728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 06 September 2021

    Saksi Mujiono Ingatkan Fadjar : "Jangan Pinjam Lagi, Stop. Itu Bisa Jadi Masalah"

     


    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -  Sidang lanjutan terdakwa  Fadjar Setiawan dan Hadi Suwanto , yang tersandung dugaan perkara penipuan Mantan Gubernur Jawa Timur Imam Utomo hingga rugi Rp 8  miliar, kini dengan agenda pemeriksaan dua (2) saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Indira SH dan Darmawati Lahang SH dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa-Timur,  yang digelar di ruang Sari 2 Pengadilan Negeri (PN) SUrabaya, Senin (6/9/2021).

    Kedua saksi tersebut adalah Regina (Direktur Operasional  PT Kreasi Energi Alam/KEA) dan Mujiono Moekmin Putra (Direktur Utama PT Antang Patahu Meaning/APM) yang memberikan keterangan di depan Hakim Ketua I Ketut Tirta SH Mhum.

    Dalam keterangannya,  Regina menyatakan, bahwa Fadjar,   Hadi Suwanto,  Mujiono, dan Franky (Dirut PT KEA)  pernah datang ke kantor PT KEA untuk mempresentasikan mengenai investasi baru bara  di Barito, Kalimantan Tengah, yang membutuhkan dana sebesar Rp 8 miliar.

    "Pak Soedomo dan Imam Utomo kenal sama Fadjar. Lantas, menyuruh saya untuk mempelajari dan melakukan survei lokasi. Utamanya, survei kualitas batu bara di titik lokasi tambang," ucapnya.

    Menurut Regina, yang melakukan survei adalah anak buahnya yang menuju ke lokasi tambang di Kalimantan Tengah itu.  Hasil survei diketahui bahwa tambang itu ada dan bisa dikerjakan. Selain itu, ada surat suratnya dan menunjukkan SPK-nya.

    "Saya lihat ijin-ijinya lengkap.  Mereka menjanjikan harga lebih murah daripada harga pasar.  Selain itu, juga janji dua (2) bulan batu bara keluar. Lantas , saya transfer uang sebanyak lima (5) kali ke rekening Fadjar Setiawan (komisaris  PT Antang Patahu Meaning/APM). Ada perintah dari Imam Utomo untuk mengerjakan proyek," ujarnya.

    Sebelumya, Regina sempat menanyakan apa ada jaminan rumah Hadi di Jl. Rungkut dan dilakukan survei ke lapangan. 

    Nah, setelah uang ditransfer total Rp 8 miliar,  Regina sempat telepon Fajar Setiawan mengenai pekerjaan tambang batu bara itu sampai mana. Kemudian, tiga (3) bulan berikutnya, meninjau lokasi tambang dengan menyuruh anak buah Regina dan mereka bilang tidak ada kerjaan apapun.


    "Kita tanya progress dan ternyata tidak ada progres. Karena nggak ada hasil, minta uangnya dikembalikan. Namun demikian, semua urusan mulai dari notaris dan lain lainnya dilakukan Franky ," kata Regina.

    Setelah kejadian, Regina ikut pertemuan dengan Imam utomo, Mujiono dan Fajar. 
    '
    Hakim Ketua I Ketut Tirta SH Mhum bertanya pada saksi Regina, mengenai uang yang ditransfer sebesar Rp 8 miliar itu sebenarnya uang siapa ?

    "Uang yang ditransfer itu adalah  uang milik PT KEA. Kalau ada hasil, perusahan Imam Utomo dapat bagian sedikit," jawab Regina.

    Diketahui , lanjut dia, bahwa Fadjar Setiawan dan  Hadi Suwanto tidak bekerja di lokasi tambang, karena tidak ada alat berat yang kelihatan di sana dan tidak ada kegiatan penambangan.

    "Alasan kedua terdakwa karena jalan rusak dan lain lainnya. Uang yang saya transfer Rp 8 miliar itu, dipakai ramai ramai oleh fadjar dan Hadi Suwanto. 

    Giliran Penasehat hukum (PH)  Hadi Suwanto, yakni Paulus Gondo Wijoyo  bertanya pada saksi Regina, apakah ada perjanjian ?

    Regina menjawab, ada perjanjian keuntungan dan bukan perjanjian hutang-piutang. Ada perjanjian yang dibuat di hadapan notaris.

    Ketika Hakim Ketua I Ketut Tirta SH MHum bertanya mengenai tanggapan kedua terdakwa (Fadjar dan Hadi Suwanto) atas keterangan yang disampaikan oleh Regina.

    Fadjar mengatakan, bahwa dia melakukan kegiatan tambang di lokasi proyek. Namun begitu, terdakwa Hadi  Suwanto tidak memberikan tanggapan apapun.

    Sementara itu, saksi Mujiono menegaskan, bahwa awalnya dia menjabat PT Dirut PT Antang Patahu Meaning/APM pada tahun 2016 dan berhenti pada tahun 2017. Sedangkan Fadjar Setiawan menjabat Komisaris PT Antang .

    "Saya pernah tanda tangan dengan Imam Utomo untuk pendanaan proyek batu bara. Perjanjian utang piutang Rp 8 miliar secara transfer dan bertahap. Yang terima uang adalah Fadjar.  Sedangkan lokasi tambang milik PT Berkala Internasional milik Budi. Budi juga Direktur PT Antang," cetus Mujiono.

    Sejak terima uang , lanjut dia, dipakai untuk pembuatan jalan. Duit itu hanya sekada DP. Untuk Pusda Rp 300 juta, kontraktor Rp 800 juta dan Budi Rp 300 juta.

    "Duit nggak sampai  kontraktor. Nggak tahu duit sampai mana. Mengenai uang itu ke mana saja, yang tahu Fadjar.  Untuk termin 1 senilai Rp 1,5 miliar dikasih tahu Fadjar pada saya. Pernah saya tanya Fadjar mengenai uang itu ke mana ?. Saya  bilang ke Fadjar, jangan pinjam lagi, stop. Itu bisa jadi masalah," ungkap Mujiono.

    Sedangkan untuk termin 2, Mujiono tidak tahu lagi. Awal-awalnya yang teken adalah Fadjar sendiri. "Uang  itu dihutang Pur dan Hadi, nggak tahu untuk apa. Mengenai proyek, sudah ngupas tanah, namun batu bara belum diambil. Sudah produksi, ada bekas bekas jalan masih ada. 
     
    Kembali  PH  Hadi Suwanto, yakni Paulus Gondo Wijoyo  bertanya pada Mujiono mengenai apakah tahu ada uang Rp 8 miliar masuk ke Fadjar ?

    "Ya, saya tahu dan sebagian untuk operasional," tukas Mujiono.

    Atas keterangan Mujiono ini, Hadi Suwanto menanggapinya dan menyatakan keterangan saksi Mujiono betul.

    "Keterangan saksi (Mujiono-red) benar Yang Mulia," tandas Hadi Suwanto. Sedangkan Fadjar mengaku tidak tahu atas keterangan saksi Mujiono tersebut.

    Hakim Ketua I Ketut Tirta SH Mhum mengungkapkan, bahwa sidang akan dilanjutkan pada Kamis (9/9/2021) lusa.

    Sehabis sidang, PH  Hadi Suwanto, yakni Paulus Gondo Wijoyo  mengatakan, terkait pemeriksaan tadi ada yang bertentangan dengan BAP. 

    "Yang tahu soal dana itu dipakai untuk apa saja adalah terdakwa.  Dalam persidangan,  Mujiono menyatakan hanya sebagian  dana  yang ditransfer itu dipakai  untuk operasional," katanya.

    Mujiono bilang ada pekerjaan dan ada sisa sisanya.  Bahkan, Regina bilang bahwa tambang itu ada dan sudah ke sana. Dan sudah cek batu bara ke lokasi tambang itu,

    Sebenarnya, Imam Utomo tidak ada sangkut pautnya, hanya kasih memo saja. Dana dari PT Kreasi ditransferkan Regina ke rekening Fadjar.  (dd)


    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Saksi Mujiono Ingatkan Fadjar : "Jangan Pinjam Lagi, Stop. Itu Bisa Jadi Masalah" Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas