728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 19 September 2022

    BRI KCP Pakuwon Digugat, Diminta Bayar Ganti Rugi Rp 1,928 Miliar dan Kerugian Immateriil Rp 8,79 Miliar

     


    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -  Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang diajukan oleh Qusyairi (Penggugat) melawan Bank BRI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pakuwon (Tergugat) digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

    Dalam gugatan Penggugat disebutkan, bahwa berawal dari adanya transaksi pengambilalihan (take over) atas pinjaman Penggugat kepada PT ERA yang telah jatuh tempo dengan jaminan SHM No 33 milik Penggugat, yang pada saat itu Penggugat berkenalan dengan broker bernama Linda dan Tony.

    Melalui kedua broker tersebut, akhirnya disepakati dengan pola untuk menjual aset milik Penggugat sebagaimana dimaksud dalam SHM No. 33 kepada pihak lain. Pada akhirnya sampai 29 Maret 2022, Penggugat diajak oleh para broker , yakni Lind dan Tony ke Bank BRI Kantor Cabang (KC) Jemursari di Jl Jemur Andayani No. 69 A-B, Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya.

    Hal itu dilakukan untuk keperluan penandatanganan Perjanjian Perikatan Jual beli (PPJB) No. 14 tanggal 14 Maret 2022 dan Kuasa Jual No 15 tanggal 14 Maret 2022 atas SHM No 33 di hadapan Notaris Siska Febiana SH Mkn, Notaris di Surabaya.

    Sebelum masuk ke Bank BRI KC Jemursari, Penggugat diberikan buku tabungan BRI yang baru dengan jenis tabungan bisnis bernomor 0328-01-001022-5656 oleh broker bernama Tony, dan buku rekening BRI Kantor Unit Duduk Sampean Nomor 6209-01-02970-53-5 milik penggugat yang lama diminta oeh Tony.

    Saat itu dijelaskan pada Penggugat baha buku rekening bernomor 0328-01-001022-5656 atas nama Penggugat pembukaan rekeningnya dilakukan di Bank BRI KC Surabaya Tanjung Perak dengan maksud  untuk dipergunakan dalam proses pembayara atas transaksi tersebut.

    Kuasa Hukum Penggugat, Hendrix Kurniawan SH MH menyatakan, dalam buku tabungan yang BRI yang baru dengan jenis tabungan bisnis bernomor  0328-01-001022-5656, Penggugat belum pernah membubuhkan tanda tangan di atas buku tabungan tersebut, dikarenakan penggugat memang tidak pernah mengajukan permohonan pembukaan rekening nomor  0328-01-001022-5656.

    Pada saat penggugat bersama mantan istri penggugat masuk ke dalam BRI KC Jemursari dan disambut oleh marketing pihak BRI Jemursari oleh marketing bank. Di sanalah, Penggugat bertemu dengan seseorang bernama Yohanes Wijaya yang ternyata adalah pihak yang akah membeli aset milik Penggugat. Sekaligus merupakan pihak yang mengajukan kredit untuk pembayaran rumah milik penggugat, serta sudah ada notaris dari pihak bank yang telah menyiapkan berkas berkas untukkperluan jual beli.

    Pada saat itu pula Notaris meminta e KTP asli milik Penggugat dan buku rekening tabungan bisnis penggugat nomor  0328-01-001022-5656 yang dibuat di BRI KC Surabaya Tanjung Perak. untuk keperluan pendataan.

    Setelah proses penandatanganan tersebut dilakukan dan Penggugat mengambil buku rekening bernomor 0328-01-001022-5656 dan e-KTP yang sebelumnya diserahkan ke notaris bank untuk pendataan. Tiba tiba Yohanes Wijaya menahan e KTP Penggugat agar tidak dibawa dulu, karena akan dipinjam oleh Yohanes Wijaya dengan dalil untuk pendataan dan berjanji akan dikembalikan besok oleh Yohanes Wijaya kepada Penggugat dan Penggugat pun hanya membawa buku tabungannya.

    Setelah proses penandatanganan PPJB selesai, penggugat keluar dari Bank BRI KC Jemursari dan diajak ke Bank BRI KCP Pakuwon oleh broker bernama Tony dan Linda, tanpa penjelasan untuk keperluan apa Penggugat diajak ke Bank BRI KCP Pakuwon tersebut. 

    Setibanya di Bank BRI KCP Pakuwon, Pengugat diajak masuk ke dalam dan diminta menunggu di lantai 1 serta tabungan BRI KC Perak (bernomor 0328-01-001022-5656) diminta kembali oleh Ton dan buku tabungan BRI Kantor Unit Duduk sampean Nomor 6209-01.029790-53-5 atas nama Penggugat diberikan kembali oleh Tony kepada penggugat. 

    "Pada tanggal 29 Maret 2022, Penggugat menerima pemberitahuan melalui BRI-NOTIF SMS bahwa dana sebesar RP 1.372.000.000 telah masuk ke rekening bisnis  nomor  0328-01-001022-5656 atau rekening baru milik pengguga  dengan keterangan Pelunasan Rumah Yohanes Wijaya," ucap  Hendrix Kurniawan SH.

    Dan selanjutnya, pada 30 Maret 2022 Penggugat  merasa kaget dan heran setelah menerima pesan pemberitahuan melalui BRI-NOTIF SMS bahwa telah terjadi penarlkan dana keluar Rp 1.330.000.000 dari rekening tabungan bisnis nomor  0328-01-001022-5656 milik Penggugat  yang ditarik tunai melalui BRI KCP Pakuwon.

    "Penarikan tersebut bukan oleh Penggugat dan tanpa sepengetahuan serta ijin dari Penggugat dan senyatanya KTP serta buku tabungan pada saat itu tidak dalam penguasaan Penggugat. Melainkan KTP Penggugat dibawa oleh Yohanes Wijaya dan buku tabungan milik penggugat dibawa oleh broker bernama Tony," kata Hendrix Kurniawan SH..

    Namun anehnya, KTP serta buku tabungan, baru dikembalikan dan diterima oleh Pengugat pada sore harinya pada 30 Maret 2022 dari Riko, yang mengaku sebagai pegawai BRI dengan posisi Account Officer.

    Pada 1 April 2022 Penggugat didampingi kuasa hukumnya berinisiatif  mencoba untuk mengambil dana secara tunai  melalui teller dari dana yang tersisa di rekening tabungan bisnis  0328-01-001022-5656 melalui BRI Unit Krukah.

    Dan faktanya, transaksi tersebut ditolak/tidak dapat diproses  oleh teller, dikarenakan dalam buku tabungan bisnis  0328-01-001022-5656 tersebut belum ada tandatangan (specimen) penggugat sebagai pemilik rekening dan juga kartu ATM nya. Buku tersebut baru ditandatangani oleh Penggugat pada 1 April 2022.

    "Pada 11 April 2022 melalui Kuasa hukumnya, penggugat menyampaikan mengirimkan surat permintaan klarifikasi dan somasi kepada Pimpinan Bank BRI KCP Pakuwon dan telah ditembuskan kepada Kantor Wilayah Bank  BRI di Surabaya," tegas Hendrix Kurniawan SH.

    Pada 13 April Penggugat  menerima jawaban atas somasi tersebut  melalui surat dari Pimpinan BRI KCP Pakuwon yang pada pokoknya menerangkan bahwa transaksi  yang dimaksud dilakukan sendiri dan dihadiri oleh Pengugat dan telah menandatangani slip penarikan di Bank BRI KCP Pakuwon.

    Menurut Hendrix Kurniawan SH, pencairan sejumlah uang dalam tabungan  melalui BRI KCP Pakuwon, tanpa adanya ijin dan persetujuan Penggugat , selaku pemilik rekening tabungan, masing-masing  rekening nomor  0328-01-001022-5656 atas nama Penggugat sebesar Rp 1.330.000.000  pada 30 Maret 2022.

    Dan rekening Nomor 6209-01-029790-53-5 atas nama Penggugat sebesar Rp 428.000.000 pada 14 Maret 2022.

    "Penggugat telah kehilangan uang miliknya sebesar Rp 1.758.000.000," ungkapnya.

    Berdasarkan pasal 1365 KUH Perdata yang berbunyi "Setiap orang  yang melakukan  perbuatan melanggar hukum diwajibkan untuk mengganti kerugian yang timbul dari kesalahan tersebut.

    Sedangkan UU No.10 Tahun 1998 tentang perubahan atas UU No.7 Tahun 1992  tentang perbankan pasal 37 B ayat (1) berbunyi : "Setiap bank wajib menjamin dana masyarakat yang disimpan pada bank yang bersangkutan.

    Dan UU No 3 Tahun 2011 tentang transfer dana pasal 80 ayat (2) berbunyi : "Setiap orang yang menggunakan dan atau menyerahkan sarana perintah transfer dana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun atau denda paing banyak Rp 4.000.000.000.

    Hendrix Kurniawan SH , selaku Kuasa Hukum Penggugat memohon agar majelsi hakim Pengadilan Negeri Surabayayang memeriksa perkara aquo berkenan memutus sebagai berikut, menerima dan mengabulkan gugatan PMH Penggugat untuk seluruhya.

    "Menghukum Tergugat untuk membayar ganti rugi materiil sebesar Rp 1.928.000.000 serta kerugian immateriil Rp 8.790.000.000 sebagai akibat PMH yang dilakukan oleh Tergugat," tukasnya.

    Menghukum tergugat berupa uang paksa sebesar Rp 10.000.000 untuk setiap hari keterlambatan sejak putusan berkekuatan hukum tetap, bilamana lalai untuk menjalankan putusan. (ded)








    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: BRI KCP Pakuwon Digugat, Diminta Bayar Ganti Rugi Rp 1,928 Miliar dan Kerugian Immateriil Rp 8,79 Miliar Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas