atau Riyatno.

    Setelah pemeriksaan saksi dirasakan sudah cukup, Hakim Ketua bertanya pada terdakwa Idrissa Sow , mengenai tanggapan terdakwa atas keterangan saksi-saksi di persidangan.

    "Riyatno itu bukan karyawan, namun kerjasama saja," jawab terdakwa Idrissa Sow.

    "Baiklah, sidang akan dilanjutkan Kamis (25/1/2023) dengan agenda satu saksi dari pelayaran," katanya seraya mengetukkan palunya sebagau pertanda sidang berakhir dan ditutup.

    Sehabis sidang, Nurhadi SH MH mengungkapkan,  bahwa saksi Eksario telah mengakui yang membuat Bill of Leading (BL)-nya. Indikasi pasal 263 KUHP, pemasuan suratnya ada pada BL. Di situ ada peluang, kalau ada orang lain berbuat curang. Katanya (Eksario) syarat mutlak legalitas perusahaan.

    "Akan tetapi ketika ganti perusahaan pengiriman ,maka tidak melalui prosedur yang benar. Sehingga ada peluang. Kalau persyaratan itu diterapkan sebagai syarat mutlak, tidak akan terjadi seperti ini," tukasnya.

    Sedangkan untuk keterangan Riyatno banyak yang tidak benar, nanti biar terdakwa Idrisa yang mengkonternya (membantah). Karena dia bukan karyawan dan tidak punya tempat produksi. Antara terdakwa dan Riyatno hanyalah kerjasama belaka.

    "Yang tahu semuanya, tentang komposisi dan lainnya dari Riyatno semuanya. Riyatno seharusnya masuk (jadi tersangka). saksi Eksario harusnya masuk untuk pasal 263 KUHPnya. Kita tidak bisa mengelak terkait  untuk menggunakan mereknya. Pesanan dan bahan, semuanya dari Riyatno. Pak Idrissa hanya membayar saja. Tolong dibayar, pesan ini. Itu thok. Karena saat itu, dipegangi uang, nggak mau," tandas Nurhadi SH.

    Namun begitu,  perbuatan terdakwa  dianggap Jaksa melanggar hukum, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 263 ayat (1) KUHP dan pasal 100 ayat 1 Undang-Undang Merek. (ded)

    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Riyatno Harusnya Masuk (Jadi Tersangka), Juga Saksi Eksario Melanggar Pasal 263 KUHP Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas