728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 13 Oktober 2020

    Eksepsi Ditolak Hakim, Yafet Kurniawan SH MH : "Terdakwa dan Oenik Djunani Kantongi Kesepakatan "

     

    Suasana sidang Cakra PN Sby



    SURABAYA (mediasurabayarek.com) - Sidang lanjutan Liem Inggriani dan Liauw Edwin Januar, pasutri terdakwa  yang tersandung dugaan perkara penipuan jual beli tanah  di Desa Karang Joang Balikpapan, kini memasuki agenda putusan sela di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (12/10/2020).

    Dalam putusan selanya, majelis hakim PNSurabaya menolak keberatan atau eksepsi dari Liem Inggriani dan Liauw Edwin Januar. Hakim menilai eksepsi yang disampaikan pihak terdakwa telah masuk ke pokok perkara, dan bukan ranah eksepsi.

    “Menolak eksepsi dari pihak terdakwa, dan memerintahkan Jaksa Penuntut Umum menghadirkan saksi serta barang bukti dalam perkara ini,”  ucap Ketua Majelis hakim I Ketut Suarta  yang digelar di ruang sidang Cakra, PN Surabaya, Senin (12/10).

    Setelah pembacaan putusan sela ini, Ketua tim penasehat hukum terdakwa Liem Inggriani dan Liauw Edwin Januar, Yafet Kurniawan menyatakan, pihaknya menerima dan menghargai keputusan majelis hakim. Dia meyakini, bahwa, perkara yang menjerat kliennya tersebut murni peristiwa perdata dan bukan pidana.

    “Saya menghargai putusan majelis hakim. Saya yakin dapat membuktikan kalau klien saya benar-benar tidak bersalah dalam perkara ini, ” ujar  Yafet Kurniawan SH MH.

    Dijelaskan  Yafet, untuk perkara penjualan tiga bidang tanah di desa Karang Joang, Balikpapan dengan total luas 46.228 meterpersegi tersebut tidaklah fiktif. Sebab antara kliennya, yakni Liem Inggriani dengan Oenik Djunani Asiem, selaku pihak pelapor atau korban sudah mengantongi kesepakatan.

    “Dalam kesepakatan itu berisi menjual tanah mana yang akan dijual, harganya pun sesuai dengan kesepakatan yakni dengan harga Rp 35.000/ meterpersegi atau Rp. 1.617.980.000. Kesepakatan itu tidak mungkin fiktif,  karena ditandatangani oleh kedua bela pihak yakni Liem Inggriani Laksmana dengan Oenik Djunani Asiem,”  kata Yafet Kurniawan SH MH.

    Menurutnya, surat kesepakatan menjual tersebut juga dibuat secara bersama-sama oleh keduanya pada 17 Maret 2008. Sedangkan untuk pelaksanaan penjualannya ditandatangani pada September 2008 di hadapan notaris.

    “Lagi pula, tanda tangan penjualan dilakukan bersama-sama di notaris. Jadi menurut saya ini murni peristiwa perdata. Saya juga mempunyai bukti penerimaan uang sebesar Rp 1.617.980.000 yang ditandatangani oleh klien kami Liem Inggriani Laksmana dan Phien Thiono,” tutur Yafet Kurniawan SH MH.

    Namun demikian, sebelumnya, sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Kejari Surabaya mendakwa terdakwa Liem Inggriani dan Liauw Edwin Januar dengan Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP karena telah merugikan Oenik Djunani Asiem puluhan miliar rupiah dalam penjualan tanah seluas 46.228 meterpersegi di desa Karang Joang, Balikpapan. (ded)

    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Eksepsi Ditolak Hakim, Yafet Kurniawan SH MH : "Terdakwa dan Oenik Djunani Kantongi Kesepakatan " Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas