728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 20 September 2022

    Terdakwa Itong Isnaeni Bantah Keras Terima Uang dari Hamdan

     



    SIDOARJO (mediasurabayarek.com) - Rencana menghadirkan saksi  Ahli dari Penasehat Hukum (PH) terdakwa Itong , batal. Akhirnya , sidang dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan terdakwa Itong  Isnaeni Hidayat, yang digelar di ruang Cakra Pengadilan Tipikor Juanda, Selasa (20/9/2022). 

    Terdakwa Itong, yang merupakan hakim nonaktif di  Pengadilan Negeri (PN) Surabaya itu terjerat kasus dugaan suap perkara permohonan pembubaran PT Soyu Giri Primedika (SGP).

    Setelah Hakim Ketua Tongani SH MH membuka sidang terbuka untuk umum, langsung memberikan kesempatan pada Tim Jaksa KPK yang diketuai Wawan Yunarwanto, untuk bertanya pada terdakwa.

    Rangkaian pertanyaan Jaksa KPK, ditolak dan dibantah keras oleh terdakwa Itong kalau dia menerima sejumlah uang saat menangani sejumlah perkara ketika  bertugas di PN Surabaya.

    “Ketika Hamdan ngomong ada perkara, tidak pernah bicara mengenai  uang. Bahkan, saya sering ingatkan Hamdan jangan sampai meminta-minta, menerima ataupun memeras pihak-pihak yang berperkara,” ucap  Itong di Pengadilan Tipikor Juanda,  Selasa (20/9/2022).

    Menurut Itong, sebelum menangani perkara pembubaran PT SGP, dia hanya diminta untuk membantu menyelesaikan masalah hukum dengan berkonsultasi di ruang mediasi.

    “(Sempat-red) Kami bertemu bertiga. Yakni, saya, Hamdan dan pemohon perkara pembubaran PT SGP, dan Hendro Kasiono di ruang mediasi. Sekadar konsultasi biasa,” ujarnya.

    Ketika ditanya Jaksa KPK mengenai  apakah ada permintaan Hamdan agar hakim Itong yang ditunjuk menangani perkara tersebut, terdakwa menyatakan, tidak ada itu. 

    “Tidak ada itu, Hamdan minta saya yang mengurus ke Pak Wakil (Waka PN Surabaya) agar diberi perkara.  Hanya saja, setelah saya ditunjuk pimpinan, Hamdan pernah bilang tolong dibantu, namun  tidak saya hiraukan,” katanya.

    Giliran Jaksa M Nur Aziz bertanya mengenai rentang waktu  Itong memberikan uang sebesar Rp 5 juta sebanyak tiga kali, (terkesan)  bersamaan dengan putusan 3 perkara yang ditanganinya.

    Itong membantah keras hal itu. Diakuinya, pemberian yang itu  sebagai pembayaran cicilan utang kepada Hamdan.

    “(Yang benar-red) Saya mencicil utang saya kepada Hamdan. Saya utang karena merenovasi rumah dinas. Kata  Pak Eko, Hamdan sering mendapat uang. Saya direkomendasikan agar meminjam kepada Hamdan saja,” katanya.

    Sehabis sidang, Jaksa Wawan kepada sejumlah media massa mengatakan,  bahwa dia meyakini adanya pemberian sejumlah uang kepada Itong. Meskipun dibantah seluruhnya,  selama persidangan berlangsung di Pengadilan Tipikor Juanda.

    “Dari keterangan Hamdan sudah jelas, bahwa uang itu sudah diterima. Hendro mengaku sudah memberikan uang kepada Hamdan. Nah ini sudah  klop. Masalah dia membantah penerimaan uang itu, yang tahu Itong, Hamdan dan Tuhan. Hal itu haknya dia dan tidak masalah," cetus Wawan.

    Hal terpenting adalah, lanjut Wawan, bahwa  keterangan Hamdan dan Hendro bersesuaian dengan bukti sadapan dengan saksi dalam kasus ini. 

    “(Tugas-red) Kami mengaitkan keterangan saksi, alat bukti dan bukti-bukti yang lain. Ini ada keterkaitan adanya perbuatan itu,” ungkapnya. 

    Perihal  dengan pemberian Itong kepada Hamdan sebesar Rp 5 juta, Jaksa Wawan menyebutkan,  bahwa hal itu hanyalah  dalih semata.

     “Bila keterangan Hamdan berbeda. Dan itu adalah fee dia 10 persen dari pengurusan perkara. Nah, ini berkesesuaian,” tandasnya.

    Di tempat yang sama, Penasehat Hukum terdakwa Itong, yakni Mulyadi SH menegaskan, terkait keterangan kliennya itu mengatakan memang tidak pernah menyuruh meminta-minta kepada para pihak berperkara.

     “Tidak pernah Pak Itong menyuruh Hamdan meminta-minta uang itu,”  tukasnya.

    Sedangkan adanya  bukti chat yang ditunjukkan jaksa di muka persidangan, Mulyadi menyatakan, bahwa itu merupakan perkara lain. 

    “(Bukti chat) Itu  adalah perkara lain. Bukan   yang didakwakan dalam perkara ini,” katanya. Dan selanjutnya, sidang terdakwa Itong pada Selasa (27/9/2022) mendatang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa KPK. (ded)


     (ded)

    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Terdakwa Itong Isnaeni Bantah Keras Terima Uang dari Hamdan Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas