728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 17 Juli 2020

    Jubir Korban Sebut Diduga Pelaku Beraksi Seminggu 4 Kali, PH Terdakwa Sebut 2 Saksi Tidak Melihat Sendiri Kejadiannya




        Eden, Jubir Korban





    SURABAYA (mediasurabayarek.com) –   Pendeta Hanny Layantara hari Kamis (16/7/2020) dijadwalkan menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Ada tiga saksi yang dihadirkan, namun satu saksi adalah istri terdakwa tidak bisa hadir, karena sedang sakit.

    Dua saksi lainnya, adalah pekerja gereja dan pembantu rumah tangga, yang tidak melihat sendiri atas kejadian tersebut. 


    Seusai sidang, kuasa hukum terdakwa,  Abdurahman Saleh SH  mengatakan, bahwa sidang saksi ada tiga yang hadirkan di muka persidangan. Namun, yang hadir hanya dua saksi dan satu saksi tidak hadir.

    "Saksi fakta tadi dikonfrontir, hasilnya seperti itu, tetap menghindari. Katanya penyidik begini, katanya yang disidik begini. Karena ada beberapa orang yang menyidik, maka hal itu menjadi kewajiban hakim untuk dikonfrontir  lagi. Ini panjang," ucapnya.

    Menurut Abdurahman Saleh SH , meskipun saksi dipancing-pancing oleh jaksa dan hakim dengan pertanyaan. Namun, saksi tetap dalam pendiriannya, mengingat saksi adalah orang desa dan masih polos. 

    "Dia (saksi-red) orang desa dan polos. Logika berpikirnya berbeda dengan kita-kita ini," ujarnya.

    Dijelaskan Abdurahman Saleh SH, dalam proses pengadilan ini  masih banyak fakta hukum yang harus digali di persidangan. Hakim tidak terikat masa penahanan.  Pembuktian adalah rel hukum, harus dilalui dan bukan dilewati. 

    "Ada jenjang pembuktian.  Ada kewajiban jaksa membuktikan dan ada kewajiban penasehat hukum untuk membuktikan. Akan hadirkan saksi meringankan, jadi ada keseimbangan hukum. Itu dilindungi oleh KUHAP dan akan kami pergunakan," katanya.

    Abdurahman Saleh SH mengharapkan, tidak  membunuh karakter seseorang (terdakwa-re), sebelum diputuskan oleh lembaga peradilan. "Saya berulang-ulang menyatakan, jangan ada justis  di luar peradilan.  Azas praduga tidak bersalah harus dikedepankan," pintanya.

    "Proses BAP akan diuji lagi dengan konfrontir berikutnya, karena menyebut ada beberapa orang yang melakukan penyidikan. Apa yang disangkal dan faktanya tidak boleh (diungkapkan pada media-red) . Minggu depan, Kamis 23 Juli 2020, akan diuji lagi," cetusnya.

    Dalam pemeriksaan saksi pegawai gereja dan pembantu, tidak ada yang melihat sendiri secara fakta. Ini rangkaian peristiwa yang sumbernya dari pengakuan dari satu pihak saja. 

    "Mohon maaf, pengakuan dari korban. Sementara, saksi saksi dan bukti lain belum ada pengakuan.  Saksi tidak melihat sendiri, begini. Pengakuan jadi salah satu alat bukti dalam hukum pidana. Tetapi, diikuti alat bukti lainnya," ungkapnya. 


    Sementara itu, Eden, Jubir keluarga korban mengatakan, setelah  pelaku mengadopsi anak baru,  intensitan dugaan aksi pencabulan mulai berkurang. Tadinya, seminggu empat sampai lima jali, menjadi  seminggu hanya dua kali.

    "Start-nya dari  tahun 2005. Saat iru,  si korban genap berusia 12 tahun. setelah melakukan pendekatan selama dua tahun oleh pelaku pada korban sejak berusia 10 tahun. Nah, setelah dekat, pelaku diduga melakukan  aksi pencabulan mulai 2005 sampai 2011," tuturnya.

    Masih kata Eden, tiga saksi yang dihadirkan dalam persidangan. Namun, mendengar dari Jaksa, bahwa istri pelaku (AM) tidak bisa hadir memenuhi panggilan jaksa sebagai saksi di persidangan, karena kurang sehat.


    "Saksi SM (penjaga gereja) dan LD (pekerja/pembantu gereja) melihat korban di Tempat Kejadian Perkara (TKP), khususnya pembantu. Karena minta dibuatkan makanan dan terjadi di lantai 4. Pernyataan kedua saksi ini tahu banget aktivitas korban di ruangan itu," kata  eden. (ded) 

    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Jubir Korban Sebut Diduga Pelaku Beraksi Seminggu 4 Kali, PH Terdakwa Sebut 2 Saksi Tidak Melihat Sendiri Kejadiannya Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas