728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 31 Juli 2020

    Mantan Bupati Mojokerto Terancam Kena Pidana Berikan Kesaksian Palsu












    SURABAYA (mediasurabayarek.com)-  Gara-gara dinilai memberikan keterangan yang berbelit-belit dalam sidang  lanjutan  kasus dugaan gratifikasi dengan terdakwa Ir. Zaenal Abidin M.M.T,  Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa (MKP) Mantan Bupati Mojokerto terancam terkena  pasal kesaksian palsu dalam persidangan yang di gelar di pengadilan Tipikor Surabaya,Kamis (29/7/2020).


    Mustofa Kamal Pasa (MKP) dihadirkan oleh jaksa KPK sebagai saksi atas kasus gratifikasi yang menimpa Ir.Zaenal Abidin M.M.T dari 6 paket proyek di Pemkab Mojokerto tahun 2015 lalu .

    Dari keterangan para saksi sebelunya , yaitu Herdrawan Manusama anak dari mantan Kajati Jawa-Timur Marwan Effendy SH  dan  Erick Armando Talla, mengenai  uang fee 6 paket proyek juga berikan ke Mantan Bupati Mustofa Kamal Pasa sebesar Rp 2,5 miliar  serta uang setoran mingguan dari dinas penghasil di lingkup pemerintah Mojokerto seperti dalam pengakuan saksi dari Ajudan bupati Mustofa Kamal Pasa, Lutfi Afif Mutakim.

    Dalam kesaksiannya uang setoran mingguan buat MKP saat masih menjadi Bupati Mojokerto tersebut memang betul adanya. Uang setoran tersebut diterima lalu di taruh di Meja Kerja Bupati MKP.

    Ketika ditanya Ketua Majelis Hakim H.Dede Suryaman perihal di mana mengemal Hendrawan Manusama dan ada hubungan apa?


    Dijelaskannya, bahwa pertama kenal itu dari ayahnya yang saat itu menjabat sebagai Kajati Jawa Timur, dan bertemu pertama kali saat di rumah Hendrawan Manusama saat punya hajatan dan setelah itu tidk pernah ketemu lagi dengan Hendrawan M.

    Ketika di bacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari Penyidik KPK oleh Hakim Anggota,  dalam BAP bahwa Hendrawan Manusama minta pekerjaan ke Mustofa Kamal Pasa (MKP) , ketika  masih menjabat Bupati Mojokerto.

    MKP menjelaskan, bahwa hal  itu tidak benar dan dirinya ketemu dengan Hendrawan hanya sekali saja.

    “Demi allah yang mulia saya hanya ketemu satu kali dengan Hendrawan Manusama,” ujar  MKP.


    "Terus kenapa kok dalam BAPnya kok seperti itu?," tanya majelis Hakim.


    Lagi-lagi, MKP menjawab,  dirinya lagi banyak pikiran hingga dirinya tidak fokus, namun MKP menyampaikan kalau dirinya di pesani oleh ayahnya (Marwan Effendi, Red) untuk menjaga Hendrawan.

    MKP juga tidak mengetahui, kalau Hendrawan Manusama mendapatkan pekerjaan proyek di Mojokerto. Dia tahu kalau Hendrawan mendapat pekerjaan di Mojokerto , setelah dilapori oleh pejabat dinas PUPR yang bernama Anik Mutmainah.

    Kembali majelis Hakim mengingatkan kepada  saksi MKP  untuk bicara jujur karena sudah di sumpah.

    "Semua saksi memberi keterangan kalau mengarah ke Anda,baiknya bicara aja apa adanya. Terus mengenai uang setoran mingguan dari para kepala Dinas gimana? Menurut saksi Lutfi Arif Mutakim kalo uang tersebut di taruh di meja kerja anda?," kata majelis hakim.

    MKP mengatakan memang uang itu ada, tetapi bukan dirinya yang menerima tapi Saudara Rohmadi juru masak di pendopo Kabupaten Mojokerto.

    Selain juru masak Rohmadi juga yang mengurusi benda-benda antik sehingga banyak kegiatan yang membutuhkan biaya, dandi bantu oleh para kepala dinas di Pemkab Mojokerto.


    ” Uang tersebut yang menerima Rohmadi yang mulia, bukan saya. Karena Rohmadi itu orang dekat dengan saya. Sehingga banyak pejabat yang mau memberi bantuan buat kegiatannya,  yang mulia, cetus MKP.

    “Pak Jaksa, karena keterangan saksi ini berbelit-belit dan nggak masuk akal tolong naikan status keterangan palsu saksi ini,” pinta  Ketua Majelis Hakim H.Dede Suryaman S.H. M.H sambil menunjuk ke arah MKP.

    Saksi lainya dalam sidang lanjutan Kasus Gratifikasi mantan Kadis PUPR Kabupaten Mojokerto Ir.Zaenal Abidin S.T,  adalah Bejo Utomo kontraktor asal malang yang di tahun 2015 awal sebagai kordinator Rekanan.

    Sementara itu,  Penasehat Hukum Ir Zaenal Abidin M.M.T, Drs.Ben.D. Hadjon, S.H menegaskan , bahwa keterangan  menyangkut kesaksian tadi tidak memenuhi unsur pembuktian, karena semuanya hanya berdasarkan katanya saja.

    "Kita akan menghadirkan 1 orang saksi meringkankan serta 1 saksi ahli pidana.
    Ahli Pidana yang akan menjelaskan nilai pembuktian, khususnya tentang hakekat dari nilai pembuktian berdasarkan dari keterangan saksi,” tanda PH Drs.Ben.D. Hadjon, S.H. (ded)


    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Mantan Bupati Mojokerto Terancam Kena Pidana Berikan Kesaksian Palsu Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas