728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 19 November 2022

    Obyek Letter C 773 dan 709 Dikuasai dan Dimiliki Christiana

     



    SURABAYA (mediasurabayarek.com) - Kali ini sidang lanjutan dua terdakwa, yakni Christiana dan Woe Chandra Xennedy Wirya, yang tersandung dugaan perkara korupsi jalur lingkar utara (JLU) Kota Pasuruan, dengan agenda masih  pemeriksaan 2 (dua) saksi  yang dihadirkan oleh Kasie Intel Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan, Wahyu Susanto dalam 

    Kedua saksi itu diperiksa secara bersamaan di persidangan. Mereka adalah Budi Priyanto (Lurah Gading Rejo) dan Hilmy Setiawan (Staf Kelurahan Gadingrejo).

    Hakim Ketua  AA GD Agung Pranata SH CN langsung memberikan kesempatan pada JPU Wahyu Susanto untuk bertanya pada saksi Hilmy apakah saudara dilibatkan dalam proyek kepentingan umum untuk Jalan Lingkar Utara (JLU) Pasuruan.

    "Saya membantu petugas ukur Satgas di Kelurahan Gadingrejo, mengenai data fisik pengukuran," jawab saksi di ruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya, Jum'at (18/11/2022).

    Kembali JPU bertanya pada saksi, apakah masih ingat ketika terjadi permasalahan, Letter C 709 sesuai Satgas A dan B ?

    "Ada permohonan atas nama Christiana untuk Letter C 773 pada tahun 2019 untuk sertifikatkan, bukan untuk JLU.," jawab saksi.

    Menurut saksi Hilmy, petugas ukur dari BPN , yakni Gatot memerintahkan Lurah untuk mendampingi. Tiga kali ke lokasi untuk melakukan pengukuran, bersama Gatot, Eko Wahyudi dan Hasan.

    Christiana dan Chandra datang di lokasi pengukuran yang ketiga kali. Yang menunjukkan lokasi pengukuran di area situ adalah Amin (almarhum) dan belum terpasang.

    "Ketika Amin masih hidup yang menunjukkan lokasi pengukuran di area itu. Saya tidak tahu kena JLU," ucap Hilmi.

    Hasil pengukuran kedua terdapat luasan 5.049 m2 dan melaporkan ke Lurah dan ada kekurangan luasan. Karena permohonan yang diajukan seluas 8.770 m2. Lalu, dilakukan mediasi antara Chrsitiana dan pemilih lahan sebelahnya. Tetap minta luasa 8.770 m2.

    Karena sebelahnya (diduga) melakukan penyerobotan tanah. Lalu, Sugiarto membuat pernyataan untuk mencukupi kekurangan luasan tanah. 

    Hilmi mengatakan, dia berada di bawah tekanan dan Chandra akan melaporkan polisi. Namun, hal ini diragukan oleh majelis hakim adanya tekanan tersebut. Masak pejabat diancam oleh warga biasa. Bahkan majelis hakim 'menduga' adanya motif tertentu yang disembunyikan oleh saksi Hilmi, Budi Priyanto dan Sugiarto.

    Dilanjutkan Hilmy, ketika pengukuran ketiga, Inawati diikutkan dan tercapai luasan 8.770 m2. Pengecekan data yuridis Letter C 773 seluas 8.770 m2 di sebelah barat, tetappi yang diukur di 709.  Letter 773 bukan di lokasi pengukuran. Tetapi Letter C 709 atas nama Matin. Namun begitu, tanah tersebut dikuasai oleh Christiana yang ditunjukkan di lokasi.

    Dijelaskannya, di Kelurahan ada pencoretan dan ada paksaan agar atas nama Matin disertifikatkan dulu. Yang menyodorkan dokumen adalah Eko Wahyudi. Hilmi tinggal tanda tangan. Data data yang mengisi adalah Eko.

    Sementara itu, Budi Priyanto mengatakan, pada tahun 2017 didatangi gatot dari BPN ke kantor Kelurahan. Tetapi , saksi Budi tidak mengikuti dan tidak tahu tanah mana yang diukur. Setahunya, pengukuran tanah itu bukan terkait JLU.

    Letter C seluas 773 seluas 8.770 m2 , Budi tidak memberikan pengarahan pada stafnya, karena tidak tahu lokasinya. Dalam pengukuran, Amin dilibatkan karena  dia mantan pegawai Kelurahan dan paling menguasai tentang lahan.

    Hasil pengukuran seluas 5.049 m2. Christiana keberatan dan minta dipenuhi menjadi luasan 8.770 m2. 

    JPU bertanya pada saksi Budi, bagaimana dapat penggantian luasan tanah itu ?

    "Sugiarto membuat surat penggantian tanah. Saya tidak tahu bahwa tanah Matin bersentuhan  dengan proyek JLU.  Hasil panitia A mengecek di Kelurahan dan saya mendapatkan laporan dari staf, ketika ada selisih luasan. Saya tidak menguasai Letter C dan peta Kerawangan. Dan kelanjutannya saya tidak mengetahuinya. Namun demikian, tanah Matin dikuasai oleh Christiana," jawab saksi. 

    Giliran Penasehat Hukum (PH) kedua terdakwa, yakni Dani Hariyanto SH dan Fahrul SH bertanya pada saksi Hilmi, apakah ketika melakukan pendaftaran ke BPN mengetahui ?

    "Ketika daftar ke BPN, saya tidak tahu. Yang menunjukkan lokasi yang bersangkutan, " jawab saksi.

    Lagi-lagi, Dani Hariyanto SH bertanya pada saksi, apakah tahu bahwa obyek Letter C 773 yang dikuasai Almarhum Sali adalah milik Christiana dan 709 yang dikuasai Christiana ?

    "Sesuai permohonan yang diukur Letter C 773, tetapi yang diukur 709 dan luasanya beda," jawab saksi.

    Kini, giliran Hakim Ketua  AA GD Agung Pranata SH CN  bertanya pada saksi Hilmi, kapan saudara mengetahui yang diajukan pemohon Letter C 773, tetapi yang diukur 709 ?

    "Saya tahunya ketika melihat peta Kreter atau Kerawangan," jawab saksi.

    Majelis hakim mengatakan, kalau saksi Hilmi mengetahui lebih awal letak Letter C 773, tidak akan terjadi perkara atau kejadian ini.

    Kembali hakim bertanya, kenapa saksi takut diancam warga ?

    "Takut dilaporkan polisi Pak Hakim," jawab saksi,

    Atas jawaban saksi ini, justru hakim menjadi ragu dan tidak percaya. "Kalau tidak berbuat salah, kenapa mesti takut?," kata hakim.

    Tanggapan Chandra atas keterangan saksi Hilmi membantah keras adanya tekanan dan ancaman. "Keterangan saksi tidak benar. Tidak ada tekanan dan dan ancaman itu," cetusnya. 

    Sehabis sidang, PH kedua terdakwa, yakni Dani Hariyanto SH dan Fahrul SH mengatakan, keterangan kedua saksi tidak membuktikan dakwaan Jaksa, bukan mengarah pada terdakwa ini benar-benar melakukan tindak pidana.

    "Masih belum mengarah dan jauh (dari dakwaan Jaksa)," cetusnya.

    Mengenai pencoretan di Kelurahan, Letter C 709 dicoret menjadi 773. Di BPN tidak ada pencoretan.di BPN tetap 709.  

    Sebagaimana diketahui, selain Christiana dan Chandra, kasus dugaan korupsi JLU Kota Pasuruan menyeret empat tersangka lain yakni Sugiarto, Hilmy, Eko Wahyudi, dan Budi Priyanto. (ded)

    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Obyek Letter C 773 dan 709 Dikuasai dan Dimiliki Christiana Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas