728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 14 Februari 2020

    Terdakwa Khendy Divonis 3,5 Tahun Penjara

         Terdakwa Khendy


    SURABAYA (mediasurabayarek.com) –  Terdakwa  penipuan, Khendy (34), warga Tanjung Pinang Barat, Kepulauan Riau, dijatuhi  vonis oleh majelis hakim sesuai tuntutan Jaksa Penuntut Umum , yakni tiga tahun dan enam bulan  (3,5 Tahun).


    Dalam amar putusannya ,Hakim Ketua  Eddy Soeprayitno menyatakan, bahwa majelis sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU), terdakwa dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam pasal 378 KUHP.

    “Mengadili, menjatuhkan pidana selama tiga tahun dan enam bulan penjara terhadap terdakwa Khendy,” ujar  hakim Eddy yang membacakan amar putusannya di ruang Sari 3 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (13/2/2020).

    Atas vonis tersebut, terdakwa Khendy melalui penasihat hukumnya Leonard Chennius, menyatakan pikir pikir. Demikian halnya dnegan JPU yang juga menyatakan pikir pikir  dulu. 

    "Kami pikir pikir dulu Yang Mulia," ucap Leonard SH.


    Sehabis sidang, penasehat hukum NKL dan LT, Tri Harmastuti SH mengatakan, 
    sudah sepantasnya terdakwa Khendy mendapatkan hukuman setimpal, yakni 3,5 tahun penjara.

    "Kami sudah melaporkan Khendy dengan tuduhan melakukan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) ke Polrestabes Surabaya. Kini, BAP telah dilimpahkan ke Kejari Surabaya," kata Tri Harmastuti SH.


    Sebagaimana diketahui ,  kasus ini bermula saat terdakwa berkenalan dengan pacarnya NKL di Bandara Juanda hingga bertukar kontak telepon dan berpacaran.

    Terdakwa Khendy mengaku kalau dirinya bekerja sebagai manager purchasing di sebuah perusahaan produksi pakan ternak di Jalan Raya Sawunggaling Jemundo, Taman, Sidoarjo.

    Dengan tipu dayanya,  terdakwa Khendy meyakinkan pacarnya NKL untuk bisa menanamkan modal investasi guna melakukan pembelanjaan bahan baku untuk produksi pakan ternak. 


    Kala itu, NKL dijanjikan dengan keuntungan lima persen per bulan. Dengan syarat harus mentransfer sejumlah uang terlebih dahulu.

    Dengan bujuk rayu tersebut, korban pun tidak langsung percaya pada terdakwa. Selang beberapa minggu kemudian, terdakwa bermain ke rumahnya dengan niat meminjam rekening ATM NKL untuk menampung pembayaran dari tempat terdakwa bekerja.

    Terdakwa juga menjelaskan kepada korban, kalau uang pembayaran tersebut adalah keuntungan orang lain yang telah Inves kepada terdakwa beberapa hari lalu untuk meyakinkan korban.


    Bahwa atas rangkaian perkataan dan perbuatan terdakwa tersebut, korban pun menjadi yakin dan bersedia untuk ikut investasi. Pada bulan 16 Juni 2017 lalu, terdakwa mengirimkan screenshot chat WA untuk pembayaran pembelian bahan baku katul PT. New Hope Sidoarjo senilai Rp 165 juta dan sesuai dengan chat wa tersebut.

    Namun, Nadya hanya mengirimkan uang sejumlah Rp 65 juta kepada terdakwa melalui internet banking yang nantinya bahan baku katul itu dikirim ke suplaier bernama Loenard Tedjakusuma. Kemudian di bulan selanjutnya, terdakwa kembali menghubungi korban kalau ada suplayer lagi yang order bahan baku kepadanya sebesar Rp 100 juta ke rekening atas nama Nanang Fatkhuroji.
    Berawal dari kepercayaan itu kepada terdakwa, korban pun terus dimintai sejumlah uang oleh terdakwa hingga mencapai 7,7 Miliar. 

    Ternyata, uang sebanyak itu digunakan untuk kepentingan pribadi terdakwa dan bermain judi di Singapore dan Malaysia. Selain itu juga digunakan untuk membeli mobil merek Lexus dan sejumlah perhiasan. Atas perbuatan terdakwa Khendy, korban mengalami kerugian total sebesar Rp 7,7 miliar. (ded)
    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Terdakwa Khendy Divonis 3,5 Tahun Penjara Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas