728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 07 April 2021

    Hendrix Kurniawan SE SH : "Kami Berharap Putusannya Onslag "

     



    SURABAYA (mediasurabayarek.com)  -  Setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zulfikar SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak, Surabaya, menyampaikan  jawaban atas pledoi (replik) di depan persidangan.

    Kini giliran Ketua Tim Penasehat Hukum (PH) terdakwa Ardi Pratama,  yakni Hendrix Kurniawan SE SH didampingi Dibertius Boimau SH menyampaikan duplik (jawaban Jaksa) pada sidang yang digelar di   ruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu  (7/4/2021).

    Dalam dupliknya, Hendrix Kurniawan SE SH  menyatakan, bahwa jelas sekali dalam hal ini JPU tetap gagap pasal dan tidak paham dalam memaknai sebuah Undang-Undang atau Peraturan Perundang-Undangan yang telah diatur dalam UU No 3 Tahun 2011 tentang transfer dana.

    "Penerapan pasal 85 UU No 3 Tahun 2011 tentang transfer dana ini dalam implementasinya tidak bisa serta merta mengabaikan ketentuan dalam pasal 78 UU No 3 Tahun 2011 yang berbunyi dalam hal terjadi keterlambatan atau kesalahan  transfer dana yang menimbulkan kerugian pada pengirim asal atau penerima. Maka, penyelenggara dan atau pihak lain yang mengendalikan sistem transfer dana tersebut dibebani kewajiban membuktikan  ada atau tidaknya keterlambatan dan kesalahan transfer dana tersebut," ucapnya.

    Menurut  Hendrix Kurniawan SE SH, sampai detik ini saksi pelapor hanya modal pengakuan sepihak saja sebagai pihak yang dirugikan, tanpa bisa menunjukkan bukti kerugian yang dimaksud tersebut. Ini adalah fakta persidangan.

    "Sehingga jelas sekali Jaksa dalam hal ini telah  gagap pasal, tuna Undang Undang dan ilmu gathuk dalam menerapkan pasal 85 UU No 3 Tahun 2011 tentang transfer dana ini," tuturnya.

    Masih kata Hendrix Kurniawan SE SH, Jaksa telah gagal  paham terhadap pledoi yang telah disampaikan Tim PH terdakwa Ardi Pratama, dan jawaban Jaksa sama sekali tidak menjawab pledoi.

    "Kami berharap Yang Mulia Majelis Hakim mengesampingkan jawaban dari Jaksa tersebut," katanya.

    Setelah pembacaan duplik  dirasakan sudah cukup, Hakim Ketua Ni Made Purnami SH MHum mengatakan, sidang putusan akan diambil majelis hakim pada  Senin (12/4/2021). 

    "Baiklah, majelis hakim akan memutuskan perkara ini pada Senin depan," cetusnya seraya mengetukan palunya sebagai pertanda sidang berakhir dan ditutup.

    Sehabis sidang, Hendrix Kurniawan SE SH mengatakan, Jaksa tidak menjawab pledoi sama-sekali, dan berharap putusan yang diambil majelis hakim pada Senin (12/4/2021) bisa on-slag.

    "Kami berharap putusannya onslag. Perbuatannya ada, tetapi pidananya tidak ada. Dalam fakta persidangan tidak ada yang bisa membuktikan siapa pihak yang dirugikan. BCA tidak dan Nur Chuzaimah yang mengaku dirugikan tidak bisa membuktikan. Tetapi Jaksa memaksakan pas. al 85 UU No 3 Tahun 2011 tentang transfer dana," cetusnya.

    Jaksa gagap pasal, tuna Undang Undang dan ilmu gathuk dalam menerapkan pasal 85 UU No 3 Tahun 2011 tentang transfer dana ini. (ded)


     




    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Hendrix Kurniawan SE SH : "Kami Berharap Putusannya Onslag " Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas