728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 31 Juli 2020

    Jaksa Datangkan Ahli Psikologi, Jubir Eden Minta Pelaku Dihukum Berat

      Jubir    Eden



       Abdurrachaman Saleh SH

    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -  Sidang lanjutan pendeta HL, yang tersandung kasus dugaan pencabulan, kali ini dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli psikolog, Yuwita Chika,  dari  Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Surabaya, yang  dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU)  Kejati Jatim yang digelar di ruang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (30/7/2020).


    Meskipun piskolog Yuwita  tidak menilai kasus ini dari peristiwa hukumnya dan hanya dari sisi keahliannya. Akan tetapi, dengan kehadiran ahli Psikolog tersebut dinilai kurang  adil oleh Penasehat Hukum (PH) pendeta HL, Abdurrachman Saleh SH.  

    “Tadi  saksi ahli yang didatangkan ke persidangan dan memberikan keterangan-keterangan sesuai dengan keahliannya. Dia tadi menilai psikologi dari sisi korban. Kalau mau adil seharusnya terdakwa juga dihadirkan seorang psikolog,” ujar PH Abdurrachman Saleh, dikonfirmasi media massa sehabis persidangan. Kamis (30/7/2020).

    Menurut Abdurrachman, kasus yang menjerat kliennya tersebut adalah perkara asusila yang terbilang sangat sensitif.

    “Perkara asusila itu hal-hal yang sangat sensitif dan sangat privasi. Jadi hakim ingin menggali kebenaran fakta hukumnya melalui kesaksian ahli. Kalau anak berprilaku seperti ini kejiwaanya seperti apa,? Kalau orang dewasa berbuat seperti ini seperti apa,? Kita kan tidak tahu traumatik kejiwaan seseorang. Kenapa kok terdakwa ini tidak diperiksa psikologi juga dari sisi kejiwaannya,”  ucapnya. 


    Abdurrachma juga mempertanyakan kenapa sampai hari ini majelis hakim tidak memberikan perintah lagi untuk mengkonfrontir antara saksi yang menolak BAP dengan penyidik.

    “Penyidiknya bukan tiga orang yang didatangkan. Ada penyidik yang menyidik langsung dan ada dua orang yang ‘mengaku’ penyidik tapi tidak dipanggil ke persidangan. Kenapa ini ? karena dua penyidik tersebut juga disebutkan oleh saksi yang menolak BAP,”  kata Abdurrachman Saleh.

    Dijelaskannya, konfrontasi tersebut memang sangat ditunggu-tunggu oleh terdakwa HL. Sebab bagaimanapun juga itu merupakan peristiwa hukum  dan  ada BAP yang ditolak.

    Sementara  itu, Eden, selaku Juru Bicara  (Jubir) keluarga korban berharap Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dapat menjatuhkan vonis maksimal terhadap terdakwa HL.

    “Kami  mengharapkan  agar keadilan ditegakkan sebenar-benarnya. Harapan dari keluarga korban juga masyarakat Surabaya tentu saja vonisnya maksimal, jadi dihukum seberat-beratnya,”  cetus  Eden di PN  Surabaya.

    Diungkapkan Eden, pelaku kejahatan seksual sudah seharusnya  mendapatkan ganjaran yang setimpal. Tujuannya jangan sampai terjadi kasus-kasus yang sama dengan pelaku-pelaku berbeda.

    “Intinya supaya ada efek jera pada pelaku kejahatan seksual. Karena ini kejahatan yang luar biasa dan dilakukan berulang-ulang dia akan mendapatkan hukuman tambahan,”  Eden pinta. 

    Dalam kesempatan itu, Eden menginginkan  setelah kasus pendeta HL dengan IW ini selesai, korban-korban yang lain berani muncul dan mengaku, serta melaporkan kasus ini pada pihak yang berwajib.

    “Hingga saat ini kami masih menunggu keberanian korban-korban yang lain untuk melapor. Saya tidak tahu apakah ada ancaman-ancaman yang lain. Karena memang korban yang sekarang (IW) ini diancam, dia tidak mau mengaku, karena hidup dalam ancaman. Sampai akhirnya dia memberanikan diri, karena dia sudah tidak sanggup lagi dengan mimpi buruknya,” ungkap Eden. (ded/kus)


    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Jaksa Datangkan Ahli Psikologi, Jubir Eden Minta Pelaku Dihukum Berat Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas