728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 29 Juli 2020

    Terdakwa Candra dan Nanang Dituntut 1 Tahun dan 3 bulan, PH Menilai Terlalu Berat





        PH Dr. Solehoddin SH MH & Rekan 



        Dr. Solehoddin SH MH & Rekan 



    SIDOARJO (mediasurabayarek.com) -  Sidang lanjutan terdakwa  Nanang Rofii dan  Candra, yang tersandung dugaan perkara korupsi pengalihan lahan milik Pemerintah Kota (pemkot)  Malang, kini memasuki agenda tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU)  yang  digelar di ruang Candra  Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya,  Rabu (29/7/2020).

    Giliran pertama terdakwa Nanang Rofii mendengarkan tuntutan JPU Eko Irawan SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Malang , yang dituntut  satu (1) tahun dan 3 bulan, denda Rp 50 juta subsidair  3 bulan kurungan, serta membayar biaya perkara Rp 10.000.

    "Terdakwa Nanang terbukti secara sah dan  meyakinkan melakukan tindak piana korupsi, sebagaimana diatur dalam pasal  3 dan pasal 2 UU Tindak Pidana Korupsi dan pasal 55 ayat 1 KUHP. Menjatuhkan pidana pada Nanang Roffi dengan hukuman 1 tahun dan 3 Bulan, denda Rp 50 juta subsidair  3 bulan kurungan," ucap JPU Eko Irawan SH  dalam surat tuntutannya yang dibacakan di persidangan.


    Tak berbeda dengan Nanang, terdakwa Candra juga dituntut dengan hukuman  yang sama, yakni 1 tahun dan 3  bulan, denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan, serta membayar biaya perkara Rp 10.000.


    Setelah mendengarkan pembacaan tuntutan dari JPU, Hakim Ketua Cokorda Gede Artana SH MHum, mengatakan, pihak Penasehat Hukum (PH) kedua terdakwa diberikan kesempatan menyampaikan nota pembelaan (pledoi)  yang akan disampaikan pada Senin (10/8/2020) mendatang.

    "Tolong  PH terdakwa menyiapkan pledoinya  pada Senin (10/8/2020) dan pada Rabu (12/8/2020) majelis hakim akan menjatuhkan putusan atas kedua terdakwa. Kalau ada replik dan duplik silahkan disampaikan pada Selasa (11/8/2020).Atau bisa disampaikan Rabu (12/8/2020) dan langsung putusan," kata Hakim Ketua Cokorda Gede Arthana.

    Sehabis sidang,  Ketua Tim PH  terdakwa, Dr. Solehoddin SH MH  mengungkapkan, tuntutan terhadap Nanang dan Candra masing -masing 1 tahun dan 3 bulan itu, dinilai  terlalu berat.

     Bahkan,  kedua terdakwa itu seharusnya dituntut t bebas, karena dalam -fakta persidangan tidak ada satupun bukti yang mengarah kepada Nanang, bahwa dia bukan pejabat yang menerbitkan sertifikat. Tidak mungkin seseorang yang tidak menerbitkan sertiifkat, malah korupsi.

    "Saya katakan, bahwa Nanang harus bebas dan Candra harus bebas pula. Karena keduanya sama-sama punya  argumentasi  yang bisa dibebaskan. 

    Pertama, untuk Nanang  sebagai orang yang menjalankan perintah jabatan tidak bisa dipidanakan. Sebagai petugas ukur , dia sudah menjalankan tupoksinya dengan benar dan sesuai perintah atasan.


    Sesuai pasal  51 KUHP, orang yang menjalankan perintah atasan itu, tidak bisa dipidanakan. Seharusnya, atasannya- lah yang bertanggungjawab atas perbuatan tersebut.

    Sedangkan kedua, untuk   Candara   sebagai pembeli yang beretikad baik  itu tidak bisa dipidanakan dan harus dilindungi oleh hukum.

    "Itulah yang menurut saya harus menjadi acuan. Insya Allah kedua terdakwa bisa bebas.  Untuk sidang berikutnya, saya akan mengajukan pledoi,"  cetusnya. 

    Dalam sidang sebelumnya, Candra terbukti  berhati- hati sekali dalam membeli tanah dan sudah checking dua kali pada dua notaris berbeda.

    Candra bilang tadi , clearance Rp 450 juta dibayarkan setelah  terbitnya SHM 1603. Jadi kalau dipaksakan, kalau bayar sebelumnya itu tidak benar dan tidak mungkin. Dia merasa tertipu membeli tanah dari Leonardo, yang  bukan miliknya. Lagi pula, karena surat kuasa dan tanda tangan palsu. Dia dijebak dan Candra adalah orang yang dirugikan. (ded) 
    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Terdakwa Candra dan Nanang Dituntut 1 Tahun dan 3 bulan, PH Menilai Terlalu Berat Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas