728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 31 Juli 2021

    Terdakwa Bintang Minta Dibebaskan

     





    SURABAYA (mediasurabayarek.com) - Sidang lanjutan Bintang Mahendra Bin Soemarsono, Direktur PT Rama Bintang Indonesia (RBI) yang tersandung dugaan perkara penipuan uang Rp 1,8 miliar, kini memasuki babak pembacan nota pembelaan (pledoi) yang digelar di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jum'at (30/7/2021).

    Dalam pledoinya, Penasehat Hukum (PH) terdakwa Bintang , yakni Donny Eko Wahyudi SH didampingi Sukardi SH menyatakan, memohon majelis hakim yang menangani perkara ini agar memutuskan terdakwa Bintang  tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 378 KUHP.

    "Setidak tidaknya melepaskan semua tuntutan hukum dan membebaskan terdakwa dari tahanan. Selain itu, mengembalikan nama nama baik, harkat dan martabatnya di masyarakat. Dan membebankan biaya perkara pada negara," ucapnya.

    Setelah mendengarkan pledoi dari PH Donny Eko Wahyudin SH, Hakim Ketua Martin Ginting SH Mhum menanyakan pada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ugik Rahmantyo dari Kejari Tanjung Perak, apakah akan menyampaikan tanggapan atas pledoi terdakwa (replik).

    JPU Ugik menjawab, pihaknya menyampaikan replik secara lisan saja, yakni tetap pada tuntutan semula. Sebagaimana diketahui, bahwa tuntutan JPU terhadap Bintang, dengan menuntut hukuman 1 tahun dan 6 bulan penjara.

    Atas pernyataan Jaksa ini ,  PH Donny Eko Wahyudin SH menegaskan, bahwa dirinya juga tetap pada pembelaan.

    "Baiklah, karena Jaksa tetap pada tuntutan dan PH tetap pada pembelaan. Maka putusan akan diambil oleh majelis hakim pada Rabu (4/7/2021)," ujar Hakim Ketua Martin Ginting SH Mhum seraya mengetukkan palunya sebagai pertanda sidang selesai dan ditutup.

    Sebagaimana diketahui, dalam dakwaan  Jaksa diketahui bahwa Bintang Mahendra Bin Soemarsono adalah Direktur PT Rama Bintang Indonesia (RBI), sedangkan korbannya Haji Ripin adalah Direktur PT Cahaya Energi Sam (SAM).

    Kronologis perkara ini, bermula pada Januari 2020 setelah terdakwa Bintang Mahendra Bin Soemarsono mengetahui ada tender paket pekerjaan pembongkaran gudang di wilayah Petrokimia Gresik Area ALF3 yang salah satunya diikuti PT Adhi Karya.

    Lantas, pada  Juni 2020 terdakwa Mahendra menjumpai korban Haji Ripin dan menawarkan pekerjaan pembongkaran Gudang di wilayah Petrokimia Gresik Area ALF3 serta pembelian mesin bubut, dinamo, besi stenlis hasil bongkaran gudang.

    Guna meyakinkan Haji Ripin, terdakwa Mahendra Bin Soemarsono nekad mengajak survey di lokasi pekerjaan.  Terdakwa Mahendra   mengatakan bahwa pekerjaan pembongkaran gudang serta barang yang ada didalamnya adalah miliknya yang didapatkan dari PT Adhi Karya karena PT RBI adalah sub-Kontraktor resmi PT Adhi Karya.

    Sekali lagi untuk meyakinkan, korban Haji Ripn, terdakwa Mahendra Bin Soemarsono menunjukkan Transmittal Notes Of Meeting, (Notulen Hasil Pertemuan) tanggal 09 Januari 2020 antara PT Adhi Karya dengan dan PT RBI.

    Kendati  terdakwa Mahendra tidak memiliki perjanjian atau kontrak pekerjaan maupun hubungan hukum dengan PT Adhi Karya serta PT RBI bukanlah sub-Kontraktor PT Adhi Karya dalam Paket pekerjaan pembongkaran gudang di wilayah Petrokimia Gresik Area ALF3. 

    Sehabis sidang,  PH Donny Eko Wahyudin SH mengungkapkan, perkara ini sebenarnya adalah perkara perdata. "Perkara ini adalah perdata dan kami minta terdakwa dibebaskan," pintanya. (ded) 

    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Terdakwa Bintang Minta Dibebaskan Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas