728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 24 November 2019

    Lawyer And Legal Prakarsai Program Satu Desa Satu Advokat

        Parlindungan Sitorus, SH 






    SURABAYA (mediasurabayarek.com)  –  Rakernas I Lawyer & Legal mengusung tema : Ciptakan Advokat & masyarakat patuh hukum , dengan program jangka pendek yakni menggagas  satu desa satu advokat, yang dilangsungkan di Hotel Zest , Surabaya, Sabtu (23/11/2019).

    Ketua Umum dan pendiri Perkumpulan Lawyer And Legal Konsultan Indonesia Parlindungan Sitorus, SH menyatakan, dengan mewujudkan masyarakat patuh hukum, niscaya dana desa Rp 1 miliar per desa akan minim penyelewengan nantinya.

    "Dana desa harus diawasi agar tidak ada penyalahgunaan. Ini tentunya perlu sumber daya manusia (SDM)  yang mengerti dan memahami hukum," ucapnya.


    Menurut Parlindungan Sitorus, SH,  belakangan ini sudah banyak yang terjerat kasus penyelewengan dana desa, bukan karena berniat korupsi, melainkan akibat ketidaktahuan. 

    “Sebagaimana diketahui, dana desa perlu pantauan. Banyak kepala desa tersangkut hukum, bukan dikorupsi namun  karena ketidakpahaman,” katanya.

    Dipaparkan Parlin,  secara teknis dalam menjalankan program satu desa satu advokat, pihaknya akan menggandeng perguruan tinggi. Kini,  perguruan tinggi yang sudah diajak untuk bekerjasama adalah Fakultas Hukum Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya.

    Dia akan menyelenggarakan pendidikan paralegal di Kabupaten Ponorogo. Acara tersebut diikuti sebanyak 21 kecamatan di kabupaten tersebut. “Mengawali  pendidikan ini (paralegal) di tingkat kecamatan. Yang akan dilanjutkan dengan  tingkat desa,”  cetusnya.

    Jikalau setiap desa ada satu advokat, diharapkan akan mampu mengurangi penyimpangan anggaran dana desa. Sejalan dengan hal ini, Parlin  membuka peluang bagi sarjana hukum muda yang ada di desa tersebut untuk dididik menjadi advokat. 

    Kelak, peserta pendidikan advokat akan mendapatkan dua sertifikat. Pertama sertifikat mengikuti pendidikan advokat. Kedua sertifikat lulus pendidikan advokat.

    “Nantinya, kalau  umurnya sudah mencukupi dan selaras amanah Undang-undang yakni usia 25 tahun, bisa mengikuti sumpah (menjadi advokat) di Pengadilan Tinggi,” ungkapnya.

    Untuk pendidikan paralegal, akan menggandeng pihak kepolisian. Ini menyusul terbitnya surat edaran Kapolri Tentang Penerapan Restorative Justice Dalam Penyelesaian Perkara Pidana.

    Restorative justice atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut keadilan restoratif merupakan suatu jalan untuk menyelesaikan kasus pidana yang melibatkan masyarakat, korban, dan pelaku kejahatan dengan tujuan agar tercapai keadilan bagi seluruh pihak. 

    “Jikalau ada perkara dan bisa didamaikan, kenapa harus berperkara. Sehingga perkara yang menumpuk (di kepolisian) bisa berkurang,”  tukasnya (ded)
    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Lawyer And Legal Prakarsai Program Satu Desa Satu Advokat Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas