728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 08 April 2021

    PH Alvin Liem : "Ini Sengketa Bisnis, Kasus Ini Mestinya Onslag"

     



    SURABAYA (mediasurabayarek.com) – Sidang lanjutan Christian Halim , yang tersandung perkara dugaan penipuan bisnis penambangan nikel di Morowali Sulawesi Tengah, kali ini dengan agenda pemeriksaan terdakwa yang digelar di ruang Candra  Pengadilan Negeri Surabaya , Selasa (6/4/2021).

    Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Ni Made Purnami SH MH mendengarkan keterangan terdakwa Christian Halim secara teleconference (online).

    Ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU)  Sabetania bertanya pada terdakwa Christian Halim tentang pengerjaan proyek nikel ?  Christian  menjawab, bahwa dia  yang sedang menggarap penambangan nikel dihubungi oleh Ilham Erlangga dari PT TDU yang memiliki lahan pertambangan nikel di Morowali untuk dikenalkan dengan bosnya bernama M Gentha Putra. 

    “Bisa tolong bantu bos saya untuk menggarap tambang nikel, karena dia lagi butuh kontraktor,” ucap terdakwa Christian Halim menirukan Ilham Erlangga kala itu.

    Dia kemudian dikenalkan dengan M Gentha Putra dan dipertemukan dengan investor Christeven Mergonoto yang ingin melakukan bisnis nikel. 

    “Pertemuan dilakukan sejak  Juli sampai  Agustus 2019, yang  akhirnya disepakati bahwa saya ditunjuk sebagai kontraktor pelaksana penambangan nikel sekaligus membangun infrastruktur,” ujar Christian. 

    Lantas, mereka membuat kesepakatan tertulis proyek penambangan antara PT CIM (yang dibentuk M Gentha Putra, Christeven Mergonoto) dan PT MPM (milik terdakwa Christian Halim).

    Dalam kesepakatan itu, Christian Halim mengajukan RAB untuk pembangunan infrastruktur sebesar Rp 20,98 miliar. Akan tetapi,  pihak Christeven Mergonoto mentransfer anggaran Rp 20,5 miliar dalam beberapa tahap lewat rekening pribadi Christian Halim.

    Namun begitu, menurut Christian Halim, dari uang kiriman Christeven Mergonoto tersebut sebanyak Rp 1,5 miliar disetorkan ke M Gentha Putra dan Ilham Erlangga sebagai uang jaminan pemilik IUP ((lokasi penambangan) serta untuk biaya penambangan nikel sekitar Rp 2 miliar sesuai dengan perintah M Gentha Putra selaku Dirut PT CIM.

    Sedangkan sisa uang tersebut,  dipakai Christian Halim membangun infrastruktur seperti mess, jalan, bengkel, laboratorium, Jeti untuk tempat bersandar kapal tongkang penganggung hasil tambang nikel. 

    “AKan tetapi, pembangunan belum selesai, saya diputus sepihak dan kemudian dilaporkan polisi dengan tuduhan penipuan dan penggelapan,” kata Christian Halim.

    Sekitar Februari, Christian diberhentikan dan dicuekin. "Setelah itu, saya dicuekin. Saya ingin mendapatkan solusi terbaik dan jangan tempuh cara-cara kotor seperti ini," cetusnya.

    Setelah pemeriksaan terdakwa dirasakan sudah cukup, Hakim Ketua Ni Made Purnami SH MH akan dilanjutkan dengan agenda penuntutan oleh Jaksa pada Kamis (8/4/2021).

    "Kamis (8/4/2021) dengan agenda tuntutan, sekitar jam 13.00," tuturnya seraya mengetukkan palunya sebagai pertanda sidang berakhir dan ditutup.

    Sehabis sidang Penasehat Hukum (PH)  Alvin Liem SH  mengatakan, berdasarkan pasal 184 keterangan terdakwa penting karena salah satu alat bukti adalah keterangan terdakwa yang disampaikan di persidangan.

    Mencermati keterangan terdakwa dan saksi-saksi lain, sebenarnya bahwa kasus ini simpel bahwa seseorang merasa tidak puas dengan hasil kerja infrastruktur yang dibangun tetapi permasalahannya uang belum lunas. 

    “Terdapat bukti di persidangan, infrastruktur belum jadi karena uangnya kurang sekitar Rp 5 miliar,” ungkapnya.

    “Karena belum selesai pekerjaannya nggak bisa dikatakan menipu, wong belum selesai kok pasti tidak sesuai keinginan,” tukas Alvin Liem.

    Masih kata Alvin,  apapun yang terjadi tindakan terdakwa ada dan terbukti dan perbuatan itu bukan pidana sesuai diatur KUHAP, Sehingga semestinya perkara ini yang menjadi Onslag. 

    “Sebenarnya, semua yang diperbincangkan di persidangan adalah sengketa-sengketa seperti target tidak terpenuhi karena memang belum selesai, ini sengketa bisnis, klien kami tidak lari membawa uang, bahkan alat beratnya masih disitu bahkan sekarang disita oleh M Gentha, jadi klien saya tidak kabur, makanya disini unsur penipuannya lemah,” tutur  Alvin Lim.

    Kasus ini dilaporkan oleh Christeven Mergonoto yang juga salah satu direktur PT Santos Jaya Abadi (Kapal Api) yang merasa tidak puas dengan bisnis kerja sama proyek tambang nikel tersebut. (ded)

    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: PH Alvin Liem : "Ini Sengketa Bisnis, Kasus Ini Mestinya Onslag" Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas