728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 27 November 2019

    Sidang Terdakwa Sendjaja Terpaksa Ditunda Pekan Depan

        Subhan  Nur Rahman (kiri)



    SURABAYA (mediasurabayarek.com) - Gara-gara sidang perkara pidana menumpuk sampai puluhan terdakwa yang belum disidangkan hingga sore hari, akhirnya sidang  lanjutan terdakwa Ir.J.E Sendjaja,MBA , Direktur PT Duta Cipta Pakarperkasa (DCP) yang tersandung perkara  dugaan penggelapan, dengan agenda  pemeriksaan saksi ,  terpaksa ditunda sampai  Rabu (4/12/2019) mendatang.

    Padahal, Hakim Ketua Dwi Purwadi SH MH,  hakim anggotas Anne Rusiana dan Syamsuri Effendi SH MH, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putu Sudarsana dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa-Timur , serta Ketua Tim penasehat hukum terdakwa, Subhan  Nur Rahman  dan anggotanya Ade Darma  dan Rahmad Ciptadi telah bersiap-siap sidang  di ruang  Garuda 2 Pengadilan Negeri  (PN) Surabaya , Rabu  (27/11/2019).

    Namun demikian, sidang lanjutan terdakwa  Ir .J.E Sendjaja,MBA terpaksa batal digelar pada hari itu.  Sebelumnya, Sendjaja juga telah siap menghadapi persidangan. Akan tetapi, tampak puluhan terdakwa yang menunggu giliran sidang.

    Terlihat Sendjaja keluar ruangan sidang dan menunggu giliran sidang.   Lantas disusul oleh JPU Putu Sudarsana yang menemui Sendjaja di luar ruangan sidang.


    Dari sela-sela pintu ruang sidang Garuda 2,  tampak Sendjaja melambaikan tangan ke arah tim penasehat hukumnya yang mengisyarat untuk mengajar keluar ruangan sebentar. 

    Nah, setelah Ketua Tim penasehat hukum terdakwa, Subhan  Nur Rahman  dan anggotanya Ade Darma  dan Rahmad Ciptadi berada di luar ruang  sidang. Tampak mereka berbicara serius beberapa saat dan bergegas meninggalkan PN Surabaya. 

    Sambil menunggu jemputan mobil yang siap mengantarkan ke rumah masing-masing.


    Ketika berada di luar pagar PN Surabaya, Ketua Tim penasehat hukum terdakwa, Subhan  Nur Rahman  mengatakan, bahwa sidang terdakwa Sendjaja ditunda sampai pekan depan.

    "Sidang Sendjaja ditunda sampai Rabu (4/12/2019) mendatang mas," kata Subhan  Nur Rahman yang tengah menunggu mobil jemputan di luar pagar PN Surabaya.


    Dalam sidang sebelumnya, diketahui bahwa PT Karya Tugas Anda (KTA) sejak awal proyek berlangsung,  ada keterlambatan-keterlambatan  pencairan dana kepada PT Duta Cipta Pakarperkasa (DCP). 

    Keterlambatan ini jelas  berpengaruh terhadap hasil  proyek  dan  mengakibatkan tersendat. Ini mengingat, ada  tujuh pencairan , namun untuk pencairan keenam dan ketujuh, PT KTA  tidak mencairkan. 

    "Jadinya, gimana kelangsungan proyek sama  Waskita ini.  Berjalannya  proyek Waskita ini bergantung dari pendanaan yang diberikan dari  PT KTA. Kalau  tidak bisa  dilaksanakan sesuai perjanjian, bagaimana melaksanakan proyek dengan baik ," katanya.  

    Dananya dipergunakan untuk pengerjaan  proyek Waksita.  Sedangakan, pihak yang bertanggungjawab adalah  PT DCP dan Waskita . Ini adalah   proyek nasional.  Proyek itu ada dan berjalan.  Perkara ini adalah perkara perdata murni. 


    Sebagaimana diketahui, sesuai dalam dakwaan jaksa pada perkara nomor 2669/Pid.B/2019/PN Sby, terdakwa dinilai melanggar perjanjian dalam bagi hasil keuntungan, Dimana, terdakwa sebagai Direktur PT DCP yang beralamat di Jalan Panjang Jiwo No. 58 Surabaya dengan sengaja melawan hukum.

    Bahwa pasca dilakukannya penanda tanganan perjanjian kerja sama imbal hasil dengan PT. KTA (Karya Tugas Anda) yang diwakili saksi Laurents Leonard Sanbudhi Nelwan sekitar pada waktu tanggal 16 September 2016 yang dilaksanakan di kantor PT. DCP, Terdakwa Sendjaja menerima bantuan modal kerja dari PT KTA, sebesar Rp.405.990.000.000,- (Empat ratus lima milyar Sembilan ratus Sembilan puluh juta rupiah).

    Untuk proyek pembangunan tower Transmisi 500 KV di Sumatera, dengan bekerja sama dengan PT. Waskita Karya (Persero) berdasarkan Surat Perjanjian No. 001/SPPM/WK/DIV/INFRASTRUKTUR/ TRANSMISI/2015.

    Namun kenyataan dari perjanjian kerja sama tersebut, Terdakwa Sendjaja yang sukses menerima tagihan dari PT. waskita karya, justru tidak memberikan keuntungan maupun pengembalian modal bagi pemilik modal PT. KTA, dengan mengalihkan tagihan tersebut ke tiga rekening milik terdakwa yang lain, dan tidak pada rekening sesuai perjanjian.

    Sehingga seluruh kerugian yang dialami oleh PT. KTA (Karya Tugas Anda) adalah kurang lebih Rp.313.827,601.295,- (Tiga Ratus tiga belas delapan ratus dua puluh tujuh juta enam ratus ribu dua ratus Sembilan puluh lima rupiah), Dimana, Terdakwa baru sebagian modal saja yang telah dikembalikan yakni sebesar Rp.132.550.000.000,-.

    Selanjutnya, Akibat perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana sesuai dengan pasal 372 KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP. (ded)
    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Sidang Terdakwa Sendjaja Terpaksa Ditunda Pekan Depan Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas