728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 22 September 2022

    Stefanus Sulayman Layak Dibebaskan

     


    SURABAYA (mediasurabayarek.com) - Kali ini agenda pembacaan nota pembelaan (pledoi) dibacakan oleh Ketua Tim Penasehat Hukum (PH) terdakwa,  Ben D Hadjon SH  dalam sidang lanjutan terdakwa Stefanus Sulayman, yang tersandung dugaan perkara penggelapan.

    Dalam pledoinya, PH Ben Hadjon SH memohon kepada Yang Mulia Majelis Hakim pemeriksa perkara ini berkenan menjatuhkan putusan, menyatakan terdakwa Stefanus Sulayman tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 372 KUHP dan pasal 266 KUHP.

    "Membebaskan terdakwa  Stefanus Sulayman dari dakwaan Penuntut Umum. Memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedukan , harkat dan martabatnya," ucapnya di ruang Tirta 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (22/9/2022).

    Fakta persidangan secara terang benderang membuktikan bahwa keterangan saksi korban (Harto Wijoyo) mengandung ketidak benaran dan hanya merupakan alibi yang tidak berdasar untuk melepaskan diri dari tangungjawabnya sebagai penjual yang telah menjual obyek, berupa tanah dan bangunan, baik kepada terdakwa maupun kepada Hendra Themailatu.

    "Kami Penasehat Hukum terdakwa secara tegas menolak alibi tanpa dasar yang sengaja dibangun oleh Harto Wijoyo tentang tanda tangan di blanko kosong tersebut , karena kami masih mempunyai rationalitas untuk dapat menilai apa yang sesungguhnya merupakan fakta dan apa yang merupakan alibi tanpa dasar dan hanya merupakan jurus berkelit semata dari Harto Wijoyo," kata Ben Hadjon SH.

    Dijelaskannya, bahwa Harto Wijoyo bukan merupakan penjual yang jujur. Perkara a quo sangat dipaksakan untuk diajukan di persidangan dan eksistensi perjanjian repo aset tidak relevan dibahas dalam perkara a quo, apalagi menjadi pokok permasalahan. 

    Mengutip pendapat ahli Prof Dr Y Sogar Simamora SH Mhum, menerangkan bahwa di dalam pasal 1865 BW/KUH Perdata mengenai akta otentik, di mana bila suatu akta dituangkan dalam suatu akta otentik maka kekuatan pembuktiannya adalah sempurna.

    Kemudian bila terjadi masalah maka sepanjang belum pernah dibatalkan oleh pengadilan aka akta otentik tetap berlaku sah.

    Sedangkan menurut ahli Habib Adjie SH Mhum menyatakan, bahwa sepanjang akta belum pernah dibatalkan baik dibatalkan oleh para pihak sendiri maupun pengadilan, tetap berlaku asas praduga sah, yakni akta tetap sah.

    Sehabis sidang, Ben Hadjon SH menyatakan, tuntutan penuntut umum hanya didasarkan keterangan Harto Wijoyo semata. Sementara keteranga Harto Wijoyo tidak punya nilai pembuktian, karena keterangan berdiri sendiri dan tidak didukung dengan alat buktu lain.

    Padahal, keterangan AHli Dr Sholehuddin SH MH maupun keterangan Prof Nur menyatakan keterangan saksi itu minimal dua saksi baru itu bersesuaian dan punya nilai pembuktian.

    "Kalau tidak harus sesuai dan didukung alat bukti lain. Ternyata tidak. Sedangkan Harto Wijoyo sendiri pernah melakukan tindak pidana penipuan , yang jelas-jelas jual beli tanah yang moduk operandinya sudah ditanda tangani notaris. Lalu dijual lagi, buktinya saya lampirkan" cetusnya.

    Menurut Ben Hadjon SH, sangat tidak berdasar kalau terdakwa sampai dihukum hanya didasarkan keterangan Harto Wijoyo semata. Tidak didukung alat bukti lainnya.

    "Stefanus Sulayman layak dibebaskan, seharusnya demikian. Setidak tidaknya perkara ini adalah perkara perdata. (ded)



     


    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Stefanus Sulayman Layak Dibebaskan Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas