728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 15 September 2021

    Dr. B. Hartono, SH : "Saya Akan Berjuang Sampai Mahkamah Agung, Harta Gono- Gini Harus Dibagi Dua"

     



    SURABAYA  (mediasurabayarek.com) –  Agenda penyerahan jawaban dari Turut Tergugat (TT) Notaris Wahyudi Suyanto pada sidang lanjutan gugatan Harta Bersama antara Roestiawati Wiryo Pranoto (Penggugat)  melawan mantan suami Wahyu Djajadi Kuari (Tergugat), digelar di ruang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (15/9/2021).

    Kesempatan terakhir penyampaian nota jawaban diberikan Hakim Ketua DR Sutarno SH Mhum, dimanfaatkan oleh  Kuasa Hukum TT (notaris Wahyudi Suyanto), yakni Leonard Chennius SH. Ini mengingat, TT telah dipanggil PN Surabaya tiga kali tidak pernah hadir.

    "Baiklah, jawaban dari TT sudah diserahkan dan sidang selanjutnya akan dilanjutkan pada Rabu (29/9/2021) depan, dengan agenda replik dari Penggugat," ucap  Hakim Ketua DR Sutarno SH Mhum yang memimpin sidang perkara gugatan harta bersama ini, seraya mengetukkan palunya sebagai pertanda sidang berakhir dan ditutup.

    Sidang penyampaikan jawaban TT ini terbilang singkat, karena hanya berlangsung sekitar 10 menit saja.

    Sehabis sidang, Kuasa Hukum TT (notaris Wahyudi Suyanto), yakni Leonard Chennius SH menyatakan, bahwa TT Notaris sebenarnya bukan pihak dan  gugatan error.

    "TT Notaris itu tidak ubahnya seperti Catatan Sipil, yang hanya mencatat saja," ujarnya.

    Sementara itu, Kuasa Hukum Roestiawati Wiryo Pranoto, yakni Dr. B. Hartono, SH., SE., SE.Ak., MH., CA, mengatakan,  notaris yang bikin aktenya Kesepakatan Bersama, kalau pihak TT menyatakan error , punya hak (berkata demikian-red) dan tidak pernah dibantah.

    "Dalil saya, dia adalah TT. Kalau bilang error kenapa mau ikut, jangan hadir dan tidak usah ikut sidang. Sebagai TT artinya dia mengetahui dan pihak yang merugikan secara langsung. Tetapi, tidak secara langsung berlibat, karena membuat akte kesepakatan bersama itu mendahului perceraian berlangsung," katanya.

    Menurut Dr. B. Hartono, SH., kalau berbicara pembagian harta gono-gini itu harus seimbang, karena ada paparannya. Kalau paparannya, jumlahnya 10 dan dibilang dua jelas keliru. 

    "Kalau error itu subyek hukum yang salah, atau subyek tidak ada, direkayasa atau dipalsukan. Saya sebagai orang hukum, sesuai pasal 1320 KUH Perdata disebut error adalah tidak memenuhi syarat subyek hukum. Notaris yang buat siapa, kan ada manusianya. Di mana human error ? Kalau tidak memenuhi subyek hukum, dia punya hak untuk tidak hadir," cetusnya.

    Dijelaskan Dr. B. Hartono, SH.,tetapi kalau dia hadir, artinya mengakui (gugatan-red) itu dan hak dia. Dalam satu gugatan, tentu ada pihak penggugat dan tergugat. Pihak Penggugat ingin memperjuangkan supaya menang , pihak tergugat berusaha supaya tidak terlibat. Kalau bisa menghindar atau lepas tanggungjawab. Hal itu soal biasa dalam dunia ilmu hukum.

    "Saya akan hantam habis. Untuk sidang berikutnya pada Rabu (29/9/2021) dengan agenda  replik dari saya (Penggugat-red). Nanti, saya paparkan," ungkapnya.

    Masih kata  Dr. B. Hartono  SH, mengenai pembagian harta gono-gini harus bagi dua dan rata. Apapun para pihak, ribut dan ada masalah, maka harta gono-gini harus dibagi dua. Misalnya, salah satu pihak membunuh dan bercerai, harta gono-gini tetap harus dibagi dua.

    Karena, antara tindak pidana pembunuhan dan harta gono-gini itu terpisah. Nggak ada orang bunuh suaminya, terus pihak suami tidak dapat. Nggak bisa itu dan tetap harus dapat. Ini kalau berbicara hukum.

    Kalaupun Wahyu Djajadi (Tergugat) menyatakan atau dibilang punya hutang, akan dilihat timbul hutang itu kapan. Sejak gugatan atau sudah dahulu, terus uangnya ke mana dan baru diaudit.

    Akan dilihat barang dagangan, piutang, rekening dan lainnya.  Kalau banyak hutang sudah kolaps dan bangkrut. "Wahyu Djajadi  (Tergugat) bukan eksis lagi, tokonya di Sidoarjo Jl Kyai Haji Mukmin 96 itu, luasnya bukan main. Luas tanahnya 1.024 M2. 

    Itu luar biasa , dagang asesoris, handphone, dan komputer. Rumah di Jl Ngagel, diperoleh selama dalam perkawinan. Itupun menjadi harta bersama. Nggak bisa digunakan sendiri. 

    "Saya akan berjuang sampai Mahkamah Agung (MA), Roestiawati  (Penggugat) didzolimi. Ini kita bicara hartanya. Bu Roes bekerja bersama sama dari nol, nanti kita bisa buktikan, ada saksi dan bukti dan sebagainya," tukas Dr. B. Hartono  SH. (ded)







    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Dr. B. Hartono, SH : "Saya Akan Berjuang Sampai Mahkamah Agung, Harta Gono- Gini Harus Dibagi Dua" Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas