728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 12 Januari 2020

    Diduga Gelapkan Uang Rp 5 Miliar, Pengacara Berdalih Utang Perusahaan





    SURABAYA (mediasurabayarek.com) –  Sidang lanjutan terdakwa Imam Subarkah yang tersandung dugaan perkara penggelapan dana senilai Rp 5 miliar,  diwarnai  aksi debat cukup sengit antara penasehat hukum dan hakim yang digelar di ruang Garuda 1, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (9/1/2020).

    Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi pelapor  Teguh Wiyono berjalan biasa. Dia  melaporkan Imam dengan tuduhan melakukan penggelapan uang senilai Rp 5 miliar.

    Ketika giliran penasehat hukum  terdakwa ,  Ronald Armada  diberikan kesempatan oleh Ketua Majelis Hakim Pujo Saksono untuk bertanya pada saksi, 
     sempat mempertanyakan status uang Rp 5 miliar yang diberikan pelapor pada terdakwa. 

    Mengacu pada data yang dimilikinya, uang Rp 5 miliar tersebut tercatat sebagai utang dalam perusahaan pelapor.

    Hal itu langsung  dibantah oleh saksi pelapor dan mengatakan jika uang tersebut bukan utang, melainkan uang yang diminta terdakwa untuk mengurus perijinan yang diperlukan untuk bisnisnya.

     “Saya tanya pada saudara, uang itu utang atau apa,” ucap  Ronald, Kamis (9/1/2020).

    Kendati belum sempat dijelaskan,  hakim anggota bernama Mashuri Efendi, memotong lebih dulu. “Tadi, sudah dijawab sama saksi kalau itu uang untuk mengurus SKEP yang diminta terdakwa,”  katanya.


    “Mohon ijin majelis, berdasarkan data yang saya peroleh dari Polda, uang itu tercatat sebagai utang,”  cetus  Ronald.

    “Iya, tapi itu persoalan lain. Tapi kan sudah dijawab bahwa itu uang untuk mengurus SKEP. Anda tetap pada keterangannya kan?,” tanya hakim menunjuk pada saksi Teguh.


    "Kalau begitu saya bertanya, bisakah anda memperlihatkan, pembukuan perusahaan, ini untuk…” katanya,  kemudian dipotong lagi oleh hakim.

    “Sebenarnya itu perkara lain ya, tapi terserah pada saksi mau atau tidak,”  cetus hakim . Aksi debat berakhir setelah hakim mengetokkan palu tanda sidang berakhir.

    Sehabis sidang, Ronald  menyampaikan kekecewaannya atas perjalanan sidang tersebut. Ia menyatakan, awalnya terdakwa Imam melaporkan lebih dulu saksi Teguh, karena melakukan penggelapan terkait pengelolaan keuangan perusahaan yang tidak pernah dilaporkan.

    Pada saat itu, Teguh sudah ditetapkan sebagai tersangka. Namun entah mengapa, tiba-tiba Polda mengeluarkan SP3 (surat pemberitahuan penghentian penyidikan), dengan alasan kurang alat bukti.

    “Kalau telah ditetapkan sebagai tersangka kan alat buktinya sudah cukup. Ketika diperiksa di Polda, polisi memerintahkan audit. Audit dari Teguh sendiri yang menyatakan sebagai utang. Bukti ini bukan dari saya loh, bukti ini dari Polda sendiri,” ungkapnya.

    Sebagaimana diketahui, dalam kasus ini Imam Subarkah didakwa telah melakukan tindak pidana penggelapan uang perusahaan milik pelapor Teguh Wiyono sebesar Rp 5 miliar. Uang itu disebut sebagai uang untuk mengurus perijinan bisnis pelapor.

    Karena merasa uang yang telah diberikan pelapor pada terdakwa tidak dapat dipertanggungjawabkan, terdakwa pun dilaporkan ke polisi. Terdakwa dijerat jaksa dengan pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penggelapan. (ded)
    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Diduga Gelapkan Uang Rp 5 Miliar, Pengacara Berdalih Utang Perusahaan Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas