728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 11 September 2021

    Tidak Ditemukan Adanya Kesalahan Prosedur, Mulai Pengajuan, Dokumen Sampai Pencairan Kredit

     




    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -  Kini tibalah saatnya memasuki agenda pemeriksaan terdakwa Didik Prasetyo, yang digelar di  ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya ,  Rabu (8/9/2021).

    Mengawali pemeriksaan terdakwa, Jaksa Penuntut UMum (JPU) Darwis dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya bertanya pada Didik mengenai nasabah Joy Sanjaya Tjwa yang mengajukan permohonan kredit Rp 20,3 miliar.

    Didik menjawab, nasabah Joy Sanjaya mengajukan kredit dengan  agunan lima (5) SHM di Surabaya. Kelima agunan berupa ruko itu terletak di Jl Kalijudan 116,  ruko di Jl Kalijudan 117,  ruko di Jl Kejawen Putih Tambak,  ruko di  Jl Kenjeran, dan ruko di  Jl KH Abbas.

    "Untuk penilaian atas aset aset agunan itu  menggunakan appraisal independen, yakni KJPP Ni Made Candra. Semua dokumen disiapkan BM (Ratna Sari Teja) dan  BRO (Alusius) dan dokumen pendukung diserahkan analis. Cabang Danamon menelepon KJPP apakah benar  menilai jaminan Joy Sanjaya," ucapnya.

    Menjadi kewajiban KJPP Ni Made Candra untuk menyerahkan hasil penilaian eksternal yang dilakukan atas agunan Joy Sanjaya. Minta tolong dipercepat, karena take-over dan waktunya sudah dekat (mepet-red).

    Take over dari Bank Bukopin dan BNI cabang Sidoarjo  yang dialihkan ke Bank Danamon. Bagian legal membuat dokumen dan memeriksa semua dokumen yang ada. Jikalau tidak masalah, dibuatkan pengikatan. 

    Waktu pengajuan kredit Joy Sanjaya ditolak, melampirkan rekening papanya. Dan setelah dirasakan mencukupi, kreditnya disetujui. Masalah terjadi, ketika menunggak pembayaran kredit. Tim Danamon turun tangan dan melakukan penilaian ulang atas aset debitur Joy Sanjaya.

    "Untuk pengajuan dokumen kredit   di atas Rp 10 miliar diperiksa semua oleh tim Danamon. AM disuruh periksa usaha Joy dan diketahui usahanya masih jalan," ujar Didik.

    Ada fraud (kecurangan-red), bahwa BRO Alusius menerima uang sebesar Rp 600 juta dari Joy Sanjaya. Atas laporan ini, semua karyawan CDCM dan Tim Bisnis diperiksa oleh Tim Fraud dari Danamon.

    Hasilnya,  tidak ada pelanggaran yang dilakukan. Didik sempat komplain, karena yang melaporkan mestinya dilindungi.

    JPU Darwis bertanya mengenai hasil penilaian aset Joy Sanjaya yang dilakukan KJPP Ni Made Candra berbeda dengan hasil penilaian dari internal Danamon.

    Didik menjawab, penilaian ulang atas aset jaminan Joy Sanjaya dilakukan Independen Danamon itu sudah 1,5 tahun lebih rentang waktunya. Karenanya, hasil penilaian ulang bisa kurang atau lebih.

    Hasil penilaian Tim Internal Danamon dan independen yakni KJPP Ni Made Candra berbeda. Karena pembandingnya tidak sama dan jaraknya berbeda pula. Patokan harga ruko ada ruko yang dijual atau tidak. Jadi, pasti berbeda hasil penilaian aset yang dilakukan internal Danamon dan eksternal KJPP Ni Made.

    "Tidak ditemukan adanya kesalahan prosedur, milai pengajuan, kelengkapan dokumen sampai pencairan kredit," cetus Didik.

    Giliran Penasehat Hukum (PH) terdakwa Didik, yakni Dimas SH dan Galuh SH yang bertanya mengenai pengajuan kredit di atas Rp 5 miliar, sesuai aturan BI maupun OJK menggunakan appraisal independen atau internal ?

    "Sesuai aturan BI dan OJK, memakai jasa independen appraisal, bukan internal appraisal. Biar tidak ada tuntutan . Begitu terjadi kredit macet, pembandingnya adalah appraisal independen. Tidak ada laporan bahwa hasil penilaian KJPP Ni Made Candra itu palsu," kata Didik.

    Diceritakan Didik, bahwa selama bekerja 24 tahun di Bank Danamon, tidak pernah mendapatkan sanksi apapun dari perusahaan. Juga tidak pernah ada teguran.

    Setelah pemeriksaan terdakwa dirasakan sudah cukup, Hakim Ketua Suparno SH Mhum mengatakan, bahwa sidang akan dilanjutkan  dengan agenda tuntutan Jaksa pada Rabu (22/9/2021). 

    "Tolong Jaksa, untuk tuntutannya jangan mundur lagi ya !," pinta Hakim Ketua Suparno SH MHum seraya mengetukkan palunya sebagai pertanda sidang ditutup dan selesai. (ded)




    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Tidak Ditemukan Adanya Kesalahan Prosedur, Mulai Pengajuan, Dokumen Sampai Pencairan Kredit Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas