728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 01 Agustus 2022

    Terdakwa Abdul Wahed Divonis 7 Tahun Penjara

     

                                                 Dwi Nopianto SH


    SURABAYA (mediasurabayarek.com) - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya akhirnya menjatuhkan vonis pada terdakwa  Abdul Waheed, yang tersandung dugaan perkara  pembunuhan , dengan hukuman  7 tahun penjara.

    "Mengadili, menyatakan perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 340 KUHP Juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP. Menjatuhkan terdakwa pidana 7 tahun penjara," ucap Hakim Ketua, Sutrisno SH MH ketika membacakan amar putusan di ruang Candra, PN Surabaya. Senin (1/8/2022).

    Dalam sidang yang dilangsungkan secara online itu, terlihat terdakwa duduk termenung dan menempelkan speaker mini ke telinganya ketika persidangan tengah berjalan. Nah, ketika mendengar putusan tersebut , terdakwa hanya bisa menghela napas panjang.

    Putusan yang dijatuhkan pada terdakwa ini, terbukti lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa, yakni 10 tahun penjara. Namun  demikian , Jaksa Penuntut Umum (JPU)  Hasan Efendi  menerima dengan putusan tersebut. 

    Sementara itu, Penasihat Hukum (PH) terdakwa, Dwi Nopianto SH mengaku akan membesuk kliennya di Rutan Medaeng untuk mendiskusikan atas putusan tersebut.

    "Mengingat  tuntutan (JPU) 10 tahun, diputus 7 tahun, kami terima putusan itu. Rencananya, besok saya akan ke Medaeng untuk berkomunikasi dengan klien saya (Abd.Wahed) dan keluarga tentang putusan tersebut," ujarnya.

    Sebagaimana diketahui , terdakwa mengakui perbuatannya murni karena emosi belaka. Bahkan, dia membenarkan bila istrinya dihamili dan dijanjikan bakal dinikahi oleh korbannya.

    Kronologisnya, sebagaimana dakwaan Jaksa disebutkan, bahwa pembunuhan itu terjadi bermula sesaat setelah Wahed resmi keluar dari penjara pada 16 Juni 2021. 

    Dan selanjutnya 6 bulan kemudian, tepatnya pada Desember 2021, ia mendapati janin di perut istrinya sudah berusia 9 bulan siap lahir. Kehamilan istrinya terjadi 3 bulan , sebelum Wahed bebas dari penjara. Wahed pun merasa curiga atas kehamilan istrinya tersebut.

    Pada akhirnya, istrinya Maimuna  mengaku bahwa dirinya telah berkenalan dengan Abdul Halim melalui Facebook. Dan selanjutnya, Desember 2020 di sebuah warkop di kawasan Suramadu, Kenjeran, Surabaya keduanya bertemu untuk pertama kalinya.

    Kemudian, Maimuna dan Abdul Halim mulai menjalin asmara. Mereka bahkan sudah 3 kali melakukan hubungan badan di sebuah hotel di kawasan Kenjeran, Surabaya hingga akhirnya Maimuna berbadan dua.

    Tak ayal lagi, terdakwa Abdul Wahed pun mendesak istrinya untuk memberitahu siapa laki-laki yang telah menghamilinya. Istrinya hanya memberi tahu ciri-ciri fisiknya, jenis sepeda motor, serta plat nomor sepeda motor milik Abdul Halim.

    "Saat itu diberitahu istri, ciri-ciri fisik, motor, dan plat nomor (motor korban),"ucap terdakwa pada majelis hakim di persidangan.

    Pada Sabtu 18 Desember 2021 lalu terdakwa Abdul Wahed sengaja mencari pria yang dimaksud istrinya di kawasan Jalan Bibis, Surabaya bersama salah seorang rekannya berinisial S yang masih dicari polisi.

    Tak lama kemudian, keduanya berhasil  menemukan laki-laki yang dimaksud istrinya. Korban Abdul Halim saat itu mengendarai Yamaha Jupiter warna hitam kombinasi hijau bernopol L 3810 MU. Persis seperti yang disebut Maimuna.

    Spontan Abdul Wahed naik pitam. Bersama temannya S ia membuntuti Abdul Halim sembari mencari kesempatan untuk menyerangnya. Sampai mereka tiba di pertigaan Jalan Stasiun Kota, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya.

    Abdul Wahed yang mengakui ke mana pun ia pergi selalu membawa celurit itu, spontan membacokkan senjata tajam itu tepat ke tangan kanan korban. Abdul Halim yang kaget segera menghentikan motornya.

    Seraya menahan rasa sakit pada tangan terluka pria itu sempat meminta tolong kepada warga setempat.  Tetapi  Wahed terus mengejarnya dan korban pun jatuh tersungkur dan menjadi bulan-bulanan Wahed.

    Setelah puas menganiaya korban Wahed dan S segera kabur. Akibat luka penganiayaan itu korban pun tewas.

    Kepada Ketua Majelis Hakim Wahed mengakui bahwa dirinya menganiaya korban secara membabi buta di lokasi kejadian perkara dengan celurit yang selalu ia bawa ke mana-mana.

    Atas perbuatannya itu, Wahed tidak bisa lari dari kejaran petugas kepolisian. Ia ditangkap dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia dijerat pidana Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP tentang pembunuhan berencana. (ded)





    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Terdakwa Abdul Wahed Divonis 7 Tahun Penjara Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas