728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 28 September 2022

    Hakim Tegur Jaksa, Hadirkan Saksi-Saksi Tidak Kompeten dan Berkualitas

                               

     

    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -  Masih dengan agenda pemeriksaan 6 (enam) saksi dalam lanjutan  sidang  3 (tiga)  terdakwa yaitu Minggus Umboh, Rizky Puguh Wibowo, dan Zainal Huda Purnama, yang tersandung dugaan perkara penipuan investasi berkedok robot trading Viral Blast Global, kembali gelar di ruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (28/9/2022).

    Keenam saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suwarti SH dan Daarwis  SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya diperiksa secara bergilrian.

    Mereka adalah Maryadi, Ipung Yulia (Kacab Bank Mandiri) , Lovli Puspa Arisandi (Bank Mandiri), Linda Febriani Siregar (Tur & Travel), Tito Teguh Hermanto (Direktur Operasional BPR Sentra Asia), Satrio Wibowo (pemegang saham BPR Sentra Asia).

    Saksi pertama yang diperiksa adalah Maryadi (members) yang ditanya oleh JPU Suwarti SH mengenai sejak kapan menjadi members ?

    "Saya jadi members sejak September 2021. Waktu, itu, saya mengikuti zoom meeting dan ditawarkan oleh Hendri Kotana. Saya setor Rp 16,8 juta atau setara USD 1.000. Uang saya setorkan ke Hendri Kotana dan membawa 1 downline," jawab saksi.

    Saksi Maryadi mengaku, belum mendapatkan keuntungan dan dia percaya karena adanya proteksi dari perusahaan. Jika mengalami loss (kerugian), uang akan dikembalikan. 

    JPU Darwis SH bertanya pada saksi, ketika saksi mengikui zoom meeting, apakah dikenalkan dengan 3 terdakwa ?

    "Dalam zoom meeting, pembicara mengenalkan 3 terdakwa. Hanya sekali itu saya memgikuti zoom meeting," jawab saksi.

    Giliran Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Appe Hamongan Hutauruk SH bertanya pada saksi tentang siapa yang menawarkan bergabung dengan perusahaan ?

    "Yang menawarkan Hendri Kotana, bukan 3 terdakwa. Saat zoom meeting diperlihatkan Anggaran Dasar (AD) PT Smart Digital dan legalitas dari PT Trust Global Karya," jawab. 

    Setelah itu, ketiga terdakwa ditanya tanggapan atas keterangan saksi tersebut oleh Hakim Ketua DR Sutarno SH MH.

    "Cukup Yang Mulia," jawab 3 terdakwa dengan  serentak dan sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi saksi lainnya.

    Sementara itu, saksi Linda Febriani Siregar menyatakan,  perusahaan tur & travel tempat dia bekerja, ada kerjasama dengan PT Trust Global Karya untuk  tur keberankatan ke United Kingdom pada Februari 2022. Baru booking pesawat pada Nopember 2021, PT Trust Global Karya setor uang sebesar Rp 430 juta untuk 50 orang kelas ekonomi dan 20 orang kelas bisnis.

    "Hanya untuk deposit airline Rp 50 juta dan masih ada uang sisa sebesar Rp 371 juta. Kami menerima 3 kali transfer dari Sutikno yang tidak dikenal orangnya. Saya tidak pernah berhubungan dengan 3 terdakwa," ujarnya.

    Kembali PH terdakwa, Appe Hamongan Hutauruk SH bertanya mengenai kerjasama dengan PT Trust Global Karya diwakili oleh siapa ?

    "Dengan PT Trust Global Karya diwakili oleh Putra Wibowo dilanjutkan Hana (General Manager). Untuk pembayaran menggunakan rekening Sutikno dan saya tidak kenal dengan dia," jawab saksi.

    Sedangkan saksi Ipung (Kacab Bank Mandiri) mengatakan, Zainal Huda pernah membuka rekening di Bank Mandiri pada tahun 2018, sebagai nasabah  reguler.

    "Rekening Zainal normal dan tidak ada yang mencurigakan. Hanya di bawah RP 10 juta," ucapnya.

    Sementara itu, saksi Tito Teguh Hermanto (Direktur Operasional BPR Sentra Asia) dan Satrio Wibowo (pemegang saham BPR Sentra Asia) mengatakan, pemegang saham BPR Sentra Asia semula adalah Ludianto (ayah dari Satrio Wibowo). Sepeninggal dari Ludianto, diganti Junianingsih, Satria Wibowo, Yeti Wibowo, dan Putra Wibowo.

    Kedua saksi ini tidak mengenal ketiga terdakwa sama-sekali. Kini, pemegang saham BPR Sentra Asia adalah Yeti dan Satria semenjak tahun 2017.  

    "Putra Wibowo tidak ada saham sema sekali dan Putra tidak pernah simpan uang di BPR ini. Saya tidak tahu KSP (Koperasi Simpan Pinjam ) apakah ada uang masuk dari Viral Blast atau tidak," kata Satria.

    Kembal PH Appe Hamongan Hutauruk SH bertanya pada saksi  Tito Teguh Hermanto dan Satrio Wibowo, apakah mengetahui keberadaan dari Putra Wibowo saat ini ?

    "Saya tidak tahu keberadaan Putra Wibowo," jawab Satrio Wibowo dengan nada singkat dan tegas.

    Setelah pemeriksaan para saksi dirasakan sudah cukup, Hakim Ketua DR Sutarno SH MH sempat menegur Jaksa agar menyeleksi saksi-saksi yang akan dihadirkan di persidangan.

    "Seleksi saksi dan panggil saksi yang kompeten untuk dihadirkan di persidangan. Hadirkan saksi yang urgen. Jangan asal (panggil saksi). Hadirkan saksi yang dukung dalil dakwaan jaksa," kata Hakim Ketua DR Sutarno SH MH.

    Sehabis sidang, Appe Hamongan Hutauruk SH mengatakan, para saksi tidak bisa membuktikan bahwa mereka ( 3 terdakwa) itu  terlibat dugaan tindak pidana pasal 105 UU No.7 Tahun 2014 tentang perdagangan jo. Pasal 5 ayat (1) ke 1 KUHP, Pasal 378 KUHP jo. Pasal 5 ayat (1) ke 1 KUHP dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

    "(Keterangan para saksi-red) Arahnya selalu berhubungan dengan Putra Wibowo. Termasuk saksi dari BPR yang dihadirkan Jaksa (Tito Teguh Hermanto dan Satrio Wibowo dan Bank Mandiri. Jaksa diminta hakim untuk hadirkan saksi yang punya kualitas dan bisa menjelaskan perkara ini dengan para terdakwa. Intinya, keterangan para saksi menguntungkan para terdakwa," cetusnya.

    Appe Hamongan Hutauruk SH meminta pada persidangan berikutnya, setiap bukti  yang diajukan di persidangan itu harus dilengkapi sita dari pengadilan. Karena selama ini tidak pernah diperlihatkan. (ded)

    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Hakim Tegur Jaksa, Hadirkan Saksi-Saksi Tidak Kompeten dan Berkualitas Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas