728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 21 Februari 2021

    Putusan Sela Atas Perkara Cristian Halim Dibacakan Senin Besok

     


    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -  Agenda tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabetania Paembonan SH terhadap eksepsi (nota keberatan)  terdakwa Cristian Halim, yang tersandung perkara dugaan penipuan dan penggelapan dana proyek pertambangan nike,  dibacakan di ruang Candra   Pengadilan Negeri  (PN) Surabaya, Kamis (18/2/2021).

    Dalam tanggapannya,  JPU Sabetania Paembonan SH tidak sependapat dengan eksepsi yang disampaikan oleh Penasehat Hukum (PH) terdakwa Christian Halim,   Anita Natalia Manafe SH, yang menyebutkan, bahwa dakwaan Jaksa  tidak cermat dalam menyusun surat dakwaan, karena terdapat perbedaan di sejumlah frasa antara pasal yang didakwakan dengan rangkaian peristiwa yang disampaikan. Makanya, dakwaan jaksa harus batal demi hukum.

    "Eksepsi terdakwa harus ditolak dan tidak dapat diterima. Kami tidak sependapat dengan PH terdakwa yang menyatakan bahwa dakwaan jaksa tidak jelas, tidak cermat dan tidak lengkap," ucap JPU Sabetania SH.

    Menurutnya, jaksa dalam membuat dakwaan itu sudah teliti dan menyiapkan dakwaan dengan sebaik-baiknya. 

    "Kalau PH terdakwa menyatakan perkara ini adalah sengketa perdata, harus dilakukan pemeriksaan pokok perkara.  Demikian tanggapan jaksa atas eksepsi  terdakwa," ujar JPU Sabetania SH.

    Setelah tanggapan Jaksa dirasakan sudah cukup, Hakim Ketua Tumpal Sagala SH Mhum mengatakan, sidang yang akan datang dengan agenda putusan sela yang akan diambil majelis hakim atas tanggapan jaksa.

    "Baiklah, sidang putusan sela akan kami bacakan pada Senin (22/2/2021)," katanya seraya mengetukkan palunya sebagai pertanda sidang ditutup dan selesai.

    Sehabis sidang, PH Anita Natalia Manafe SH  mengungkapkan, kalau dicermati secara umum, perkara ini sebenarnya sengketa kontrak, bukan tindak pidana penipuan ataupun penggelapan. 

    "Banyak frasa frasa yang menurut kami lebih menonjolkan sifat-sifat privat, misalkan perjanjian kerjasama, menyanggupi,  setuju dan bersedia.

    "Menurut kami yang seperti tidak menggambarkan pidana penipuan, justru lebih kental sisi sisi privat, soal perselisihan kontrak, yang harus diselesikan secara perdata," cetusnya.

    "Semoga majelis satu suara dengan kita (dalam perkara ini-red). Dengan apa yang kita sampaikan dan eksepsi bisa diterima," pintanya. 

    Perihal  kontrak itu adalah kerjasama penambangan dan tidak tertulis. Dan salah satu sisi lagi ada kontrak infrastruktur dan tertulis. Begitu kontrak dikerjakan dan hampir selesai, pemberi kerja tidak mau kasih pelunasan.

    "Justru, dia menuding yang telah kita kerjakan ini,  berdasarkan penipuan. Padahal, mereka sendiri tidak pernah mengasih data pembanding. Mana yang tidak sesuai dan apa rujukannya.  Sampai sekarang ini, mediasi itu tidak pernah dilakukan. Justru dengan begitu, mereka ajukan laporan.  Dan nggak tahu gimana caranya, Polda menetapkan klien kami sebagai tersangka," cetus PH Anita Natalia Manafe SH.

    Untuk infrastruktur itu sudah selesai semua, sesuai RAB dan perencanaan. Estimasi terdakwa dan pelapor tidak sama. Cara hitung aja sudah beda-beda.

    Sebagaimana diberitakan, dalam dakwaan jaksa bahwa  kasus ini dilaporkan oleh Christeven Mergonoto yang merasa tidak puas dengan bisnis kerjasama proyek tambang nikel di Morowali, Sulawesi Tengah.

    Dalam perjalanannya, perjanjian kerjasama yang dilakukan secara lisan itu terjadi selisih nilai dari modal yang dikucurkan dengan hasil pengerjaan proyeknya. Selisih nilai tersebut diperkirakan sebesar Rp 9,3 milliar lebih. Dalam perkara ini, terdakwa dianggap melanggar Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP. (ded)


    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Putusan Sela Atas Perkara Cristian Halim Dibacakan Senin Besok Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas