728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 06 Juli 2022

    Dalam Eksepsinya, Surat Dakwaan Jaksa Batal Demi Hukum

     





    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -   Sidang lanjutan terdakwa Debora Wirastuti Setyaningsih , yang tersandung dugaan perkara penggelapan dalam jabatan dan penipuan, dengan agenda pembacaan nota keberatan (eksepsi) yang digelar di ruang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (6/7/2022).

    Setelah Hakim Ketua Erintua Damanik SH Mhum membuka sidang dan terbuka untuk umum, langsung memberikan kesempatan pada Ketua Tim Penasehat Hukum (PH) terdakwa Debora, yakni  Lukas Santoso SH MH MM MSi, didampingi anggotanya Drs Imam Sjafi'i SH dan Tjuk Harijono SH MH membacakan eksepsinya di depan persidangan.

    Dalam eksepsinya, Lukas Santoso SH MH MM MSi, didampingi anggotanya Drs Imam Sjafi'i SH  menyatakan, surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak cermat, tidak jelas dan tidak lengkap.

    Bahwa berdasarkan pasal 143 ayat (2) KUHAP surat dakwaan harus memenuhi syarat formil dan materiil dan apabila surat dakwaan tidak memenuhi syarat materiil, maka surat dakwaan yang demikian adalah batal demi hukum.

    "Setelah mempelajari surat dakwaan Aksa terhadap terhadap Debora dalam perkara a quo , maka sudah seharusnya surat dakwaan Jaksa batal demi hukum," ucap Lukas Santoso SH MH MM MSi.

    Hal itu karena tidak sejalan dengan fakta hukum, karena antara unsur unsur pasal 374 jo pasal 64 ayat (1) KUHP dan pasal 378 jo pasal 64 ayat (1) KUHP tidak selaras dengan fakta hukum yang terjadi.

    Bahwa terkait dengan kerugian yang sangat fantastis,tidak realistis dan tidak logis, yang didakwakan kepada terdakwa Debora terkait dengan kondisi bahwa terdakwa Debora tidak memiliki aset apapun yang bisa dibandingkan dengan kerugian yang didakwakan.

    Sedangkan kondisi ekonomi  terdakwa Debora tidak memiliki apa-apa. Hingga saat ini anak dari terdakwa Debora berjualan nasi bungkus demi memenuhi kebutuhan hidup sehari hari dan termasuk rumah yang ditinggali dari dulu hingga sekarang masih kontrak.

    Oleh karena itulah, Lukas Santoso SH MH memohon kepada Hakim Yang Mulia untuk menjatuhkan putusan sela dengan amar putusan yang pada pokoknya menyatakan menerima eksepsi dari Penasehat Hukum terdakwa Debora untuk seluruhnya.

    Menyatakan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum dengan nomor register perkara Nomor : REG PERKARA PDM-178/Tg.Prk/06/2022 batal demi hukum. Dan menetapkan pemeriksaan terdakwa terhadap terdakwa Debora tidak dilanjutkan.

    Dalam surat dakwaan Jaksa terdapat berbagai kejanggalan dan ketidakjelasan yang menyebabkan Penasehat Hukum terdakwa mengajukan eksepso.  Terkait dengan Berita Acara Pemeriskaan Tambahan Tersangka pada hari Rabu tanggal 11 Mei 2022  jam 10.10 WIB pada pertanyaan dan jawaban point ke enam.

    Dalam pertanyaan, terkait sdr Debora dan suadari datang ke kantor untuk klarifikasi dan mengatakan bahwa benar telah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan ?

    Jawaban Debora, bahwa saya pernah klarifikasi bersama Fitria Zulsu'udah S Sos. pada 12 Juni 2020 di PT Elmi Cahaya Cendekia yang dihadiri oleh Hendrawan Teguh, Chandra Heniyati Hendro dan Michael Pratama Teguh serta ada polisi satu orang yang mengaku Tri Heri, ya saya terpaksa mengatakan telah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan.

    Yang sebenarnya bahwa terdakwa Debora tidak mendatangi ke kantor PT Elmi Cahaya Cendekia, namun terdakwa Debora dibawa secara paksa dari rumahnya di Jl Lebak Permai II Surabaya oleh Koko dan Tri Heri (oknum polisi) atas perintah pimpinan perusahaan PT Elmi Cahaya (Hendrawan Teguh) untuk menunjukkan alamat rumah Fitria Zulsuudah S,Sos yang juga karyawan PT Elmi Cahaya.

    Kemudian dari rumah Fitria dibawa ke kantor PT Elmi Cahaya di Pakis Tirtosari No 106 Surabaya. Ternyata Hendrawan Teguh sudah ad ada di kantor PT Elmi Cahaya, yang sebelumnya mendatangi rumah terdakwa Debora.

    Lalu di kantor tersebut terjadilah pemaksaan untuk mengakui perbuatan yang dituduhkan kepada terdakwa Debora yaitu penggelapan dalam jabatan.

    Pemaksaan tersebut terjadi dengan adanya kehadiran oknum polisi dan pimpinan PT ELmi Cahaya Cendekia  yakni Hendrawan Teguh dan Chandra Heniyati Hendro (istri). 

    Pada saat itu pula diduga terjadi perampasan barang barang milik Debora yang dilakukan pelapor Hendrawan Teguh dan Chandra Heniyati Hendro. Sebelumnya terdakwa Debora dipaksa tanda tangan di atas meterai kwitansi kosong dan disaksikan oleh suami terdakwa Debora, yakni David.

    Antara lain 1 unit mobil Terios L 1213 PW an Debora Wirastuti, yang pembeliannya didapat dari uang papanya Rp 75.000.000.000. Ada surat keterangan dari perusahaan PT Indah Plastik. Selain itu  1 unti sepeda motor CBR Nopol L 2292 NN an David(suami dari hasil pembagian warisan orang tua, 1 unit motor Revo 2545 V (pinjam nama Ida Purwanti) yang diperoleh dari kredit yang nyicil dari gajian suami (David).

    Selain itu, data identitas juga diambil KTP asli an Debora Wirastuti, Kartu BPJS Kesehatan, member toko buah Hokky atas nama Debora Wirastuti, kartu ATM BII MyBank an Debora Wirastuti dankartu berobat RS Adi Husada Kapasari an Debora Wirastuti dan an Nathania Clara Sujanto. (ded)







     
    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Dalam Eksepsinya, Surat Dakwaan Jaksa Batal Demi Hukum Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas