728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 27 November 2019

    Saksi Tak Hadir, Sidang Hiu Kok Ming Batal Digelar





    SURABAYA (mediasurabayarek.com)-  Sidang lanjutan dugaan penipuan dengan terdakwa Hiu Kok Ming, yang mengagendakan pemeriksaan  saksi gagal digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (25/11/2019).


    Ini mengingat , rencana menghadirkan  empat orang saksi dalam sidang tersebut, tidak bisa dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nining Dwi Ariany dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur. 

    Konsekuensinya, sidang dengan agenda mendengarkan keterangan para saksi batal digelar di persidangan.



    "Mohon maaf majelis hakim, semua sudah konfirmasi, mereka tidak bisa hadir karena di luar kota. Senin depan baru bisa," ucap Nining.

    Atas ketidakhadiran saksi pun membuat hakim tampak geram, karena sidang  yang sudah digelar menjadi sia-sia belaka.


    "Masak semua saksi nggak ada yang bisa dihadirkan. Ini namanya sidang sia-sia. Sidang kemarin Rabu, harusnya surat panggilannya langsung dikirim. Jangan Jum'at baru dikirim," kata  satu hakim anggota.



    Sementara, melihat kenyataan itu Ketua Majelis Hakim Anne Rusiana mengatakan sidang ditunda hingga Senin,  2 Desember 2019, mendatang.


    "Sidang kami tunda 2 Desember. Kami ingatkan kepada jaksa untuk panggil saksi-saksinya," ucap Hakim Anne.



    Sehabis sidang,  Penasehat Hukum Hiu Kok Ming, Sudiman Sidabukke mengatakan, pihaknya memaklumi jika jaksa mengalami kesulitan menghadirkan saksi. Itu karena semua saksi berada di Bekasi.


    "Saya bisa maklum, karena perkara ini locus delicti nya ada di Bekasi. Dan sejumlah saksi berada di sana (Bekasi), serta letak objek tanahnya yang menjadi perjanjian itu ada di Bekasi. Artinya, kalau kita mau sidang ke lapangan, ya kita ke Bekasi,"  cetusnya.

    Namun demikian,  lanjut Sudiman Sidabukke, apa yang telah dilakukan oleh jaksa karena gagal menghadirkan saksi, menunjukkan sangat tidak profesional.


    "Kalau tidak bisa hadir, terdakwa yang dirugikan. Terdakwa belum tentu bersalah. Makanya harus diselesaikan di persidangan," tegasnya.


    Sudiman Sidabuke juga mempertanyakan kinerja Mabes Polri tentang kasus tersebut. Sebab ketika objeknya ada di Bekasi, seharusnya dilimpahkan ke kepolisian setempat (Bekasi).


    "Ini kenapa kasusnya masuk di Polda Jatim? Jaksa kan lebih pintar, seharusnya jaksa bisa mengarahkan, karena locus delictinya ada di Bekasi," ucap Sidabuke.


    Ketika disinggung apakah ada dugaan settingan dalam kasus itu, Sudiman tidak bersedia berkomentar tentang hal itu.



    "Saya nggak bisa jawab. Sampeyan yang bilang sendiri," katanya



    Menurut Sudiman, bahwa di dalam koridor hukum untuk kasus seperti itu, ketika terjadi keterlambatan sertifikat dalam perjanjian jual beli tanah, maka seharusnya masuk ke perkara perdata.


    "Kalau seandainya bersalah, berarti ada wanprestasi. Dan, di dalam perjanjian itu sudah jelas, ada kalimat yang mengatakan harus selesai dalam jangka 6 bulan. Jika tidak selesai, ada denda Rp 10 juta perhari. Jadi, sudah jelaskan?." terangnya.


    Sebagaimana diketahui, dalam dakwaan yang dibacakan, kasus sengketa tanah ini terjadi ketika Hiu Kok Ming menjual sebidang tanah seluas lebih kurang 5 hektar kepada pelapor di daerah Bekasi.


    Di kemudian hari, ternyata tanah tersebut belum sah menjadi milik terlapor. Kemudian, menjadi sengketa di pengadilan.(ded/kus)

    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Saksi Tak Hadir, Sidang Hiu Kok Ming Batal Digelar Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas