728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 04 Desember 2019

    Dalam Pledoinya, PT Cahaya Indo Persada Minta Dibebaskan Dari Segala Tuntutan,



    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -   Sidang lanjutan terdakwa (korporasi) PT Cahaya Indo Persada (CIP), telah sampai pada tahap pembacaan nota pembelaan (pledoi) yang dilakukan di ruang Garuda 1, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya,  Selasa (3/12/2019).


    Dalam pledoinya, penasehat hukum PT CIP, Rudolf   Ferdinand  Purba SH dan Yacob SH  memohon pada majelis hakim yang memeriksa, mengadili dan yang menangani perkara ini dengan menjatuhkan putusan yang menyatakan,  PT CIP tidak memenuhi unsur menggunakan tenaga listrik  yang bukan haknya serta melawan hukum.

    "Menyatakan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum  (JPU) tidak  terbukti secara hukum. Membebaskan terdakwa  dari segala tuntutan, memulihkan nama baik terdakwa PT CIP sesuai  dengan harkat dan martabatnya seperti sedia kala dan membebankan segala biaya yang timbul dari perkara ini kepada negara," ucapnya.

    Padahal, Tuntutan JPU Yusuf Akbar dari Kejaksaan Negeri Tanjung menjatuhkan pidana denda pada terdakwa (korporasi) PT Cahaya Indo Persada (CIP/ pabrik sendok, gardu dan pisau), dengan  pidana denda sebesar Rp  2,5 miliar.


    Setelah mendengarkan pledoi terdakwa, Hakim Ketua Anne Rusiana SH MH mengatakan, sidang akan dilanjutkan pada Selasa (10/12/2019) mendatang. 

    "Baiklah, sidang akan dilanjutkan Selasa mendatang. Dengan ini, sidang kami nyatakan ditutup," kata Hakim Ketua Anne sambil mengetukkan palunya, sebagai pertanda sidang ditutup.

    Sehabis sidang, Kuasa hukum  Rudolf   Ferdinand  Purba SH dan  Yacob SH mengatakan,  tidak ada pencurian listrik pada PT CIP.   Apalagi mengingat, telah terjadi pergantian 3 kali KWH meter.  Yakni, pergantian KWH meter dilakukan pada  Agustus 2014, tahun 2015 dan April 2016.  

    Namun demikian, KWH meter yang dipakai Jaksa  pada  Agustus  2014 .  "Itu adalah bukan KWH meter milik kami dan tidak ada pencurian listrik di PT CIP," cetus Rudolf   Ferdinand  Purba SH.


    Sebagaimana diketahui, ada dugaan  pencurian listrik PLN yang dianggap merugikan PLN  Rp 13,8 miliar, yang telah  telah dilakukan  terdakwa (korporasi) PT Cahaya Indo Persada (CIP).

    Ealam dakwaan jaksa,perusahaan  disebutkan melakukan   tambah daya dan ada perubahan  pada 29 April 2014. 

    "Tetapi, faktanya kami punya bukti PT CCA tambah daya Agustus 2014," cetus Rudolf Ferdinand SH.

    Awalnya pemeriksaan PT CIP dan PT CCA .  Pada 1 Juli 2014 untuk pengajuan dan terpasang Agustus 2014. Tetapi, dalam dakwaan jaksa,  dibilang terpasang 29 April 2014.  "Kami tidak pernah tanda tangan. Itu nggak jelas.  Itu bukan KWH meter milik kami," ungkapnya. 

    Intinya, lanjut Rudolf Ferdinand SH, perusahaan tidak pernah melakukan pencurian listrik dan korbannya adalah PT CIP.  

    Intinya ,  pencurian  listrik itu tidak pernah ada dan korbannya PT CIP dan 200 karyawan yang bukan usia produktif, di atas 40 tahun. Ketika perusahaan membayar ganti  rugi Rp 13 miliar, perusahaan akan tutup .

     Ini adalah perusahaan padat karya. Pencurian listrik tidak pernah ada sebagaimana dalam dakwaan KPU


    Pengenaan denda sebesar itu, PLN mendasarkan pada Peraturan Direksi PLN  No 88 Tahun 2016. Padahal, mengacu pada Undang-Undang No 30 Tahun 2009 tentang ketenagalistrikan, maksimal denda sebesar Rp 2,5 miliar. 

    Namun demikian, JPU mendakwa pabrik sendok ini melanggar pasal 55 ayat 1 jo Pasal 51 ayat 3 Undang-undang RI Nomor 30 tahun 2009 tentang ketenagalistrikan jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

    "Kata PLN pada catatan KWH meter  mendekati angka 0 dan hanya bayar biaya beban sebesar Rp 59,5 juta per bulan.   Pakai atau  tidak pakai bayar segitu. Kami bayar Rp 160 juta ke atas per bulannya," tukasnya.  (ded)

    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Dalam Pledoinya, PT Cahaya Indo Persada Minta Dibebaskan Dari Segala Tuntutan, Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas