728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 21 Mei 2020

    Sidang Perdana Pendeta Hanny, Praperadilan Terancam Gugur

       Sidang Hanny L

    SURABAYA (mediasurabayarek.com) –  Terdakwa Hanny Layantara, oknum pendeta dari gereja Happy Family Center, kini  menjalani sidang perdana kasus pencabulan di ruang Candra Pengadilan Negeri (PN) surabaya, Senin (18/5/2020).

    Dalam persidangan yang  digelar secara tertutup untuk umum ini, dipimpin oleh ketua majelis hakim  Johanes dan  Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim yakni Sabetania R. Paembonan dan Rista Erna,  dengan agenda pembacaan surat dakwaan dari JPU.

    Lantas, dilanjutkan  dengan pembacaan eksepsi dari penasehat hukum terdakwa.

    Namun demikian,  Aden selaku juru bicara dari keluarga korban menyatakan korban dilecehkan saat berusia 12 tahun dan kini korban memasuki usia  26 tahun. 


    Nah, ketika melakukan pelecehan, terdakwa  dengan ancaman kepada korban.

    “Menurut  korban, terdakwa melakukan pelecehan kepada korban dalam satu minggu bisa sampai 4-5 kali. Dan itu dilakukan mulai tahun sejak 2005 sampai 2011,” ucapnya kepada media massa.

    Dengan adanya  perbuatan terdakwa tersebut, kata  Aden,  korban mengalami trauma berat dan berulangkali ingin mencoba melakukan bunuh diri.

    “Akibat dari tindakan ini, membuat anak kami berulangkali mencoba bunuh diri. Jadi bisa dibayangkan trauma yang amat sangat dialami korban ini,”  katanya.


    Sementara itu,  penasehat hukum (PH) terdakwa yakni Jefri Simatupang dari LBH Mawar Saron mengatakan,  merasa keberatan atas sidang perdana ini. Sebab,  terdakwa masih mengajukan sidang praperadilan.

    “(Terkesan-red) ada ketidak kelaziman, karena perkara ini begitu cepat disidangkan. Dan praperadilan kami masih berlangsung. Yang menjadi pertanyaan kami, apakah ini upaya untuk menggugurkan praperadilan kami,”  kilahnya.

    Sebagaimana  diberitakan , dalam kasus ini terdakwa Hanny Layantara untuk memenuhi nafsunya, sang pendeta   mengancam korbannya yang berinisial IW jika sampai mengungkap tindakannya, akan menghancurkan keluarganya.

    Kala itu, korban dipaksa oleh terdakwa dengan ancaman ‘kamu jangan bilang atau kasih tahu siapa-siapa, apalagi ortumu. Jika kamu kasih tau, maka saya hancurkan kamu dan kedua ortumu juga akan hancur, suamimu ke depan tidak perlu tahu,” cetusnya.

    Perbuatan tercela ini, terjadi di ruang tamu dan kamar tidur tersangka di Lantai 4 Gereja Happy Family Center. Nah, di sana lah, pelaku memaksa memeluk korban, kemudian memaksa untuk telanjang, mencium badan korban, menyuruh korban memegang kemaluan pelaku dan perbuatan tercela lainnya.

    Korban ini memang sengaja dititipkan oleh kedua orang tuanya kepada pelaku dengan harapan agar dapat dibina tumbuh menjadi orang yang beriman.

    Kasus ini mencuat setelah korban melalui juru bicara keluarga melakukan pelaporan ke SPKT Polda Jatim dengan nomor LPB/ 155/ II/ 2020/ UM/ SPKT, pada Rabu 20 Februari 2020.

    Pengakuan korban , telah dicabuli selama 17 tahun. terhitung sejak usianya 9 tahun hingga saat ini 26 tahun. Namun, dari hasil pengembangan terakhir pencabulan terjadi dalam rentang waktu 6 tahun, ketika usia korban masih 12 tahun hingga 18 tahun.

    Usai pelaporan itu, kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan menetapkan Hanny Layantara sebagai tersangka karena dalam hasil gelar perkara ada kesesuaian antara keterangan saksi, korban, tersangka dan barang bukti yang ditemukan.

    Ujung-ujungnya, pendeta ditangkap oleh penyidik pada 7 Maret 2020 karena ada upaya kabur ke luar negeri dengan alasan ada undangan untuk memberikan ceramah.

    Ulah terdakwa ini, oleh  penyidik menjerat tersangka dengan Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak Pasal 82 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan atau Pasal 264 KUHP dengan ancaman hukuman 7 hingga 9 tahun penjara. (ded/tim)
    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Sidang Perdana Pendeta Hanny, Praperadilan Terancam Gugur Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas