728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 23 September 2022

    Para Saksi Tidak Bisa Buktikan Bahwa Hasil Trading Dinikmati Para Terdakwa

     




    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -  Pemeriksan 3 (tiga) saksi dalam lanjutan  sidang  3 (tiga)  terdakwa yaitu Minggus Umboh, Rizky Puguh Wibowo, dan Zainal Huda Purnama, yang tersandung dugaan perkara penipuan investasi berkedok robot trading Viral Blast Global, kembali diteruskan.

    Ketiga saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hafis SH dan Suwarti SH dari Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.

    Mereka adalah Miftah Setia Putra (PT Tri Usaha Berkat), Ilham Putra Susanto (karyawan Bank BCA), dan Santi (Bank BRI), yang  diperiksa secara bergantian.

    JPU Hafis SH bertanya pada saksi Miftah, dari ketiga terdakwa yang dihadirkan di persidangan ini, siapa yang saudara saksi dikenal ?

    "Saya mengenal Minggus Umboh yang merupakan klien pada perusahaan sebelumnya (PT Bumi Sakti Multi Energi), perusahaan finansial. Saya membuat aplikasi komunitas untuk Minggus," jawab saksi.

    Setelah bekerja pada perusahaan baru, yakni PT Tri Usaha Berkat, bekerjasama dengan PT Trust Global Karya, untuk transfer dana sejak September 2021 hingga 2 Februari 2022 berhenti transaksi.

    Dalam hal ini , merchant PT Tri Usaha Berkat dilakukan PT Trust Global Karya yang memiliki 9 ribu rekening tujuan transfer. PT Tri Usaha bergerak di bidang pembayaran transfer dana untuk menerima dana rekening dari PT Trust Global Karya. Sumber dananya dari beberapa rekening.

    Kembali JPU Hafis SH bertanya pada saksi mengenai selama transaksi pada Oktober 2021 sampai Januari 2022, berapa transaksi yang nilianya tertinggi ?

    "Transaksi tertinggi mencapai Rp 7 miliar. Setiap kali transfer dikenakan admin fee. Ada perjanjian service agreement secara digital, tidak ada pertemuan," jawab saksi. 

    Dijelaskan saksi Miftah, untuk pembayaran transfer dana, dari PT Tri Usaha Berkat melakukan top-up dulu, baru ditransfer ke rekening tujuan. Sebelumnya, admin menginput ke mana rekening akan ditransfer nantinya. Semuanya dilakukan secara sistem input dari PT Trust Global Karya. 

    "(Seingat saya) jumlah transaksi sejak Oktober 2021 sampai terakhir sekitar Rp 488 miliar. Ada 2.000 yang dikirim top up ke PT TRi Usaha Berkat hingga RP 488 miliar itu. Dari PT Tri Usaha Berkat ditransfer ke rekening lain," ujarnya.

    Tiap transaksi dikenakan charge ke merchant (PT Trust Global Karya)  sekitar Rp 3.000.  Saksi Miftah mengakui, bahwa  tidak pernah ketemu dengan para terdakwa.

    Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan Ilham Putra Susanto (karyawan Bank BCA), dan Santi (Bank BRI) di depan persidangan. 

    Setelah pemeriskaan para saksi dirasakan sudah cukup, Hakim Ketua DR Sutarno SH MH mengatakan, sidang akan dilanjutkan pada Rabu (28.9/2022) jam 09.00 pagi.  

    Sehabis sidang, Appe Hamongan Hutauruk SH mengatakan, intinya ketiga saksi tidak mengetahui, ada sejumlah uang masuk dari terdakwa maupun dari PT, tetapi dari terdakwa berasal  dari rekening  yang sudah dibuka sebelum PT Trust Global Karya itu ada. 

    "Bahwa transaksi itu tidak diketahui peruntukannya untuk apa. Kalau kita berbicara PT Trust Global Karya kan, untuk penjual e-book dan piranti lunak," ucapnya.

    Menurut Appe Hamongan Hutauruk SH, pihaknya  tidak tahu untuk peruntukkan trading atau apa. Sebagai Bank, mereka hanya menghimpun dana dari masyarkat dan disalurkan ada masyarakat. Itu fungsi  dari perbankan. Tetapi, mengenai peruntukkan mereka (bank) tidak mengetahuinya. Hanya tercatat di situ (bank).

    "Jadi, tidak dapat disimpulkan, apakah mereka menikmati hasil dari trading atau tidak, tetapi tidak ada jelas bunyi dari transaksi tersebut. Ketika mereka menerima transfer uang masuk, tidak disimpulkan bahwa uang itu dari trading investasi," katanya. 

    Para saksi hanya menerangkan fakta- fakta yang sesuai sistem saja, mereka tidak bisa membuktikan  bahwa (hasil) transaksi transaksi itu digunakan para terdakwa.

    Bahkan, para saksi menjelaskan bahwa ada beberapa rekening yang jauh dibuat, sebelum mereka mendirikan PT Trust Global Karya. Minggu buat rekening pada tahun 2011, Yudha tahun 2015. Padahal PT Trust Global dibentuk pada tahun 2020. 

    Sebagaimana diketahui, para terdakwa didakwa dengan pasal 105 UU No.7 Tahun 2014 tentang perdagangan jo. Pasal 5 ayat (1) ke 1 KUHP, Pasal 378 KUHP jo. Pasal 5 ayat (1) ke 1 KUHP dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (ded)

    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Para Saksi Tidak Bisa Buktikan Bahwa Hasil Trading Dinikmati Para Terdakwa Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas