728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 22 Februari 2021

    Terungkap, Yulihanes Tidak Punya Niat Jahat, Tetap Bertanggungjawab Bayar Kewajiban

     



    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -  Kali ini,  sidang  lanjutan Yulihanes yang tersandung dugaan perkara penipuan dan penggelapan, dengan agenda  pemeriksaan saksi meringankan, yakni Ina (pegawai Yulihanes) dan Yuli Eka Kartini (pegawai) yang dihadirkan Penasehat Hukum (PH)  Krisna Budi Tjahyono SH, yang digelar di ruang Sari 3 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin  (22/2/2021).

    Dalam keterangannya, Ina dan Yuli Eka menyebutkan, bahwa antara Yulihanes dan Richard (pelapor) ada hubungan jual beli oli federal. Bahkan, ada barang yang sudah lama dan tidak laku-laku sampai dimakan rayap.

    "Itu barang jual lepas dan bukan barang titipan," ucap saksi Ina.

    Sementara itu, saksi Yuli Eka mengkui, bahwa Yulihanes seringkali melakukan transfer ke PT Ria Sentosa, namun lupa jumlah pastinya. Bahkan, terakhir pada 2019 masih transfer  hingga puluhan juta pada PT Ria Sentosa.

    "Masih ada kewajiban yang dibayar Pak Yohanes, tetapi nilanya saya tidak tahu," ujarnya.

    Setelah pemeriksaan 2 saksi tersebut, dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan saksi ahli pidana, DR Luki Ermawati SH MH dari Unbraw.

    "Kalau akad awal adanya persetujuan dan perikatan, serta ada wanprestasi. Maka masuk ranah perdata. Unsur penipuan dan penggelapan dalam pasal  372 KUHP tidak terpenuhi. Jangan semua perkara perdata dibelokkan menjadi pidana. Nggak bisa sekonyong-konyong menjadi pidana begitu," tutur saksi ahli pidana.

    Setelah mendengarkan keterangan saksi ahli pidana, dilanjutkan dengan  pemeriksaan terdakwa Yulihanes di persidangan. 

    Dalam keterangannya, Yulihanes menegaskan, bahwa antara dirinya dengan pelapor Richard itu tidak ada perjanjian dan hanya saling percaya untuk penjualan oli. 

    "Jual lepas dan pembayaran mundur 2 bulan. Sampai tahun 2019 ,saya masih bayar. Saya niat nyicil terus. Bahkan saya kasih rumah sampai urusan ini jelas.  Untuk pembayaran dengan BG, sudah ngomong kalau BG mundur 2 bulan," katanya.

    Giliran PH  Krisna Budi Tjahyono SH bertanya kepada Yulihanes, apakah pembayaran dilakukan kepada PT Ria Sentosa atau Richard (pelapor) ?

    "Pembayaran ke PT Ria Sentosa, bukan Richard," cetus Yulihanes.

    Semula hutangnya sebesar Rp 5,6 miliar dan dibayar, hingga sisa kewajiban membayar Rp 3,2 miliar.  Kesulitan membayar pada  tahun 2017 sampai 2018., karena Yulihanes terkena pajak yang sangat besar dan kreditur menarik uangnya semua.

    "Saya persilahkan ambil rumah saya dan utang lunas," pintanya. 

    Namun Richard minta dibayar uang, bukan dengan rumah. "Kalau saya disuruh bayar semua, tidak mampu. Tetapi, saya tetap bertanggungjawab untuk membayar," tandas Yulihanes. 

    Setelah pemeriksaan terdakwa dirasakan sudah cukup,  Hakim Ketua Ketut Tirta SH Mhum mengatakan, sidang selanjutnya dengan agenda penuntutan oleh Jaksa dilakukan pada Senin (1/3/2021) mendatang.

    "Bagaimana Bu Jaksa, tuntutan pada Senin depan ya," tukas Hakim Ketua Ketut Tirta SH Mhum .

    JPU Darmawati Lahang SH dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa-Timur, menjawab, akan melakukan penuntutan pada Senin (1/3/2021) depan. "Baik Yang Mulia, kami akan lakukan tuntutan pekan depan," katanya.

    Sehabis sidang ,  PH  Krisna Budi Tjahyono SH  menjelaskan,  dilihat klausulnya adalah  jual beli yang masuk ranah perdata.  Niat jahat pada diri terdakwa itu tidak ada, karena semata mata peristiwa pajak tadi dan kreditur menarik uang dan pasokan barang menurun.

    "Sudah serahkan rumah dan punya niat baik. Ambil barang dan butuh jaminan berupa BG mundur 2 bulan dan sudah  berkali kali , kalau belum ada uang. Tidak ada niat jahat sama-sekali. Pembayaran terus dilakukan sampai 2019, sampai dilaporkan," kata PH  Krisna Budi Tjahyono SH . (ded)

    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Terungkap, Yulihanes Tidak Punya Niat Jahat, Tetap Bertanggungjawab Bayar Kewajiban Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas