728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 14 September 2020

    Sunarti Dituntut 2 Tahun, Sangaji dan Judi 3 Tahun, PH Siap Ajukan Pledoi



        Heber Sihombing SH




    SIDOARJO (mediasurabayarek.com) -   Agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK pada sidang lanjutan  tiga terdakwa, yakni Kepala Dinas PU BMSDA Sunarti Setyaningsih, Kabid Bina Marga Dinas PU BMSDA Judi Tetrahastoto dan Kabag ULP Sanadjihitu Sangadji--yang tersandung  dugaan suap pembangunan  proyek di Sidoarjo-- digelar di ruang Candra Pengadilan Tipikor, Juanda, Sidoarjo, Senin (14/9/2020).


    Ketiga anak Saiful Ilah ini , mendapatkan tuntutan lebih ringan dari pimpinannya.  Tuntutan  untuk terdakwa Sunarti Setyaningsih (Kepala Dinas PUBMSDA) dituntut 2 tahun penjara,   Judi Tetra Hastoto ( Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUBMSDA) 3 tahun dan  Sanajihitu Sangaji (Kabag ULP)  3 tahun.

    Dalam tuntutannya, Sunarti  dituntut hukuman penjara selama dua (2) tahun dan denda Rp 100 juta, subsider 6 bulan penjara. Selain itu, diwajibkan mengembalikan uang suap Rp 225 juta yang diterimanya. Tapi karena uang sudah disita, dia tak perlu membayar.

    "Terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 11 Undang-undang Tipikor junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP,"  ucap JPU KPK, Dodi Sukmono ketika membacakan tuntutannya di depan majelis hakim.

    Menurut Dodi , Sunarti  dituntut paling ringan dengan pertimbangan , telah  mengakui semua perbuatannya dan menyesali perbuatannya. Terlebih lagi, Sunarti Naning memiliki tiga anak dan suaminya meninggal dunia, ketika terdakwa masih menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor.

    Sedangkan, terdakwa Judi Tetrahastoto dituntut hukuman penjara selama tiga (3)  tahun dan denda Rp 150 juta subsider 6 bulan hukuman penjara. Judi dianggap bersalah dan melanggar pasal 11 Undang-undang Tipikor junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

    Pertimbangan  yang meringankan adalah  Judi mengakui semua perbuatannya dan menyesalinya. Terdakwa Judi juga diwajibkan membayar pengganti Rp 450 juta.

    Namun karena sudah ada Rp 230 juta yang disita KPK, sehingga dia wajib mengembalikan Rp 230 juta. 

    Kewajiban itu, wajib dibayar maksimal satu bulan setelah perkara inkrah. Jika tidak, harta bendanya disita. Dan jika tak ada, maka harus diganti hukuman penjara selama satu tahun.

    JPU KPK juga menjerat  terdakwa Sangaji  dengan pasal yang sama pula. Sangaji juga dituntut hukuman penjara selama tiga (3) tahun dan denda Rp 150 juta subsider 6 bulan kurungan. 


    Bukan hanya itu,  Sangaji juga diwajibkan membayar uang pengganti Rp 300 juta. Karena Rp 100 juta sudah disita dari terdakwa dan Rp 90 juta dari Pokja ULP, Sangaji hanya wajib mengembalikan Rp 110 juta.

    Kalaupun tidak dibayar, diganti dengan hukuman 1 tahun. Pertimbangan meringankan juga sama, karena mengakui dan menyesali perbuatannya. 

    Kasus dugaan korupsi berjamaah ini terungkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim penyidik KPK di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo 7 Januari 2020 lalu. 


    Setelah pembacaan tuntutan oleh JPU KPK sudah selesai, Hakim Ketua Cokorda Gede Arthna SH MHum mengatakan, terdakwa maupun penasehat hukum (PH) terdakwa diberikn kesempatan mengajukan nota pembelaan (pledoi) pada Senin (21/9/2020).

    "Silahkan PH terdakwa maupun terdakwa mengajukan pledoi pada Senin depan," katanya seraya mengetukkan palunya sebagai pertanda disidang ditutup.



    Sehabis sidang PH Heber Sihombing SH mengungkapkan,  faktanya klien menerima , karena  mereka pejabat itu saja, bukan karena telah melakukan sesuatu. Tuntutan jaksa agak berat , tetapi masih sesuai dengan fakta.

    "Lebih ke arah pasal 11 UU Tipikor, mereka diberikan karena pejabat. Fakta terungkap, mereka tidak pernah meminta sesuatu dan menjanjikan sesuatu. Jadi, sesuai fakta. Semua uang di sita ketika  dilakukan OTT (oleh KPK-red). Kalau Pak Judi, diberikan uang pengganti, karena ada kelebihan," cetusnya.


    Dijelaskan Heber Sihombing SH, ketiga  terdakwa seharusnya  dituntut dua (2) tahun penjara semuanya. Tetapi, tuntutan jaksa harus dihargai, kendati Judi dan Sangaji dituntut tiga (3) tahun penjara.

    "Seharusnya ketiga terdakwa dituntut sama sama dua (2) tahun oleh Jaksa. Tetapi, kita hargai tuntutan jaksa, mungkin punya pendapat sendiri-sendiri," tegasnya. 

    Menurut  Heber Sihombing SH,  pihaknya pekan depan siap mengajukan pledoi dan meminta hukuman yang seringan-ringannya pada majelis hakim yang menangani perkara ini.  (ded)



    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Sunarti Dituntut 2 Tahun, Sangaji dan Judi 3 Tahun, PH Siap Ajukan Pledoi Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas