728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 29 November 2019

    Terdakwa Welly Tanubrata Divonis On-Slag





    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -  Akhirnya sampailah pada sidang putusan atas terdakwa Welly Tanubrata , yang  tersandung perkara dugaan penipuan dan penggelapan dan diduga melanggar pasal  378  jo 64 ayat (1) KUHP dan pasal 372 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

    Dalam amar putusannya, Hakim Ketua Maxi Sigarlaki SH MH menyatakan, terdakwa Welly Tanubrata  melakukan perbuatan, namun bukan pidana. Oleh karena itulah, melepaskan   terdakwa   dari segala tuntutan hukum dan memulihkan nama baik, harkat dan martabatnya. 


    "Mengadili terdakwa  melakukan perbuatan, namun bukan pidana. Karenanya, melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum (on-slag van recht vervolging). Dan memulihkan nama baik, harkat dan martabatnya, " ucap Hakim Ketua Maxi Sigarlaki  di ruang  Sari 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya,  Kamis (28/11/2019).


    Atas putusan ini, kata Maxi Sigarlaki, apabila Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak sependapat dengan putusan majelis hakim, maka bisa mengajukan upaya hukum (kasasi) dan masih ada kesempatan 14 hari lagi.

    "Silahkan JPU kalau tidak sependapat dengan putusan ini, silahkan mengajukan upaya hukum (kasasi)," cetusnya seraya mengetukkan palu sebagai pertanda sidang ditutup.

    Padahal, JPU Yusuf Akbar dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya,menuntut  terdakwa Welly Tanubrata dengan tuntutan 2 tahun, 6 bulan penjara. 


    Sehabis sidang, penasehat hukum terdakwa, Hartoyo SH MH mendampingi Syahrul Borman SH mengatakan, sesuai prediksi bahwa apa yang didakwakan jaksa itu tidak benar,  karena unsur -unsur pidananya tidak terbukti.


    "Dengan putusan  on- slag ini, menurut kami sudah  sesuai . Kita  tunggu apakah jaksa melakukan upaya hukum (kasasi) atau tidak nantinya," ungkap   Hartoyo SH MH yang juga Direktur LKBH Unitomo Surabaya ini.


    Menurut Hartoyo SH MH, perbuatan yang dilakukan terdakwa Welly adalah perbuatan perdata murni, bukan pidana.  Hanyalah perbuatan hutang-piutang antara terdakwa dan Andrias Thamrun.


    Sementara itu, JPU Yusuf Akbar  mengungkapkan, pihaknya menghormati atas putusan yang dijatuhkan Hakim Ketua Maxi Sigarlaki SH MH terhadap terdakwa Welly dengan putusan on-slag.

    "Namun demikian, kami pasti akan menempuh upaya hukum (kasasi) yang masih ada waktu 14 hari lagi," katanya.


    Sebagaimana diketahui, dalam perkara 2122/Pid.B/2019/PN Sby, itu bermula terdakwa Welly Tanubarata pada Agustus 2016  sampai Februari  2018 bertempat di rumah saksi Andrias Thamrun diJl Kupang Indah I/17 RT 004 RW 005 Kel Sono, Kwijenan Kec . Sukomanunggal Surabaya.


    Pada Agustus 2016 di rumah saksi Andrias Thamrun dan saksi Repeka Hendrawati di di Jl Kupang Indah I/17 RT 004 RW 005 Kel Sono, Kwijenan Kec . Sukomanunggal Surabaya. 

    Terdakwa bersama sama ibunya, Mariani datang ke rumah saksi Andrias Thamrun dan saksi Repeka Hendrawati dengan maksud untuk meminta tolong kepada saksi Andrias Thamrun untuk membeli ruko atas nama  Mariani Tanubrata yang terletak di jl Kertajaya No 41 Surabaya seharga Rp 5 miliar. 

    Saat itu, saksi Andrias Thamrun tidak diperlihatkan surat surat ruko oleh terdakwa.  Ini mengingat  Andrias Thamrun sudah kenal lama dengan terdakwa. Maka saksi Andrias  selanjutnyua menyepaktinya.

    Saksi Andrias Thamrun menyuruh saksi Repeka Hendrawati , istrinya untuk menstransfer  pembelian ruko secara bertahap ke rekenng terdakwa welly Tanubrata di bank BCA.

    Sehingga total pembayaran yang dilakukan saksi Andrias  Thamrun sebesar Rp 5 miliar. Atas perbuatan terdakwa ini, dijerat pasal 378  jo 64 ayat (1) KUHP.  

    Namun dakwaan jaksa itu tidak benar dan tidak terbukti di persidangan. Sehingga majelis hakim melepaskan terdakwa Welly Tanubrata dari segala tuntutan hukum dan memulihkan nama baik , harkat dan martabatnya. (ded)


    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Terdakwa Welly Tanubrata Divonis On-Slag Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas