728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 05 Agustus 2021

    dr. Indra Tantomo MBA Dituntut 3 Tahun, PH Siap Ajukan Pledoi

     



    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -  Sidang  lanjutan terdakwa dr. Indra Tantomo MBA, yang tersandung dugaan perkara  penipuan Rp 3,017 miliar , kini memasuki babak tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU)  I Gede Willy Pramana SH MKn dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak, Surabaya, yang digelar di ruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (5/8/2021).

    Dalam surat tuntutannya, JPU Willy Pramana SH MKn menyebutkan, bahwa terdakwa dr. Indra Tantomo dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan sebagaimana diatur dalam pasal 378 dan 372 KUHP.

    "Memohon kepada majelis hakim yang menangani perkara ini untuk menjatuhkan pidana kepada terdakwa dr Indra Tantomo dengan hukuman tiga (3) tahun," ucap JPU Willy Pramana SH MKn dalam surat dakwaannya yang dibacakan di depan Hakim Ketua Martin Ginting SH Mhum di PN Surabaya.

    Setelah JPU membacakan tuntutan terhadap terdakwa dr Indra Tantomo  dan dirasakan sudah cukup, Hakim Ketua Martin Ginting SH memberikan kesempatan kepada Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Sri Sudarti SH untuk mengajukan nota pembelaan (pledoi) pada Kamis (19/8/2021).

    "Baiklah, PH terdakwa dipersilahkan menyampaikan pledoinya pada Kamis (19/8)," ujarnya seraya mengetukkan palunya sebagai pertanda sidang ditutup dan selesai.

    Sehabis sidang, PH Sri Sudarti SH mengatakan, bahwa kliennya dituntut 3 tahun dan dirinya siap mengajukan pledoi pada dua minggu lagi.

    "Kami siap mengajukan pledoinya nanti," katanya yang berjalan keluar PN Surabaya mendampingi terdakwa dr Indra.

    Sementara itu, terdakwa dr Indra enggan berkomentar dan bergegas menuju mobilnya untuk segera meninggalkan pelataran PN Surabaya.

    Sebagaimana diketahui, dalam  dakwaan Jaksa, disebutkan bahwa terdakwa dr. Indra Tantomo didakwa melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan sesuai Pasal 378 dan 372 KUHP.

    Kronologisnya,  pada tahun 2018 Terdakwa menemui saksi George Harijanto dan mengajaknya berinvestasi di perusahaan multi level marketing M101. Namun ajakan itu ditolak George karena tidak mempunyai modal.

    Lantas,  terdakwa bertanya kepada George Harijanto apakah dia mempunyai sertifikat? George Harijanto menjawab,  sanggup mencarikan modal untuk sama-sama berinvestasi.

    Kemudian, terdakwa mendatangi kantor korban Kadiono Gunawan, yang memiliki Koperasi Simpan Pinjam Putra Mandiri Jawa Timur di Jalan Darmo Indah Timur SS-15 Surabaya yang memang sudah dia kenal sejak tahun 2018.

    Terdakwa mengutarakan kepada korban Kadiono Gunawan akan mengajukan pinjaman lagi ke Koperasi Simpan Pinjam Putra Mandiri Jawa sebesar Rp 4 miliar dengan pelunasan pinjaman selama 5 bulan dengan menggunakan jaminan SHM No. 1333 Kelurahan Siwalankerto seluas 1100 meterpersegi atas nama George Harijanto.

    Mereka sepakat dengan dengan pinjaman itu ketiganya lalu pada 08 Mei 2018 membuat Akte Pengakuan Hutang No. 03 dihadapan Notaris dengan saksi Andi Gunawan (anak dari korban Kadiono Gunawan) dan saksi George Harijanto selaku atas nama SHM No. 1333.

    Nah, sebelum fasilitas pinjaman dicairkan, terdakwa memberikan 5 lembar cek kontan Bank BCA sebagai jaminan tambahan, 5 lembar cek adalah : Cek No. DG 453985 sebesar Rp. 180 juta tertanggal 08 Juni 2018. Cek No. DG 453986 sebesar Rp. 290 juta tertanggal 08 Juli 2018. Cek No. DG 453987 sebesar Rp. 292 juta tertanggal 08 Agustus 2018. Cek No. DG 453988 sebesar Rp. 288 jut tertanggal 08 September 2018. Cek No. DG 453989 sebesar Rp. 4.284 miliar tertanggal 08 Oktober 2018.

    Setelah itu Terdakwa secara transfer menerima pencairan pijaman sebesar Rp 3.785 miliar dari korban Kadiono Gunawan setelah dilakukan pemotongan biaya lain-lain dan administrasi di Koperasi Simpan Pinjam Putra Mandiri Jawa Timur.

    Selanjutnya uang pinjaman Rp 3.785 miliar tersebut ditransferkan Terdakwa ke rekening M101 yaitu ke rekening BCA KCP Tanah Abang No. 3366789336 atas nama PT. Semesta Investama Persada sebesar Rp. 3.565 miliar dan sisanya sebesar Rp. 220 juta digunakan terdakwa untuk pembayaran hutang Terdakwa.

    Dari 5 lembar cek tunai Bank BCA yang diberikan Terdakwa kepada saksi Andi Gunawan (anak dari korban Kadiono Gunawan) saat dilakukan pencairan ternyata terhadap cek 4 yaitu No. DG 453988 sebesar Rp. 288 juta tertanggal 08 September 2018 dan cek ke 5 yaitu No. DG 453989 sebesar Rp. 4.284 miliar tertanggal 08 Oktober 2018 ditolak oleh pihak Bank BCA Simpang Darmo Permai Surabaya dengan alasan dana tidak cukup.  (dedi)

    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: dr. Indra Tantomo MBA Dituntut 3 Tahun, PH Siap Ajukan Pledoi Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas