728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 08 Mei 2020

    Terakhir, Sumari Sudah Transfer Rp 48 Juta Pada Rudi, Tapi Kedelai Tak Dikirimkan



       Sidang Sumari 


    SURABAYA (mediasurabayarek.com) - Sidang lanjutan terdakwa Sumari Bin Kadis, yang tersandung dugaan perkara penadah, masih dengan agenda  pemeriksaan saksi yang digelar di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (6/5/2020).

    Dua saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum  (JPU)  I Gede Willy Pramana SH MKn, itu adalah Sarjono (polisi penangkap Sandra/satpam) dan Totok Hariyanto (perkara Sumari).

    Dalam keterangannya, saksi Sarjono menyatakan, ketika berada di tempat kejadian perkara menemukan pintu handel gudang kedelai telah dirusak dengan menggunakan gergaji besi.

    "Pintu gudang sengaja dirusak untuk mengeluarkan kedelai. Ada Sandra dan Rudi langsung ditangkap dan dibawa ke kantor polisi," ucapnya.

    Namun demikian, sebelumnya kedua terdakwa itu sudah pernah mengeluarkan dan menggelapkan kedelai sebanyak lima (5) kali. "Penggelapan kedelai dilakukan empat (4) kali pada Desember 2019 dan sekali pada Januari 2020. Kedelai diangkut dengan Colt Diesel. Sekali muat sekitar 9 ton," ujar saksi Sarjono.

    Sementara itu, Totok Hariyanto mengatakan, Rudi bilang kedelai dijual kepada Sumari. Hasil dari penggelapan kedelai dibagikan kepada 7 terdakwa, namun tidak merata. 

    "Pengakuan terdakwa Rudi, ada beberapa kali kedelai dijual kepada Sumari. Harga kedelai dijual Rp 4.000 per kg. Sedangkan harga pasaran Rp 6.000 per kg. Ada 5 kali kedelai yang dijual Rudi kepada Sumari sekitar 45 ton," kata saksi Totok.

    Menurut saksi Totok, setiap kali kedelai habis terjual oleh Sumari, langsung ditransferkan uangnya ke Rudi dengan menggunakan rekening BCA.  "Penggelapan kedelai tanpa dilengkapi surat jalan dan DO (delovery order) kosongan," cetusnya.

    Setelah keterangan kedua  saksi dirasakan cukup, Hakim Ketua mengatakan,  sidang akan dilanjutkan dengan pemeriksan terdakwa pada Rabu (13/5/2020) mendatang.

    "Baiklah, Rabu (13/5/2020) depan, akan dilanjutkan sidang pemeriksaan terdakwa," ungkap Hakim Ketua. 



    Sehabis sidang, Penasehat Hukum (PH) terdakwa Sumari, Heri Budianto SH menegaskan , keterangan kedua saksi hanyalah sebatas menangkap para terdakwa saja, tidak tahu  secara detil penggelapan dan setiap kali  pengiriman kedelai yang dikatakan 'kedelai siluman' itu.

    "Terakhir, Sumari sudah membayar kedelai dengan nilai Rp 48 juta (untuk 2 kali transaksi). Uang sudah ditransfer ke Rudi. Setelah itu, Rudi tidak pernah mengirim kedelai kepada Sumari. Tahu-tahunya, Rudi ketangkap. Sumari telah dibohongi dan ditipu oleh Rudi," tukas PH Heri Budianto SH.

    Menurut Heri Budianto SH,  kalau saja Sumari mengetahui bahwa kedelai itu hasil curian atau penggelapan, pasti tidak mau membelinya dari Rudi. "Sumari tidak tahu sama-sekali , kalau kedelai itu hasil curian," tandasnya. 

    Atas perbuatan terdakwa tersebut, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 481 ayat (1) KUHP. (ded)

    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Terakhir, Sumari Sudah Transfer Rp 48 Juta Pada Rudi, Tapi Kedelai Tak Dikirimkan Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas