728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 14 Juli 2020

    Delapan Saksi Sebut Tiga Terdakwa Tak Pernah Intervensi dan Tak Pernah Janjikan Apapun




         Heber Sihombing  SH 


          Suasana sidang 


    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -  Agenda sidang pemeriksaan sejumlah saksi masih mewarnai sidang  lanjutan  tiga terdakwa, yakni Kepala Dinas PU BMSDA Sunarti Setyaningsih, Kabid Bina Marga Dinas PU BMSDA Judi Tetrahastoto dan Kabag ULP Sanadjihitu Sangadji--yang tersandung  dugaan suap pembangunan  proyek di Sidoarjo-- yang kembali  digelar di ruang Candra Pengadilan Tipikor, Juanda, Sidoarjo,  Senin (13/7/2020).

    Kali ini  8 (delapan)  saksi yang dihadirkan adalah Ahmad Zaini (Sekda Sidoarjo), Oki Syahputra, Teguh Hadi Winarko, Siti Novi dan Kristina (karyawan Gofur), Wahid, Dwi Hariyanto, dan Agus. 


    Dalam keterangannya, saksi  Ahmad Zaini (Sekda Sidoarjo) menyatakan, pihaknya pernah disambung  Syaiful ilah dan Gofur, terkait proyek jalan Candi-Prasung.

    Namun begitu, Ahmad Zaini mengaku, tidak pernah mengirim WA (Whatsapp) ke terdakwa Sangaji soal rekomendasi Syaiful Illah terkait proyek.  Hubungan antara Zaini dan Sangaji hanya sebatas atasan dan bawahan, tidak ada yang spesifik atau khusus.

    Sementara itu, saksi Oki Syahputra menerangkan, dia pernah diajak empat kali diajak Sangaji menemui Gofur di tempat yang berbeda-beda. Dalam satu pertemuan, ketemu Gofur dan Totok. Tetapi, saksi Oki berada di luar ruangan. Tidak tahu ada yang dibicarakan sama sekali.

    Bahkan, Totok pernah menitipkan tas melalui Oki di dalam mobil.  Lantas, Totok diturunkan di gang yang berdekatan dengan rumahnya. "Saya lihat tas itu dan besoknya saya masukkan lemari besi Sangaji," ucapnya.

    Sedangkan, saksi Teguh Hadi Winarko (ajudan Bupati) mengatakan,  terdakwa Sangaji pernah menghadap ke Bupati di rumah.  Pada 1 Oktober 2019,  Sangaji ketemu Bupati di teras Pendopo.

    "Saya nggak lihat Sangaji membawa tas atau bungkusan," ujar Teguh Hadi.

    Sementara itu, saksi Siti Novi dan Kristina (keduanya karyawan Gofur) menjelaskan, pernah ditelepon Suparno  untuk menyiapkan atau menyerahkan sejumlah uang. 

    "Saya disuruh siapkan uang Rp 500 juta untuk kegiatan dan ditelepon Gofur yang butuh uang Rp 950 juta. Lantas uang itu diserahkan pada Suparni," kata Siti Novi. Dia hanya sebatas melakukan perintah Gofur dan Suparni saja.


    Giliran Penasehat Hukum (PH) ketiga terdakwa,  Heber Sihombing  SH bertanya pada Ahmad Zaini (Sekda Sidoarjo), apakah terdakwa Sangaji, Judi dan Sunarti , serta Pokja, pernah mengintervensi terkait proyek ?


    Ahmad Zaini menjawab,  ketiga terdakwa tidak pernah melakukan intervensi apapun terkait proyek di Pemkab Sidoarjo. Tidak ada kewajiban dari ketiga terdakwa ini mengasih imbalan pada Zaini, Sekda Sidoarjo.

    "Apakah Sunarti pernah memohon atau intervensi atas sesuatu pada Pak Zaini?," tanya Heber Sihombing SH.

    Lagi-lagi, Sekda Zaini menjawab dengan tegas, bahwa Sunarti tidak pernah melakukan intervensi, begitu pula dengan dua terdakwa lannya (Judi dan Sangaji) juga tidak pernah intervensi apapun.


    Heber Sihombing SH bertanya pada saksi Oki Syahputra dan Teguh Hadi Winarko, tentang dana untuk Bupati Syaiful Ilah.

    "Cerita dari Sangaji bahwa ada dana untuk Bupati. Dana itu berasal dari Gofur ," cetus Oki.

    Masih kata Oki, bungkusn diserahkan padanya dan dimasukan dalam loker Sangaji. Tetapi, belum pernah dibuka oleh Sangaji. 

    Pengakuan serupa disampaikan oleh Teguh Hadi Winarko (ajudan Bupati),  bahwa Sangaji pernah masuk dan menghadap Bupati di rumahnya. Namun, saksi Teguh tidak melihat Sangaji membawa tas dan mengeluarkan  sesuatu. 

    Lagi-lagi, Heber Sihombing SH bertanya pada Siti Nova dan Kristina (pegawai Gofur), apakah ada catatan untuk pengeluaran Judi, Sangaji dan Sunarti ?

    "Nggak ada Pak," jawab Siti Nova dan Kristina dengan nada tegas.

    Sebelum sidang ditutup oleh Hakim Ketua Cokorda  Arthana SH MHum  memberikan kesempatan pada Tim PH Heber Sihombing untuk menyampaikan permintaannya.

    "Ada saksi meringankan yang akan dihadirkan dari Ambon, Yang Mulia," pinta Heber Sihombing SH.

    Setelah pemeriksaan saksi saksi dianggap sudah cukup, Hakim Ketua Cokorda  Arthana SH MHum  mengungkapkan, sidang akan dilanjutkan dengan pada  Senin (20/7/2020) mendatang.

    "Baiklah, sidang akan dilanjutkan Senin depan dengan agenda mendengarkan saksi saksi yang dihadirkan Jaksa,"  tukasnya seraya mengetukkan palunya, sebagai tanda sidang ditutup.



    Sehabis sidang , Ketua Tim  PH tiga terdakwa,   Heber Sihombing  SH menuturkan, awalnya Sangaji minta bantuan untuk bencana Ambon Rp  300 juta. Tetapi, sama  Gofur dikasih Rp 300 juta, yang Rp 200 juta dititipkan Bupati. 

    "Sangaji tidak ada permintaan apapun untuk proyek proyek itu. Terdakwa tidak ada intervensi apapun,"   kata Heber Sihombing SH. 

    Terkait penyerahan uang pada Bupati, saksi Teguh Hadi (ajudan Bupati) ngotot memberikan keterangan, bahwa dia tidak melihat  Sangaji membawa tas dan tidak melihat menyerahkan sesuatu pada Bupati.

    "Faktanya, tas dibawa Sangaji. Kata  si Oki tidak tahu dan melihat hal itu," tandas Heber Sihombing SH. (ded) 

    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Delapan Saksi Sebut Tiga Terdakwa Tak Pernah Intervensi dan Tak Pernah Janjikan Apapun Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas