728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 14 Juli 2021

    Terdakwa Syaiful Arifin Adalah Korban, Minta Dibebaskan Dari Dakwaan dan Tuntutan Jaksa

     






    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -  Sidang lanjutan terdakwa Syaiful Arifin, yang tersandung dugaan perkara penipuan, memasuki babak pembacaan nota pembelaan (pledoi) yang disampaian oleh Penasehat Hukum (PH) Novli Thyssen SH yang digelar di ruang Sari 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya,  Rabu (14/7/2021).

    Dalam pledoinya, terdakwa Syaiful Arifin melalui Penasehat hukum (PH)-nya, Novli Thyssen SH menyatakan,  memohon agar majelis hakim Yang Mulia  untuk mengambil putusan dalam perkara ini dengan amar putusan,  menyatakan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) batal demi hukum dan setidak tidaknya menyatakan dakwaan JPU tidak diterima.

    Membebaskan  terdakwa Syaiful Arifin dari segala dakwaan dan tuntutan Jaksa, dan membebankan biaya yang timbul dalam perkara ini kepada negara. 

    "Dalam hal majelis hakim Yang Mulia menyatakan terdakwa Syaiful  Arifin  terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagamana yang dimaksud dalam dakwaan dan tuntutan Jaksa agar dijatuhi pidana seringan ringannya," ujar  PH  Novli Thyssen SH.

    Menurutnya, apabila majelis hakim pemeriksa perkara a quo berpendapat lain, maka kami mohon agar majelis hakim dapat menjatuhkan pidana yang seadil adilnya.

    Setelah mendengarkan pembacaan pledoi dirasakan cukup, Hakim Ketua Suparno Sh Mhum mengatakan, bahwa Kamis (15/7/2021) adalah agenda JPU Suwarti SH menyampaikan tanggapan atas pledoi terdakwa (replik).

    Sebagaimana diketahui, terdakwa Syaiful Arifin dituntut oleh JPU Suwarti karena dianggap melakukan tindak pidana penipuan dalam pasal 378 KUHP dan dituntut  hukuman 2 tahun dan 8 bulan. 

    "Dan selanjutnya, Jum'at (16/7/2021) adalah putusan atas terdakwa, mengingat masa tahana terdakwa akan habis," ucap Hakim ketua Suparno SH Mhum seraya mengetuk palunya sebagai pertanda sidang ditutup dan selesai.

    Sehabis sidang, PH Novli Thyssen SH mengatakan, bahwa kliennya adalah korban dari dugaan penipuan  yang dilaporkan oleh Abdullah.

    "Klien kami (Syaiful Arifin-red) tidak pernah mengiklankan diri atau mempromosikan atau menjanjikan lolosnya calon PNS. Abdullah hadir ke rumah Arifin dan meminta tolong. Kemudian klien kami mencoba rekan di Jakarta dan sebatas kenal biasa. Yakni Danny Wilson bekerja di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi, mengaku bisa memberikan akses sepenuhnya untuk meloloskan calon PNS," kata PH Novli Thyssen SH.

    Menurutnya, karena godaan dan bujuk rayu dari Danny Wilson ini,  Syaiful Arifin percaya dan menyampaikan pada pelapor. Tetapi ada syarat tertentu yang diminta Danny Wilson.

    Setelah menerima uang dari pelapor, Abdullah . Kemudian uang tersebut diberikan kepada Danny Wilson. 

    "Klien kami tidak menerima apapun, hanya memfasilitasi kepentingan dari pihak pelapor, karena anaknya ingin menjadi calon PNS.  Klien kami adalah korban dan punya etikad baik untuk mengembalikan uang Abdullah karena anaknya tidak lolos sebesar Rp 75.000.000," cetus PH Novli Thyssen SH.

    Penyerahan uang tersebut, disaksikan oleh penyidik Polrestabes dan menantu  dari Abdullah, yang  mengaku anggota dari Polretabes  Pamekasan. Tetapi, tidak diberikan kwitansi sama sekali.

    "Namun, Abdullah mengakui bahwa dia menerima uang tersebut. Tetapi, uang tersebut adalah titipan uang sementara dari Rp 200.000.000 yang belum dikembalikan," katanya.

    Sedangkan uang yang dibawa oleh Danny Wilson itu, kini Danny sudah meninggal dunia. 

    "Kita punya bukti bukti transfer dan rekening koran. Uang Rp 350.000.000 diserahkan terdakwa kepada Danny Wilson dengan dua metode. Yakni  diserahkan secara transfer sebesar Rp 150.000.000 dan diserahkan secara langsung Rp 200.000.000," cetusnya. 

    Dalam pledoi, disebutkan bahwa berdasarkan keterangan terdakwa atau yang tergali alat bukti lain di persidangan, menyebutkan bahwa  pada  Juni 2014, terdakwa dihubungi oleh Hj Kamariah untuk menanyakan apakah terdakwa dapat membantu seseorang dapat diangkat sebagai PNS melalui Honorer K-2.

    Atas pertanyaan dari Hj  Kamariah tersebut, kemudian terdakwa  menghubungi rekan terdakwa yang bernama Danny Wilson, yang diketahui sebelumnya merupakan pejabat  di kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi.

    Hubungan antara  terdakwa dengan Danny Wilson  adalah sebatas teman biasa, yang dalam pengakuan Danny Wilson kepada terdakwa bahwa Danny Wilson atas jabatan yang dimiliknya di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi, dapat menjadikan seseorang sebagai PNS melalui  Honorer K-2.

    Berdasarkan pengakuan dari Danny Wilson  tentang kesanggupan untuk dapat menerima dan mengangkat calon PNS melalui Honorer K-2 tersebut, akhirnya terdakwa menyanggupi permintaan dari Hj Kamariah untuk menerima  pendaftaran anak dari saksi Abdullah  yang bernama Tatang Budiyanto dan anak dari saksi  Syaiful Rakhman yang bernama Fahmi Januar Syaiful R.

    Bahwa  terdakwa menerangkan untuk memperlancar proses perekrutan dan pengangkatan Tatang Budiyanto dan Fahmi Januar Syaiful sebagai PNS  melalui Honorer K-2, terdakwa dimintai uang oleh Danny Wilson sebesar Rp 350.000.000 (tiga ratus lima puluh juta rupiah).

    Permintaan tersebut, oleh terdakwa sampaikan juga kepada saksi Abdullah dan saksi Syaiful Rakhman. Dengan masing masing beban besaran uang yang wajib diserahkan adalah Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) untuk Tatang Budiyanto dan Rp 150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah) untuk Fahmi Januar.

    Uang yang didapat oleh terdakwa dari Abdullah dan Syaful Rakhman sebesar Rp 350.000.000 itu, terdakwa telah menyerahkan uang tersebut kepada Danny Wilson sebesar Rp 350.000.000, melalui transfer rekening atau juga dengan memberikan langsung secara tunai.

    "Bahwa uang sebesar Rp 350.000.000  telah terdakwa serahkan kepada Danny Wilson melalui rekening  dan masing masing secara bertahap," kata Novli Thyssen SH.

    Terdakwa disaksikan  langsung oleh saksi Rohim Muhmud, beserta saksi H Norman Fauzi dan saksi Ahmad Suksin, bertempat di Hotel Cipta Jakarta  telah menyerahkan  uang sebesar Rp  200.000.000 kepada Danny Wilson.

    Nah, karena mengetahui anak dari Abdullah yang bernama Tatang Budiyanto tidak jadi diangkat sebagai PNS melalui Honorer K-2. Maka sebagai etikad baik terdakwa kepada saksi Abdullah, terdakwa mengembalikan uang Abdullah sebesarRp 75.000.000 (tujuh puluh lima juta rupiah) .

    Penyerahan uang tersebut dilakukan pada  November 2020 di rumah makan Laksana Jaya  Surabaya yang dilakukan oleh Noer, yang merupakan penyidik yang bertugas di Polrestabes Surabaya dan disaksikan oleh Hairril, menantu  dari Abdullah.  (ded)




    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Terdakwa Syaiful Arifin Adalah Korban, Minta Dibebaskan Dari Dakwaan dan Tuntutan Jaksa Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas