728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 12 Juli 2020

    SAH : "Lestarikan Ludruk dan Batik Suroboyo Asli, Jangan Sampai Punah !"








    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -  Acara Ngopi Bareng dengan Bu SAH (Siti Anggraenie Hapsari) dengan  hiburan pelawak  Cak Suro &  Eko Londo yang diiringi Campursari Keroncong yang digelar di Posko SAH di Jl Tenggilis Utara No.63 Surabaya, Sabtu (11/7/2020). 

    Dalam acara dadakan, spontan, yang dikemas dengan santai ini dihadiri sekitar  100 rekan rekan relawan SAH yang setia  selama 4 (empat) bulan ini keliling di banyak tempat di Surabaya, meskipun di tengah - tengah pandemi Covid-19.

    "Alhamdulillah, dengan niat baik, semuanya tetap sehat wal'afiat dan penuh semangat," ujar SAH.

    Namun demikian, SAH tidak lupa mengumandangkan slogannya. "Suroboyo...Suroboyo...!," ucapnya.  Spontan dijawab oleh para relawan SAH," SAH...SAH...," katanya. 

    "Berani jadi penerus lebih baik ? Harus," cetus SAH dengan penuh semangat.

    Dalam sambutannnya, SAH merasa bersyukur bisa  dipertemukan dengan seniman yang luar biasa, yakni Cak Suro. Tokoh budaya Surabaya yang mencintai kesenian Surabaya, ludruk dan parikan.

    Pesan yang disampaikan adalah cobalah mencintai dan mengangkat seni ludruk agar lebih dikenal masyarakat Surabaya. "Kalau kita tanya anak anak muda, jula juli itu apa, ya nggak tahu. Kita harus lestarikan dan memberikan wadah dan ruang bagi pelaku seni tradisional Surabaya. Jadi ciri khas kebanggaan Arek Suroboyo," tuturnya.

    Sebenarnya, kata SAH, dalam jula-juli dan parikan itu banyak pesan moral yang disampaikan pada masyarakat melalui tembang atau nasehat yang dilantunkan dengan lagu. 


    "Cak Suro  memiliki ide yang banyak dan memberikan masukan dan mengusulkan membangun  Surabaya. Mengingatkan kembali seni asli Suroboyo, yakni ludruk ,  jula-juli dan parikan," tuturnya.





    Menurut SAH, sudah selayaknya kesenian ludruk yang asli Surabaya ini mendapatkan  perhatian serius dan ditampilan pertunjukan ludruk ini pusat  perbelanjaan atau mall secara periodik. 

    Ada keberanian menunjukkan ludruk di tempat yang lebih eksklusif, dipertontonkan di seluruh kalangan bawah, menengah dan atas di mall-mall. Agar lebih dikenal masyarakat luas. Budaya dan bahasa Jawa sebenarnya sudah menjadi nasional dan  mendunia, berkat tokoh legenda yang barusan meninggal, Didi Kempot.

    "Kesenian asli Suroboyo ini harus diangkat, mengingat  Leang-Leong atau Barongsai yang kerapkali tampil di mall-mall. Kalau saya jadi Wakil Wali Kota Surabaya, ludruk dan parikan akan pentas di mall," ungkap SAH.

    Bahkan, akan menggelar lomba main ludruk, jula juli dan parikan yang diikuti oleh anak anak SMA dan mahasiswa. "Cak Suro menyampaikan kalau ludruk ini sampai punah, maka Surabaya akan kehilangan karakter dan kesenian ludruk. Dulu, ada pentas ludruk di THR Surabaya. Yang terpenting adalah bagaimana menghidupkan kembali kesenian asli Surabaya ini," tukas SAH.



    Keseriusah SAH tidak hanya sekadar menghidupkan dan mengangkat kesenian ludruk asli Surabaya agar tidak sampai punah. Namun, SAH juga punya program menjadikan Surabaya menjadi kota wisata keluarga.  Tentunya, salah satunya  ada tempat hiburan menjadi tujuan menjadi berwisata. 

    Pementasan ludruk dan reog yang dikemas bagus dan digelar pertunjukan budaya asli yang spektakuler itu tidak ditemui di tempat lain, namun memberikan hiburan dan edukasi. 

    "Kebutuhan masyarakat pecinta seni khusus, memang membutuhkan anggaran. Hal itu bisa dicarikan dari suatu kegiatan untuk membuka destinasi wisata berbayar dan bisa menghidupi mereka. Mendapatkan lapangan kerja dan pemasukan tetap dengan bentuk kegiatan yang dikelola dengan baik," katanya.

    Selain itu, SAH ingin menciptakan dan mengembangkan batik khas Surabaya. Asalkan ada kemauan dengan membuat pelatihan warga masyarakat dan dilombakan batik ciri khas Surabaya dan menjadi ikon dan dikenal luas. 

    "Kita punya ciri khas tersendiri menjadi batik Surabaya. Kita puya desain batik Surabaya akan diselenggarakan  lomba batik. Jika hal ini terwujud dengan baik, akan tercipta  industri perumahan dan menambah income keluarga," paparnya.




    Nantinya, lanjut SAH, akan diciptakan sentra batik Surabaya yang dikelola dengan baik dan serius. Hal ini tidak ada yang sulit, asalkan ada  tempat penjualan yang bagus dan membuat wisatawan tertarik.

    Untuk memajukan batik Surabaya bisa menjadikan kawasan Dolly dan Jarak--eks lokalisasi terbesar di Asia Tenggara--menjadi sentra bisnis batik Surabaya. Kalau perlu mendatangkan investor ke sana. Tujuannya membuat wilayah itu perekonomiannya hidup kembali.

    "Kita latih dan produksinya berkualitas tinggi dan berikan market place yang bagus. Mulai skala kecil sampai besar. Hal ini bukan hal yang sulit untuk direalisasikan," katanya. 

    Untuk solusi pemasarannya, bisa menjadikan batik Surabaya dipakai oleh ASN (Aparatur Sipil Negara) sebagai seragam pada hari hari tertentu. Ada satu kewajiban bagi ASN untuk memakai baju batik. Hari Jum'at wajib pakai seragam batik.

    "Selama ini, masyarakat malah mengenakan batik dari kota kota lainnya. Ikon Surabaya, tugu pahlawan ditempelkan pada batik  orang Surabaya. Tidak hanya memproduksi, tetapi  pemasarannya lebih kontinyu," tandas SAH. 


    Begitu pula dengan para pelajar SD, SMP dan SMA di Surabaya mengenakan seragam batik pada hari hari tertentu . Hal ini akan membuat masyarakat akan bangga dan makin mencintai batik Surabaya asli.

    Dengan demikian, pecinta batik Surabaya akan lebih banyak dan lebih kontinyu. Ini akan membuat pengrajin batik akan lebih semangat dan bisnisnya makin berkembang dan maju pesat nantinya. (ded)









    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: SAH : "Lestarikan Ludruk dan Batik Suroboyo Asli, Jangan Sampai Punah !" Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas