728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 16 September 2020

    Terdakwa Irawan Sugeng Divonis Bebas, Tiga Terdakwa Lainnya Divonis Berbeda-Beda





















        



    SIDOARJO (mediasurabayarek.com) –  Terdakwa Irawan Sugeng Widodo alias Dodik, Direktur PT Maksi Solusi Enjinering (PT MSE), salah satu dari empat terdakwa yang tersandung  perkara dugaan korupsi proyek pasar Manggisan, Kabupaten Jember, divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (15/9/2020).

    “Mengadili, membebaskan terdakwa Irawan Sugeng Widodo alias Dodik dari semua dakwaan penuntut umum (PU),” ujar  Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya Hizbullah Idris ketika membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor.

    Dalam amar putusannya,  Hizbullah juga memerintahkan agar terdakwa segera dikeluarkan setelah putusan diucapkan majelis hakim. 

    “Dan memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat dan martabatnya,” ucapnya.

    Menurut  Hizbullah,  disetting opinion (DO) atas putusan bebas yang dijatuhkan dua hakim anggotanya M Mahin dan Emma Ellyani tersebut.

    Hizbullah justru berpendapat bahwa fakta hukum uang yang ditransfer terdakwa saksi Faris kepada terdakwa Irawan sebesar Rp 70 sebagai hak kekayaan intelektual. Namun, kelebihan bayar itu tidak bisa dibuktikan oleh penasehat hukum terdakwa.

    “Saya berpendapat, sepakat dengan jaksa penuntut umum (JPU) bahwa terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam pasal 2 ayat 1 Undang-undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, sebagaimana dakwaan primer kesatu penuntut umum,” kata  Hizbullah.

    Sementara itu, M Mahin dan Emma Ellyani, dua hakim anggota menyatakan bahwa dakwaan primer dan subsider penuntut umum tidak terbukti karena uang sebesar Rp 70 juta yang ditransfer M Fariz Nurhidayat ke rekening pribadi terdakwa itu merupakan hak terdakwa hasil karya gambar yang diberikan kepada Fariz.

    “Terdakwa hanya membuat desain gambar meskipun terdakwa sebagai direktur PT Maksi Solusi Enjinering (PT MSE). Faktanya, dalam pembayaran itu tidak menggunakan perusahaan terdakwa,” kata Mahin ketika membacakan pertimbangan.

    Namun demikian, dalam fakta hukum bahwa saksi Fariz yang notabenya freelance yang paling berperan dalam pengawasan proyek pasar Manggisan. Atas dasar itulah, pertimbangan hakim, bahwa Fariz yang meminjam perusahaan hingga memalsu tanda tangan demi tanda tangan proyek.

    Boleh dibilang hanya terdakwa Irawan Sugeng Widodo yang beruntung, mengingat terdakwa lainnya divonis bersalah dan dijatuhi hukuman berbeda-beda antara satu dan lainnya. 

    Untuk terdakwa M Fariz Nurhidayat divonis 5 tahun penjara, denda Rp 200 juta, subsider 2 bulan kurungan. Ia juga dihukum membayar uang pengganti total sebesar Rp 98 juta.

    “Untuk uang pengganti tersebut maksimal satu bulan harus dibayar sejak putusan incrach. Bila tidak membayar, maka harta benda disita dan dirampas untuk negara. Jika masih kurang ditambah hukuman selama 1 tahun penjara,”  cetus Mahin.

    Sementara itu,  terdakwa Edy Shandy Abdur Rahman dihukum sama seperti Fariz. Hanya saja, UP hang dijatuhkan lebih besar yaitu sebesar Rp 1 miliar, subsider 3 tahun kurungan. 

    Fariz Nurhidayat dan Edy Shandy Abdur Rahman, terbukti korupsi sebagaimana dalam dakwaan primer, pasal 2 ayat 1, Jo pasal 18 UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

    Sedangkan untuk terdakwa Anas Ma’ruf, mantan Kadisperindag Jember yang juga Pengguna Anggaran (PA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) divonis 4 tahun, denda Rp 200 juta, subsider 2 bulan penjara. Anas tidak dibebani uang pengganti karena terdakwa tidak menikmati uang korupsi. 

    Dalam perkara ini, Anas terbukti dalam dakwaan subsider penuntut umum, pasal 11 UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. 


    Sehabis sidang, Penasehat Hukum (PH) Irawan Sugeng Widodo, Christie Jacobus SH mengatakan, putusan bebas bagi kliennya itu sesuai dengan do'a dan harapannya.

    " Sejak awal kami menyatakan  yakin bahwa  kebenaran ada dalam diri Irawan Sugeng Widodo. Pak Irawan bertindak sebagai kapasitas pribadi dan tidak kapasutas Direktur. Dalam kapasitas pribadi,  hanya melakukan perbuatan mendesain dan menggambar. Tidak ikut proses lelang dan tidak tahu sama sekali.  Semua yang kelola Fariz dan Pak Irawan tidak tahu," ungkap PH Christie Jacobus SH.

    Atas putusan majelis hakim ini, sudah sesuai dengan fakta persidangan. "Ini bebas murni untuk Pak Irawan. Hakim perintahkan Pak Irawan segera dikeluarkan dari tahanan.  Ini perintah putusan dan harus segera dilaksanakan. Tidak perlu menunggu upaya hukum lain," tukasnya. (ded)

    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Terdakwa Irawan Sugeng Divonis Bebas, Tiga Terdakwa Lainnya Divonis Berbeda-Beda Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas