728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 04 Desember 2019

    Keterangan Ahli Diragukan Kualitasnya, Kerapkali Bilang Tak Tahu

         DR Yudi Wibowo SH & Rekan



    SURABAYA (mediasurabayarek.comm) -  Dalam sidang terdakwa Michael Chung, yang diduga melanggar  pasal 49 ayat (2) huruf d Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, kali ini menghadirkan ahli yakni Tutik dari Fakultas Hukum (FH)  Universitas  Airlangga (Unari)  di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (3/12/2019).


    Kehadiran ahli yang dihadirkan oleh , Jaksa PenuntutUmum (JPU) Ni Putu Parwati dan  Rahayu ini,  yang seharusnya bisa membuat perkara yang dialami terdakwa Michael Chung menjadi terang-benderang.

    Justru malah sebaliknya, ahli dari FH Unair ini kebanyakan tidak bisa menjawab pertanyaan dari Ketua Tim kuasa hukum terdakwa Michael Chung, DR Yudi Wibowo SH MH dengan jawaban tidak tahu  di persidangan.


    Ketika tim kuasa hukum terdakwa menanyakan tentang seputar UU Perbankan , SOP bank dan lainnya, ahli yang dihadirkan jaksa tidak bisa memberikan yang meyakinkan.


    Bahkan, kualitas keahliannya diragukan oleh tim kuasa hukum terdakwa. Keterangan yang disampaikan ahli layak diabaikan saja.

    "Ahli kebanyakan tidak bisa menjawab pertanyaan. Ahli itu justru melakukan  tafsir hukum. Hal itu tidak boleh dong," ucap DR Yudi Wibowo SH MH .


    Menurutnya, keterangan yang disampaikan ahli dari FH Unair itu  tidak normatif dan bisa memalukan Unair.

     "Saya juga alumni Unair dan  Unbraw.  Keterangan ahli  tidak menguntungkan  maupun memojokkan terdakwa. Ahli tidak mengerti soal UU Perbankan," kata DR Yudi Wibowo SH MH .


    Sebelum sidang ditutup, Hakim Ketua Jihad Arkanuddin SH MH mengatakan, sidang akan dilanjutkan Kamis (5/12/2019) mendatang dengan agenda menghadirkan dua saksi meringankan dari terdakwa.

    "Agenda sidang Kamis (5/12/2019) adalah mendengarkan keterangan dua saksi meringankan dari terdakwa. Dengan ini sidang ditutup," cetusnya seraya mengetukkan palunya sebagai pertanda sidang berakhir.


    Dalam sidang sebelumnya, saksi Fajriah setelah dikorek keterangannya, ternyata  yang membuat surat pernyataan adalah Agung, utusan asistensi pusat.

    Yang membuat dan mengetik surat pernyataan adalah Agung, utusan asistensi pusat. Dalam hal ini, Michael Chung tidak bisa disalahkan dong. Michale Chung dipaksa bu Fajriah teken saja. Dalam hukum perdata, tanda tangan dalam tekanan itu tidak sah.


    Sebagaimana diketahui , dakwaan Jaksa menyebutkan bahwa Michael Chung—pegawai Bank Century dan menjabat ebagai Kabag Operasional PT Bank Century Tbk berdasarkan surat Keputusan PT Bank Century Nomor : 121/SK/century/SDM/VI/2007 tanggal 11 Juni 2007 dan sebagai pejabat sementara (PJS) Pimpinan Cabang PT Bank Century Tbk Cabang Surabaya Kertajaya Jl Kertajaya 79, Surabaya.


    Awal mulanya pada tahun 2004, Wahyudi Prasetyo, nasabah PT Bank Century Tbk Cabang Surabaya Kertajaya telah membeli produk reksadana atau investasi dana tetap terproteksi melalui PT Bank Century Tbk Cabang Surabaya Kertajaya.

    Kemudian pada tahun 2005 managemen PT Bank Century Tbk sudah tidak menjadi sub penjualan reksadana/investasi dana tetap terproteksi PT Antaboga sesuai dengan peraturan Bank Indonesia.

    Dan selanjutnya, pada Nopember 2008 PT Bank Century Tbk terjadi likuidasi yang dilakukan oleh pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sehingga semua kegiatan perbankan PT Bank Century Tbk pada saat itu harus seijin LPS.

    Historisnya, antara PT Bank JTrus Indonesia dengan PT Bank Century Tbk, awalnya bernama PT Bank CIC International Tbk dan sekarang berubah menjadi PT Bank JTrust Indonesia Tbk berdasakan akta perusahaan.


    Bahwa tugas dan tanggungjawab terdakwa selaku pegawai PT Bank Century Tbk atau Bank JTrust yang menduduki jabatan Kabag Operasional berdasarkan surat keputusan PT Bank Century Tbk Nomor 121/SK/Century/SDM/VI/2007 tanggal 11 Juni 2007 sesuai job screption.

    Sekitar 11 Februari 2009, nasabah PT Antaboga mendatangi kantor PT Bank Century Tbk Cabang Surabay untuk melakukan demonstrasi, antara lain nasabah bernama Gayatri dan Wahyudi Prasetyo dan beberapa nasabah lainnya.

    Mereka menuntut pengembalian dana yang telah diinvestasikan ke PT Antaboga dan nasabah yang melalukan demo termasuk Gayatri dan Wahyudi Prasetyo untuk bertemu langsung dengan pimpinan atau kepala cabang PT Bank Century untuk menanyakan kepastian dana mereka yang telah disetor.

    Lantas, pada saat itu terdakwa Michael Chung , Kabag Operasional dan PJB pada PT Bank Century Tbk Cabang Surabaya Kertajaya menemui para nasabah pendemo dan pada saat itu para nasabah meminta kepada terdakwa untuk membuat surat pernyataan berkop PT Bank Century Tbk dan selanjutnya terdakwa membuat 2 lembar surat pernyataan.

    Surat pernyataan tanggal 11 Februari 2009 yang ditandatangani Michael Chung dan pegawai bank lainnya. Intinya bahwa, yang bertanggungjawab atas penempatan dana reksadana /inevastsi tetap PT Antaboga adalah tanggungjawab Bank Century. 

    Karena LPS mengambil alih semua asset asset Bank Century dan menjadi pemilik baru bank Century, maka LPS juga bertanggungjawab semua kewajiban kewajibannya untuk membayar ke nasabah reksadana/investasi dana tetap terproteksi tersebut.

    Surat pernyataan tanggal 23 Februari 2009 yang ditandatangani oleh terdakwa Michael Chung dan pegawai bank lainnya. Intinya pembelian produk investasi dana tetap terproteksi atas nama Yap Yopie yuwono menjadi tanggungjawab Bank Century.

    Terdakwa tidak berhak untuk membuat 2 surat pernyataan tersebut, karena tidak sesuai tugas dan tanggungjawabnya, dan seharusnya  sebelum terdakwa membuat 2 surat pernyataan tersebut terlebih dahulu berkoordinasi dengab pimpinan , dalam hal ini Direktur PT Bank Century sebagaimana diatur dalam job descripton perbankan.

    Seiring perjalanan waktu, pada tahun 2012 nasabah atas nama Wahyu Prasetyo dan nasabah lainnya telah menggugat perdata terhadap PT Bank JTrust Tbk di PN Surabaya dengan nomor register perkara: 55/Pdt.G/2012/PN Sby tanggal 29 Oktober 2012 dengan pokok materi gugatan bahwa PT Bank Century Tbk bertanggungjawab atas penjualan reksana/Investasi dana tetap terproteksi kepada PT Antaboga , yang mana PT Bank Century Tbk pada saat itu dilakukan gugatan perdata sudah berubah nama menjadi PT Bank JTrust.

    Dalam proses sidang di PN Surabaya penggugat mengajukan 2 surat pernyataan yang ditandatangani oleh terdakwa Michael Chung tertanggal 11 Februari 2019 sebagaimana bukti P-27 dan surat pernyataan tanggal 23 Februari 2009 sebagai bukti P-28.

    Sehingga gugatan perdata dimenangkan oleh penggugat atas nama Wahyu Prasetyo dkk dan perkara perdata tersebut telah berkekuatan hukum tetap pada tahap peninjauan kembali (PK) sesuai keputusan MA RI Nomor : 04/PK/Pdt/2017 tanggal 29 Maret 2017 dan terhadap putusan tersebut telah dilakukan eksekusi terhadap lelang jaminan berupa bangunan yang berdiri di atas tanah sesuai ijin pemakaian tanah Nomor : 188.45/0923P/436.7.11/2017 seluas 382,7 M2 atas nama PT Bank Mutiara Tbk yang terletak di Jl Kertajaya 79 A Kelurahan Airlangga Kota Surabaya dengan harga lelang snilai Rp 13.344.000.000
    Selain itu, sebidang tanah dan bangunan sesuai setifikat hak guna bangunan nomor : 1009/Kel/Krembangan Selatan seluas 117 M2 atas nama PT Bank Century yang terletak di Jl Rajawali 51 A, Kelurahan Krembangan Selatan, Surabaya dengan harga lelang sneilai Rp 5.720.000.000
    Akibat perbuatan terdakwa Michael Chung, pihak Bank JTrust Cabang Surabaya Kertajaya mengalami kerugian kruang lebih Rp 19.064.000.000
    Perbuatan terdakwa diancam pidana sesuai pasal 49 ayat (2) huruf b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan atas UU RI Nomor 7 Tahun 1992 tentang perbankan. (ded)







    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Keterangan Ahli Diragukan Kualitasnya, Kerapkali Bilang Tak Tahu Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas