728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 11 Mei 2020

    Pekan Depan, Tuntutan Bos Es Krim Zhangrandi

                    Erles Rareral SH MH  



    SURABAYA (mediasurabayarek.com)  –  Sidang lanjutan  Bos  Es Krim Zhangrandi (Ir. Willy Tanumulia, drg. Grietje Tanumulia, Emmy Tanumulia, dan Fransiskus Martinus Soesetio), yang tersandung kasus dugaan  penggelapan saham, kini memasuki babak pemeriksaan terdakwa  yang digelar di ruang Garuda 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin  (11/5/2020).


    Dalam keterangannya, Willy Tanumulia yang awalnya Dirut PT Zhangrandi menyatakan,  setiap ada keuntungan dibagi-bagi untuk semuanya. Nah, ketika  Silvia meninggal dunia tahun 2013 lalu, sempat membuat surat wasiat dan  menghibahkan sahamnya untuk ketiga orang saudaranya (Willy Tanumulia, drg. Grietje Tanumulia, dan Emmy Tanumulia).


    "Sehubungan dengan surat wasiat Silvia itu pada 25 Oktober 2013,  Silvia menghibahkan sahamnya pada kami bertiga," ujarnya.

    Ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo SH bertanya pada saksi, apakah pernah dilakukan perdamaian ? "Ya pernah ada perdamaian. Tetapi mentah lagi," katanya.

    Sementara itu, Emmy Tanumulia mengatakan, bahwa Evy Susanti Tanumulia tidak punya saham. Evy diberikan bagian keuntungan, karena sebagai persaudaraan. Kendati ada perdamaian dan hadir semuanya, tetapi mentah lagi. 

    Giliran penasehat hukum Erles Rareral SH MH  bertanya kepada para terdakwa tentang saham Yani (ibu para ahli waris) yang dititipkan ke Elsye . Karena Yani sudah meninggal dunia.

    Tetapi, para saudaranya  tidak mendapatkan bagian dari saham Yani. "Itu penggelapan saham," cetus Erles Rareral SH MH.

    Setelah pemeriksaan para terdakwa dirasakan sudah cukup, Hakim Ketua Pujo Saksono menegaskan, bahwa tuntutan terhadap para terdakwa akan dilakukan jaksa pada Senin (18/5/2020) mendatang.

    "Kami minta waktu satu minggu dari sekarang Yang Mulia, untuk melakukan tuntutan terhadap terdakwa," ungkap JPU Damang Anubowo SH.


    Mendengarkan jawaban ini,  Hakim Ketua Pujo langsung mengabulkan permintaan jaksa yang akan mengajukan tuntutan minggu depan. "Baiklah, Senin depan, sidang dilanjutkan dengan agenda tuntutan," katanya seraya mengetukkan palunya sebagai tanda sidang ditutup.


    Sehabis sidang , Erles Rareral SH MH--yang berkantor di Jl Duren Tiga Jakarta Selatan ini-- menegaskan,  pihaknya sangat berterima kasih kepada uh lapromajelis hakim dan JPU Damang yang tetap mengupayakan perdamaian. Karena mereka masih saudara dan sudah tua-tua.

    "Saya sebagai lawyer sangat berterima kasih kepada Pak Anton, Kajari Surabaya  yang membuka tangan dan memfasilitasi perdamaian dengan kuasa hukum-kuasa hukum. Namun pihak kami terkejut dengan isi perdamaian  yang menyatakan, sahamnya Evy dikembalikan.  Selain itu, harus menerima pertanggungjawaban Elsye selama 9 tahun.  Seluruh laporan dan gugatan di Jakarta dicabut," tukas Erles SH.

    Sejujurnya, kata Erles SH, sesuai fakta bahwa warga negara asing (WNA) tidak mendapatkan deviden. Evy diberikan uang tali asih, bukan deviden. (ded)






    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Pekan Depan, Tuntutan Bos Es Krim Zhangrandi Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas