728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 19 Mei 2020

    Tuntutan Bos Es Krim PT Zhangrandi Ditunda

       Erles Rareral SH MH 



    SURABAYA (mediasurabayarek.com) –  Agenda sidang lanjutan  Bos  Es Krim Zhangrandi (Ir. Willy Tanumulia, drg. Grietje Tanumulia, Emmy Tanumulia, dan Fransiskus Martinus Soesetio), yang tersandung kasus dugaan  penggelapan saham, yang seharusnya diagendakan pembacan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo SH ,  digelar di ruang Garuda 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin  (11/5/2020).


    Sebelum pembacaan tuntutan oleh Jaksa yang digelar di ruang Garuda 1, 
    Pengadilan Negeri  (PN) Surabaya, para Bos Shangrandi melalui penasehat hukumnya (PH), Erles  Rareral SH MH, menyampaikan kepada majelis hakim yang di ketuai Pujo Saksono,  meminta diberikan waktu untuk melakukan upaya perdamaian yang akan diajukan kliennya.

    JPU Damang menyatakan, permohonan upaya perdamaian yang diajukan PH para terdakwa, hanya untuk pertimbangan saja. Sedangkan proses hukummya tetap jalan.

    “Hanya dijadikan pertimbangan tuntutan dan putusan saja, proses hukumnya tetep jalan,” ujar JPU dari Kejari Surabaya kepada media massa di PN Surabaya,  Senin (18/05/2020).

    Menurut Damang, pihaknya sudah siap  membacakan tuntutan, sesuai dengan jadwal yang ditentukan pada hari ini. Namun demikian, PH terdakwa mengajukan perdamaian dan terpaksa sidang ditunda.

    “Sebenarnya , jadwalnya hari ini saya bacakan, karena ada itikad dari para terdakwa yang disampaikan oleh PH nya, ya di tunda,”  katanya.


    ”Karena mereka  mengajukan perdamaian ya kita berikan waktu,” cetusnya.

    Setelah mendengarkan hal ini, Hakim Ketua Pujo Saksono menegaskan, bahwa tuntutan terhadap para terdakwa akan  ditunda jaksa sampai dua pekan ke depan, yakni 2 Juni 2020 mendatang.

    "Baiklah,  sidang tuntutan akan dilakukan pada 2 Juni mendatang, " katanya seraya mengetukkan palunya sebagai tanda sidang ditutup.

    Sehabis sidang , Erles Rareral SH MH mengungkapkan, uang yang dikembalikan Rp 375 juta. Mengenai kelanjutannya, sampai perusahaan itu ambruk atau kolaps. 

    "Sekarang saya lepas,  mereka saudara. Ngomong dulu, saja jauh dulu. Nantinya,  kasih tahu saya dan  kita ke notaris. Sidang tetap lanjut," cetusnya.

     Namun demikian, Erles Rareral SH MH mengapresiasi sikap majelis hakim maupun JPU yang memberikan kesempatan bagi para terdakwa dan pelapor untuk melakukan perdamaian. 

    "Kami berterima kasih kepada majelis hakim dan JPU yang tetap memberikan kesempatan perdamaian.   Karena mereka masih saudara ," tukasnya.


    Pada  agenda pemeriksaan terdakwa yang digelar pada hari Senin, 11 Mei, Terdakwa ditanya terkait Akta Surat Pernyataan No. 31 Tahun 1998, yang ditandatangani oleh semua ahli waris keluarga Zangrandi, termasuk para terdakwa sendiri. 

    Sebagaimana diketahui, Adi Tanumulia (alm) dan Jani Limawan (alm) merupakan pasangan suami istri yang memiliki tujuh anak kandung. Mereka adalah Sylvia Tanumulia, Robiyanto Tanumulia, Emmy Tanumulia, Willy Tanumulia, Ilse Radiastuti Tanumulia, Evy Susantidevi Tanumulia dan Grietje Tanumulia.

    Sebelum meninggal dunia, Adi Tanumulia (alm) dan Jani Limawan (alm) mendirikan sebuah perusahaan bergerak di bidang penjualan es krim dengan nama Zhangrandi. 

    Setelah Adi Tanumulia meninggal dunia, maka kegiatan usaha tersebut dilanjutkan oleh anak-anaknya, dan pada akhirnya didirikanlah PT. Zhangrandi Prima yang Pemegang Sahamnya adalah para ahli waris sekaligus.

    Pada saat pendirian PT Zangrandi, segenap Ahli Waris sepakat Saham milik Evy Susantidevi di atas namakan saudaranya yaitu Sylvia Tanumulia yang tertuang dalam Akta No. 31 tanggal 12 Pebruari 1998 tentang Surat Pernyataan yang dibuat dihadapan Notaris. 

    Selanjutnya, dalam setiap rapat perusahaan Evy selalu diundang bahkan diberikan uang tali asih  oleh perusahaan.

    Belakangan, sejak Sylvia meninggal dunia pada tahun 2013. Lantas, dilakukanlah rapat umum pemegang saham RUPS, kemudian saham sebanyak 20 milik Sylvia (alm) berikut milik Evy tersebut malah dialihkan sepihak kepada Willy (7) saham, Grietje (7) saham, dan Emmy (6) saham, pada tanggal 25 Agustus 2017. Dan hasil rapat tetap disahkan Fransiskus sebagai Direktur Utama Perusahaan. (ded)
    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Tuntutan Bos Es Krim PT Zhangrandi Ditunda Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas