728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 20 Juli 2021

    Sidang Lanjutan Steven Richard, Lima Saksi Dihadirkan Sekaligus

     



    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -  Sidang lanjutan terdakwa Steven Richard, yang tersandung dugaan perkara penipuan penjualan puluhan ribu voucher senilai Rp 4,5 miliar, kini memasuki babak pemeriksaan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rakhmad Hari Basuki SH dan JPU Novan Arianto SH dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa-Timur, yang digelar di ruang Cakra  Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (19/7/2021).

    Kali ini, JPU menghadirkan lima (5) saksi sekaligus, yakni Martin Suprapto (Direktur PT Hatsonsurya Electric c/q Hartono Electric),  Ryvana Andeira Gimon (Manager  Sentral Kasir Hartono Electric), Samuel (Manajer Event),  Tofani Lazuardi, dan Josef Dwi Putra, 

    Dalam keterangannya ,Martin Suprapto, Direktur PT Hartonosurya Electric c/q Hartono Electric ) menyatakan, setelah dirinya mengeluarkan voucher belanja senilai Rp 4,5 miliar. Lalu,  voucher-voucher tersebut diambil sendiri oleh terdakwa.

     “Akan tetapi,  voucher-voucher itu tidak dijual ke Sponsorship, melainkan dijual kepada temannya terdakwa. Salah satunya bernama Topani dengan harga diskon 5 sampai 10 persen lebih murah,” ucapnya.

    Menurut Martin Suprapto, hampir 95 persen voucher-voucher itu ditukarkan dan dibelikan barang barang ke Hartono Elektronik. 

    "Steven akui menjual voucher ke trader," ujarnya. 

    Giliran Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Nugraha Setiawan SH bertanya kepada saksi Martin Suprapto siapa yang menandatangani kerjasama antara PT Surya Kreasindo Smartindo  (SKS ) dan PT Hatsonsurya Electric ?

    "Kerjasama antara PT SKS yang teken Steven selaku Direkturnya dan PT Hatsonsurya yang teken Roy. Akan tetapi, Steven menggunakan voucher itu untuk kepentingan pribadi dan siap dipidanakan di depan saya," jawab Martin Suprapto.

    Untuk loyalty program sponsoship itu, idenya berasal dari Steven. Bank memberikan voucher pada Hartono.

    Nah, ketika Hakim Ketua Martin Ginting SH Mhum memberikan kesempatan kepada terdakwa Steven Richard untuk menanggapi keterangan saksi Martin Suprapto. 

    "Ada beberapa keterangan saksi yang saya sangkal, namun nanti pada pemeriksaan saya akan dijelaskan ," jawab Steven Richard.

    Dan selanjutnya, gilirabn saksi  Ryvana Andeira menyebutkan, bahwa dirinya tidak sekali ini saja mencetak voucher dari terdakwa Steven Richard, tetapi sudah berkali-kali. 

    “Voucher itu saya cetak pada  September. Voucher itu tetap saya cetak karena sebelumnya sudah digelar rapat lebih dulu,” katanya.

    Dijelaskan  Ryvana Andeira, setelah voucher-voucher pesanan dari terdaksa Steven Ricard selesai dicetak, selanjutnya di serahterimakan kepada saksi Samuel,   anak buah dari terdakwa Steven Richard. 

    “Serah terimanya by email, dari pak Steven ke saya dan dari saya ke pak Samuel. Saya berurusan voucher dengan terdakwa sejak tahun 2015," tuturnya. 

    Sementara itu,  Samuel menerangkan,  bahwa secara struktur dia memang bertanggung jawab kepada terdakwa Steven Richard. 

    “Saya hanya dimintai tolong oleh terdakwa untuk mengambil voucher-voucher tersebut,” aku Samuel.

    Di tempat yang sama , saksi Tofani Lazuardi  mengatakan bahwa terdakwa Steven Ricard pernah mengatakan pada dirinya ada temannya yang kelebihan voucer dan berniat dijial dengan harga diskon. 

    “Saya pun membeli Rp  5 juta, bayarnya via transfer ke rekening terdakwa, waktu itu uang yang saya transferkan Rp 4,5 juta. Namun terdakwa tidak menyebutkan siapa nama temanya yang kelebihan voucher tadi,” kilahnya.

    Sedangkan  saksi Josep Dwi Putra yang adalah mantan karyawan Hotsonsurya Elecric, mengungkapkan, bahwa dirinya ditawari voucher belanja Hartono oleh terdakwa. 

    Namun saat saya tanya dari mana voucher tersebut, dijawab ada nasabah dari Citi Bank yang vouchernya kelebihan. 

    “Saya beli Rp 15 juta dengan diskon 10 persen. Jadi saya bayar Rp 13,5 juta. Voucher-voucher tersebut lantas saya belanjakan semua untuk membeli peralatan usaha saya yang baru. Saat saya belanjakan tidak ada hambatan sama sekali,” ungkapnya.

    Dalam dakwaan diketahui bahwa Steven Richard yang adalah direktur PT Surya Kreasi Smartindo yang notabene merupakan unit usaha dari Hartono Elektronik dilaporkan ke Polda Jatim pada 29 Januari 2021. Adapun laporannya bernomor LP-B/51/1/RES.1.11/2021/UM/SPKT karena diduga menggelapkan voucher senilai Rp 4,5 miliar.

    Kasus itu terjadi setelah terdakwa Steven Richard mengundurkan diri sebagai karyawan Hartono Elektronik dengan jabatan terakhirnya yakni karyawan tetap sebagai sales and event strategy head division.

    Perbuatan Steven diketahui saat salah seorang pembeli memborong 20 televisi. Bukan dengan uang, namun pembeli itu membayarnya dengan voucher.

    Pihak Hartono kemudian curiga dan sempat menanyakan perihal voucher itu. Setelah pembeli ditanya, maka diketahui bahwa voucher-voucher itu dibeli dari Steven dengan harga diskon 10 hingga 15 persen. 

    Sehabis sidang, PH terdakwa, Nugraha Setiawan SH enggan memberikan keterangan kepada media massa dan bergegas meninggalkan ruangan sidang. (ded)

    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Sidang Lanjutan Steven Richard, Lima Saksi Dihadirkan Sekaligus Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas