728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 25 Januari 2023

    Christiana dan Woe Chandra Harus Dibebaskan

     



    SURABAYA (mediasurabayarek.com) - Setelah agenda sidang replik dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Pasuruan sempat ditunda, karena belum siap. 

    Rabu (25/1/2023), pembacaan replik disampaikan oleh Jaksa dalam sidang  lanjutan  terdakwa Christiana dan Woe Chandra Xennedy Wirya, yang tersandung dugaan perkara korupsi jalur lingkar utara (JLU) Kota Pasuruan, di ruang Candra Pengadilan Tipikor Surabaya.

    Setelah Hakim Ketua  AA  Gd Agung Parnata SH CN menyatakan sidang terbuka untuk umum, langsung mempersilahkan JPU Suci SH membacakan repliknya yang sempat tertunda.

    "Baiklah Yang Mulia, kami akan membacakan replik pokoknya saja," ucap Jaksa Suci SH.

    Dalam repliknya, Jaksa menyatakan, bahwa nota keberatan (pledoi) yang disampaikan  Tim Penasehat Hukum (PH) kedua terdakwa, akni Dani Harianto SH MH dan Fahrul SH tidak terbukti dan harus ditolak.

    "Keberatan PH terdakwa tidak terbukti dan harus ditolak," ujarnya.    

    Setelah mendengarkan replik dari jaksa, Hakim Ketua Agung Parnata SH bertanya pada Fahrul SH apakah akan mengajukan dplik.   Mendengar hal ini, Fahrul SH langsng menatakan sudah menyiapkan duplik dan siap dibacakan.          
    "Setelah mencermati isi replik yang dibacakan oleh  Jaksa Penuntuumum , kami tidak menemukan fakta hukum baru maupn teori - teorteori hukum baru yang dikemukakan oleh Jaksa Penntut umum dalam repliknya.   Replik Jaksa Penuntut umum hanyalah  pengulangan saja atas dakwaan dan tuntutan, sebagaimana  yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum pada agenda sidang sebelumnya," ucapnya.

    Sehingga, Tim Penasehat Hukum terdakwa tetap pada  nota pembelaan yang telah dibacakan dalam persidangan tanggal 11 Januari 2023. Dengan permohonan menyatakan menerima nota pembelaan Penasehat Hukumn seluruhnya.

    "Menyatakan terdakwa Christiana dan terdakwa Woe Chandra Xennedy Wirya tidak terbukti secara sah dan meyakinakan bersalah melakukan tindak pidana dalam pasal pasal 2  ayat (1)  jo pasal 18 Undang-Undang  Nomor 31 Tahun  1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana  Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang  Nomor 20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) KUHP, sebagimana  dalam dakwaan primair," ucap Fahrul SH.

    Memerintahkan kepada jaksa Penuntut Umum untuk segera mengeluarkan terdakwa Christiana dan Woe Chandra dari tahanan sejak putusan dibacakan.,

    Memulihkan nama baik terdakwa Christiana dan Woe Chandra sesuai dengan harkat dan martabat yang melekat pada dirinya seperti sedia kala dan membebankan seluruh biaya perkara kepada negara.

    "Namun  apabila Yang Terhormat Majelis Hakim pemeriksa perkara ini berpendapat lain, maka kami mohon kiranya memberikan putusan yang seadil-adilnya," kata Fahrul SH..

    Setelah pembacaan duplik dirasakan sudah cukup, Hakim Ketua  AA  Gd Agung Parnata SH CN mengatakan, sidang akan dilanjutkan dengan agenda putusan dari Majelis Hakim yang akan dilakukan pada hari Rabu (1/2/2023) mendatang.

    Namun demikian, Fahrul SH memohon pada majelis hakim agar putusan dilakukan pada hari Jum'at (27/1/2023).

    "Kami tidak bisa membuat putusan sembarangan dalam perkara ini. Kami harus melakukan musyawarah dulu dengan mejelis hakim lainnya. Kami minta waktu satu minggu untuk menyusun putusan," tegasnya seraya mengetukkan palunya sebagai pertanda sidang ditutup dan selesai.

    Sebagaimana diketahui, Jaksa menuntut terdakwa Christiana dan Woe Chandra dengan tuntutan 4 tahun dikurangi masa tahanan. Dan uang pengganti Rp 118 juta, jika tidak dibayar paling lama 1 bulan setelah berkekuatan hukum tetap akan disita Jaksa. Bila tidak dibayar akan dipidana 2 tahun. Kedua terdakwa dinilai terbukti melangar pasal 2 dan 18 Undang -Undang Tindak Pidana Korupsi. (ded)



    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Christiana dan Woe Chandra Harus Dibebaskan Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas