728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 23 Februari 2021

    Saksi Diana Safitri dan Yeni Sebut Terdakwa Yoyok Curi Mobil Honda CRV dan Toyota Camry

     

    Yuda Bimaputra SH & Melisa SH


                                      




    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -  Kali ini sidang lanjutan 
    terdakwa Yoyok Wasito Hadi Siswoyo , yang tersandung dugaan perkara pencurian dengan pemberatan, dengan agenda pemeriksaan 2 (dua) saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Deddy Arisandi SH, yang digelar di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (23/2/2021).

    Kedua saksi itu adalah Diana Safitri Kumalasari (saksi korban) dan Yeni yang memberikan keterangan di depan persidangan.

     Dalam keterangannya , saksi Diana dan Yeni menyebutkan, pada  18 September 2020 sekitar pukul 20.00 WIB bertempat di rumah saksi Diana  di Kencana Sari Barat 2-AA/9 RT.03/RW.05, Kelurahan Dukuh Pakis, Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya, terdakwa Yoyok  bersama-sama dengan Zainal (DPO) dan BeniNI (DPO) masuk ke dalam rumah secara paksa.

    Dan selanjutnya saksi Yeni  mengetahui kejadian tersebut,  langsung memanggil saksi Nufita Yuniar Pujiani. Tidak lama kemudian saksi Nufita langsung keluar dari kamar dan melihat terdakwa beserta Zainal  (DPO) dan Beni  (DPO) sudah berada di garasi mobil.

    "Setelah itu terdakwa meminta kunci rumah dan kunci pagar dan menyuruh saksi Nufita Yuniar  dan saksi Yeni untuk masuk ke dalam rumah. Namun terdakwa beserta Zainal dan Beni  berjaga di teras , serta mengunci saksi Nufita dan Yeni  dari luar," ucap saksi Diana dan Yeni.

    Kemudian, pada 19 September 2020 sekitar  pukul 09.00 WIB,  terdakwa meminta kunci mobil Toyota Inova kepada saksi Nufita ,  karena terdakwa akan mengeluarkan mobil Toyota Camry Nopol  P-1242-QP.

    Lantas, saksi Nufita mengeluarkan mobil Toyota Inova tersebut keluar pagar. Lalu,  terdakwa mengeluarkan mobil Toyota Camry dari garasi dan diparkir di halaman rumah.

    "Terdakwa kemudian membentak saksi Nufita , yang pada pokoknya memberi waktu kepada saksi Nufita dan  Yeni selama 2 (dua) jam untuk keluar rumah,"  ujar Yeni.

    Dan selanjutnya pada 20 September 2020 sekitar pukul 06.00 WIB, terdakwa tanpa sepengetahuan saksi Diana Safitri Kumalasari mengambil 1 (satu) unit mobil Honda CRV Nopol L-1758-YS warna hijau olive metalik milik saksi Diana di rumah tersebut.

    "Terdakwa mengambil kunci kontak yang berada di atas meja dan selanjutnya terdakwa mengeluarkan dan membawa mobil Honda CRV tersebut keluar dari rumah saya," kata Diana.

    Dan sekitar pukul 11.00 WIB, terdakwa menjemput David (DPO) untuk mendatangi kembali rumah saksi Diana dengan tujuan mengambil mobil Toyota Camry Nopol P-1242-QP yang diketahui merupakan milik Pemerintah Kabupaten Jember.

    Dengan cara yang sama,  sebagaimana terdakwa mengambil 1 (satu) unit mobil Honda CRV. Kunci kontak mobil Toyota Camry tersebut juga terletak di atas meja di dalam rumah saksi Diana.

    Setelah terdakwa bersama David (DPO) berhasil mengambil 1 (satu) unit mobil Toyota Camry tersebut, terdakwa menyuruh David  untuk membawa dan menitipkan mobil Toyota Camry di rumah David.

    Diperkirakan sekitar pukul 13.00 WIB , terdakwa kembali ke rumah saksi Diana  dengan maksud untuk mengembalikan mobil Honda CRV.  Namun mengurungkan niatnya karena rumah saksi Diana ada yang  menjaga.

    Terdakwa kemudian kembali ke Jember dengan mengendarai mobil Honda CRV Nopol L-1758-YS tersebut untuk kemudian disimpan di rumah orang tua terdakwa.

    Dan pada 29 Oktober 2020 mobil Honda CRV Nopol  L-1758-YS milik saksi Diana  tersebut digadaikan oleh terdakwa kepada Roky di Situbondo dengan harga sebesar Rp. 80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah).

    Uang hasil gadai tersebut digunakan oleh terdakwa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. 

    "Atas perbuatan terdakwa bersama sama dengan David tersebut, saya mengalami kehilangan  berupa : 1 (satu) unit mobil Honda CRV Nopol  L-1758-YS tahun 2017 warna hijau olive metalik milik Diana, 1 (satu) unit mobil Toyota Camry Nopol P 1242 QP milik Pemkab Jember, 1(satu) buah cincin berlian milik Diana. Jumlah kerugian yang diderita oleh saksi Diana atas kejadian ini sebesar Rp 500 juta," cetus Diana.

    Setelah mendengarkan keterangan kedua saksi dirasakan cukup, Hakim Ketua Marper SH MHum mengatakan, sidang akan dilanjutkan pada Selasa (2/3/2021) masih dengan agenda pemeriksaan saksi dari Jaksa.  

    Sehabis sidang, Penasehat Hukum (PH)  Diana, yakni Yuda Bimaputra SH MH dan  Melisa Soediono SH mengungkapkan, terdakwa didakwa jaksa melanggar pasal 363 dan 368 KUHP ,  diduga melakukan pencurian mobil bersama dan perampasan. Terdakwa Yoyok mencuri mobil Toyota Camry dan Honda CRV.

    "Saya mengapresiasi penyidik yang memenuhi rasa keadilan dan bagus. Alhamdulillah mobil Camry dan CRV sudah kembali, karena korban butuh alat  operasional. Kedua mobil itu sebagai pinjam pakai sebagai alat bukti," tutur PH Yuda Bimaputra SH MH.

    Pada tahun 2017, terdakwa pernah mengajukan permohonan akta kelahiran di Dispendukcapil Surabaya.  Kemudian, setelah itu dibuat fatwa waris yang menerangkan  bahwa Syamsul Hadi Siswoyo (Almarhum) dan Hj. Ima Sulaimah hanya satu anaknya, yaitu terdakwa Yoyok Wasito.

    Karena ada harta-harta peninggalan yang belum dibagikan. "Kami secara adiministratif  menggugat PTUN untuk membatalkan akta kelahiran Yoyok, bahwa bapak-ibunya adalah Syamsul Hadi dan Hj. Ima Sulaimah.  Padahal ibunya masih ada dan masih hidup. Yoyok hanyalah anak asuh saja. Dari  bayi diasuh," tukas PH Yuda Bimaputra SH.

    Perbuatan terdakwa di atas sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 363 ayat (1) dan 368 KUHP. (ded)

    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Saksi Diana Safitri dan Yeni Sebut Terdakwa Yoyok Curi Mobil Honda CRV dan Toyota Camry Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas