728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 21 Mei 2020

    Sidang Perdana Para Terdakwa MeMiles, PH Siap Ajukan Eksepsi

        M Muzayen SH MH



       Sidang MeMiles
    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -  Sidang perdana para terdakwa MeMiles, yakni Prima Hendika, Martini Luisa alias dr Eva, Sri Widyaswati alias Wiwid, dan  Fatah Suhanda (Direktur Marketing PT Kam and Kam) digelar di ruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (20/5/2020).

    Dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Ketua Sutarno SH MHum ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Novan Ariyanto SH dan Dhini Ardhany SH MH, membacakan surat dakwaan terhadap empat (4) terdakwa MeMiles secara marathon, meskipun perkara keempat terdakwa displit.

    Sebelum sidang perdana dimulai, Hakim Ketua Sutarno SH MHum bertanya terlebih dahulu kepada Penasehat Hukum (PH)  terdakwa,  M Muzayin SH MH perihal surat dakwaan para terdakwa MeMile dibacakan secara singkat (marathon) untuk menghemat waktu persidangan.

    "Bagimana PH terdakwa, apakah surat dakwaan para terdakwa dibacakan satu per satu atau sekaligus saja. Ini untuk menghemat waktu dan mempercepat jalannya persidangan?," tanya Hakim Ketua Sutarno SH MH kepada PH M Muzayen SH MH.

    Mendengarkan hal ini, PH M Muzayen menyatakan, pihaknya tidak keberatan jika surat dakwaan 4 terdakwa dibacakan sekaligus, mengingat surat dakwaan hampir sama dan hanya nama terdakwa yang berbeda.

    "Intinya, kami selaku PH terdakwa tidak keberatan jika surat dakwaan dibacakan JPU sekaligus dan tidak dibacakan satu per satu. Kami minta, JPU hanya membaca surat dakwaan  salah satu nama terdakwa dan membacanya secara lengkap. Dan selanjutnya, menyatakan nama terdakwa ini, ini, dianggap sudah dibacakan," pinta PH M Muzayen.

    Lantas, permintaan PH terdakwa ini, disetujui oleh JPU Novan Ariyanto SH dan Hakim Ketua Sutarno SH MHum. 

    JPU Novan Ariyanto SH membacakan surat dakwaan atas nama terdakwa Fatah Suhanda (Direktur Marketing PT Kam and Kam) secara lengkap dan sampai selesai. Lalu, disusul dengan surat dakwaan dari   Prima Hendika, Martini Luisa alias dr Eva, dan Sri Widyaswati alias Wiwid, dianggap sudah dibacakan.

    Setelah mendengarkan surat dakwaan dan dirasakan cukup oleh Hakim Ketua Sutarno SH, mempersilahkan PH terdakwa M Muzayen SH MH untuk mengajukan nota keberatan (eksepsi) pada sidang berikutnya.

    "Kami minta waktu untuk menyusun eksepsi selama dua minggu, Yang Mulia Majelis Hakim. Ini mengingat ada empat terdakwa yang akan dibuatkan eksepsi," ucap M Muzayen SH.

    Namun demikian, Hakim Ketua Sutarno SH hanya memberikan waktu menyusun eksepsi selama satu minggu saja. "Mengingat tim penasehat hukum ada sebanyak 12 orang. Kami hanya memberikan waktu selama satu minggu untuk menyusun eksepsi. Pada hari Kamis (28/5/2020) silahkan ajukan eksepsi," katanya.


    Sehabis sidang, PH M Muzayen SH MH mengatakan,  pihaknya akan mengajukan eksepsi yang ada kaitannya dengan kompetensi relatif, dakwaan yang tidak cemat, jelas dan kabur (obscure libel), yang akan disampaikan pada persidangan berikutnya.


    "Namun demikian mengacu pada ketentuan KUHAP, saksi -saksi yang terbanyak dan dijadikan saksi dalam perkara ini, berdomisili di Jakarta.  Seharusnya, Pengadilan Jakarta yang berhak mengadili perkara ini," cetusnya.


    Nantinya, lanjut M Muzayen SH, setelah dirundingkan dengan tim penasehat hukum dan menyusun eksepsi, teman teman media akan dikabari lagi.

    "Sudah ya,  itu dulu (yang kami sampaikan-red) dan  terima kasih," ungkapnya.


    Sebagaimana diketahui, dalam surat dakwaan JPU,  bahwa  terdakwa Fatah Suhanda (Managing Direktur PT Kam and Kam) bersama sama dengan saksi Kamal Tarachand Mirchandani alias Sanjay (Direktur Utama PT. Kam and Kam), saksi Martini Luisa alias  Dr. Eva (Master Memiles) , saksi Sri Windyaswati (Kepala Bagian Purchasing PT Kam and Kam), dan saksi Prima Hendika (Kepala Bagian IT PT Kam and Kam) . Para terdakwa dalam berkas perkara terpisah.


     Pelaku usaha distribusi yang menerapkan sistem skema Piramida dalam mendistribusikan barang  sebagaimana di maksud dalam Pasal 9, yaitu Pelaku Usaha Distribusi dilarang menerapkan sistem skema piramida.


    Bahwa PT Kam and Kam didirikan pada tanggal 25 September 2015 berdasarkan Akta Notaris Pendirian Perseroan Terbatas  (PT Kam and Kam) Nomor 64 tanggal 2 September 2015 dengan saksi Kamal Tarachand alias Sanjay ( Direktur  Utama) yang berkedudukan di Jalan Bungur Besar Raya No. 32 H Kemayoran Jakarta Pusat yang bergerak di bidang jasa periklanan berbasis teknologi informatika dengan membuat aplikasi perdagangan bernama Memiles.

    PT Kam and Kam dalam menjalankan kegiatannya memiliki beberapa kantor perwakilan di antaranya  beralamat di Ruko Puri Mutiara blok A-38 Jl. Griya Utama Sunter Agung, Tj. Priok Jakarta Utara;  Ruko Puri Mutiara blok BF-1 Jl. Griya Utama Sunter Agung, Tj. Priok Jakarta Utara;   Ruko Puri Mutiara blok BC-7 Jl. Griya Utama Sunter Agung, Tj. Priok Jakarta; Ruko Paradise Blok F 21 No. 17 Jl. Sunter Raya 2 Tj. Priok Jakarta Utara;  Ruko Paradise Blok F 21 No. 22 Jl. Sunter Raya 2 Tj. Priok Jakarta Utara.

    Terdakwa Fatah Suhanda diangkat oleh saksi Kamal Tarachand Mirchandani selaku Direktur PT Kam and Kam , berdasarkan Surat Perjanjian Kerja No. 001/SPK/KNK/09/2019 tanggal 24 September 2019.

    Dengan tugas dan tanggungjawab, sebagai berikut  bertanggungjawab mendorong sales dengan target per hari yang sudah ditentukan managemenb. Bertanggungjawab terhadap keseluruhan customer, agent, leader, dan semua head leader untuk jenis komplain apapun dan dimanapun.

    Bahwa usaha perusahaan di bidang perdagangan advertising (periklanan) tersebut, saksi Kamal Tarachand Mirchandani alias Sanjay,  memiliki keinginan untuk membuat usaha perdagangan dalam bentuk aplikasi yang berbasis Teknologi Informasi.

    Kemudian saksi Kamal Tarachand  bersama sama dengan saksi Prima Handika sekitar  Mei 2018 membuat aplikasi perdagangan bernama Memiles Vendor dengan kegiatan usaha berupa marketing tanpa ada sistem perekrutan dan komisi untuk para member.

    Selanjutnya pada  Juni 2018, saksi Kamal Tarachand bersama dengan saksi Prima Handikan memperbarui Memiles Vendor menjadi Memiles Wedding dengan kegiatan usaha  berupa marketing barang keperluan pernikahan dengan sistem pemasaran yang sama dengan Memiles Vendor. 

    Dan pada1 Maret 2019 saksi Kamal Tarachand   bersama dengan saksi Prima Handika  diangkat saksi menjadi kepala bagian IT PT Kam and Kam ,  melakukan perbaruan kembali terhadap sistem aplikasi Memiles.

    Kemudian pada Agustus 2019 , aplikasi Memiles tersebut mulai dioperasikan menggunakan sistem pemasaran dengan sistem komisi dan bonus  kepada member,  setelah melakukan top up atau penyetoran sejumlah dana atas promo slot iklan yang ditawarkan oleh saksi Kamal Tarachand dalam aplikasi Memiles tersebut.

     Bahwa PT KAM AND KAM melalui aplikasi Memiles tersebut memperdagangkan jasa slot iklan dengan menyediakan slot iklan yang hanya dapat diakses atau di pasang oleh para member yang tergabung dalam Memiles dan memberikan tawaran hadiah (reward), komisi dan bonus kepada para member agar tertarik untuk bergabung menjadi member Memiles.

    Bahwa hadiah, komisi dan bonus tersebut hanya dapat diperoleh dengan melakukan merekrut member baru dan melakukan penyetoran atau top up oleh member.

    Dengan nominal top up bervariasi yang telah ditentukan oleh saksi Kamal Tarachand yang tertera dalam menu promo aplikasi memiles minimal Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) sampai dengan Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah).

    Dengan ketentuan dan syarat yang telah ditetapkan pada masing masing promo tersebut oleh saksi Kamal Tarachand (Direktur PT  Kam And Kam), yaitu bilamana telah tercapai omset nasional dan telah melampaui masa tunggu untuk setiap reward yang masing-masing memiliki ketentuan masa tunggu dan omset nasional yang berbeda.

    Seperti Mobil, motor, Handphone, Emas, Umrah, dan sebagainya yang didistribusikan kepada para member yang memenangkan reward tersebut oleh saksi Sri Windyaswati selaku karyawan bagian Purchasing yang  mendapatkan tugas untuk mengumumkan dan memberikan hadiah  barang atau jasa yang di top up member. S ekaligus memberikan masukan kepada saksi Kamal  untuk menentukan pemenang hadiah tersebut.

    Bahwa setiap orang yang tertarik untuk mendaftar dan direkrut menjadi member Memiles, harus mendownload aplikasi Memiles tersebut, kemudian memasukkan email dan nomor telepon aktif member, kemudian melakukan top up ke nomor rekening PT Kam and Kam  dengan  mencantumkan referal (orang yang mengajak) dan agen yang dipilih, selanjutnya pendaftar memasukkan kode verifikasi yang dikirim melalui Email atau SMS member untuk mengaktivasi akun.


    Bahwa setiap anggota atau member dapat melakukan pendaftaran lebih dari satu akun dengan menggunakan Nomor Rekening (Identitas) yang sama serta memiliki market plane atau program pemasaran.

    Dalam menjalankan kegiatan usahanya dan merekrut member / anggota tersebut PT Kam and Kam  menunjukkan legalitas perusahaan berupa : domisili usaha no: 665/5.16.0/31.71.03.1005/-1.824.1/2015 tanggal 7-10-2015, Siup kecil No. 290/24.1.0/31.71.03.1005/1.824.271/2015 tanggal 16-10-2015 dan TDP: 09.05.1.46.87238 tanggal 22-10-2015 dengan alamat kantor Jl. Bungur besar Raya No. 32 kemayoran jakarta Pusat yang sudah tidak berlaku dan tidak dapat digunakan sebagai perizinan atau legalitas karena sesuai denganPeraturan Pemerintah  Republik Indonesia Nomor 24  Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi secara elektronik hanya perizinan yang di terbitkan oleh Online Single Subsmission (OSS) yang diakui secara sah.

    Akta keputusan Rapat Umum pemegang saham PT. Kam And Kam No. 44 tanggal 28 November 2019;- NPWP: 74.137.581.0-027.000;-Pendaftaran Kepesertaan BPJSÂ Ketenagakerjaan tanggal 4 Desember 2019, Pendaftaran Kepesertaan BPJS Kesehatan tanggal 4 Desember 2019Dan perizinan usaha perdagangan yang dimiliki PT. KAM AND KAM (Memiles) dan diterbitkan melalui sistem  Online Single Subsmission (OSS).

    Yakni meliputi ;  (a) Nomor Induk Berusaha (NIB): 9120111250842 tanggal 4 Desember 2019 berupa Izin Usaha Industri dalam bidang usaha (KBLI) : 18111 (Industri Percetakan Umum), 62012 (Aktivitas Pengembangan Aplikasi perdagangan melalui Internet (E- Commerce)), 63122 (Portal Web d an atau Platform Digital dengan Tujuan Komersil) telah di daftarkan oleh terdakwa pada tanggal 4 Desember 2019 dan diterbitkan oleh OSS pada tanggal 4 Desember 2019 dan telah berlaku.

    (b) Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dalam bidang usaha (KBLI) : 46100 (Perdagangan Besar atas Dasar Balas Jasa (Fee) atau Kontrak), 46314 (Perdagangan Besar Kopi, The dan Kakao), 46419 (Perdagangan Besar Tekstil, Pakaian dan Alas Kaki lainnya), 59112 (Aktivitas Produksi Film, Video dan Program Televisi Oleh Swasta).

    Dan 73100 (Periklanan)  telah di daftarkan oleh terdakwa pada tanggal 24 Desember 2019 dan diterbitkan oleh lembaga OSS pada tanggal 24 Desember 2019 dan 59112 (izin usaha perfilman)didaftarkan oleh terdakwa tanggal 4 Desember 2019 dan diterbitkan oleh lembaga OSS pada tanggal 24 Desember 2019 belum berlaku efektif karena perlu dilakukan perubahan dan penambahan data sesuai dengan kegiatan perusahaan dan lokasi usaha dan pemenuhan komitmen untuk izin perfileman.

    (c)  Izin Lokasi Usaha atau Bidang Usaha PT. Kam And Kam pada alamat: Jl. Bungur Besar raya No. 32 H kel. Gunung sahari selatan, Kec. Kemayoran, Kota. Jakarta Pusat. (ded/tim) 
    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Sidang Perdana Para Terdakwa MeMiles, PH Siap Ajukan Eksepsi Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas