728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 05 November 2019

    Keterangan Saksi Untungkan Terdakwa, Tak Tahu Perihal Surat Pernyataan

        Antonius Winda SH




       Pemeriksaan saksi


    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -   Sidang lanjutan terdakwa Michael Chung, kali ini  menghadirkan saksi fakta, yakni Yap Yopie (nasabah Bank Century) di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa ( 22/10/2019).


    Padahal, seharusnya Jaksa Penuntut Umum (JPU)  menghadirkan 4 (empat) saksi, namun yang hadir hanya satu orang saja. Karena saksi-saksi lainnya berhalangan hadir di persidangan.

    Dalam keterangannya, Yap Yopie mengaku  tidak pernah mengetahui dan melihat adanya surat pernyataan itu.

    "Saya adalah nasabah Bank Century yang menaruh dana sebesar  Rp 1 miliar.  Perihal surat pernyataan itu, saya tidak tahu sama-sekali. Lagian, saya tidak kenal dengan Michael Chung," ucapnya.


    Menurut Yap Yopie, dia  tertarik menyetorkan dana ke Bank Century, karena diinformasikan bahwa menyetor dana  ke Reksadana itu, sama seperti menaruh uang di deposito. 

    "Katanya, dana yang disetor ke Reksana itu dijamin aman. Nggak tahunya, tidak dikembalikan," katanya.

    Dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Ketua Jihad Arkanuddin bertanya pada saksi Yap Yopie, mengenai keberadaan dana pokok dan bunga yang telah disetorkan saksi ke Bank Century.

    "Sampai saat ini,  dana pokok dan bunganya nggak dapat Pak Hakim. Saya diiming-imingi bunga menarik," katanya.

    Dulunya, Yap Yopie mengaku tidak mengerti perihal Reksadana itu seperti apa sebenarnya. Gara-gara dananya tidak dikembalikan, Yap Yopie dan nasabah Bank Century menggelar demo .

    "Saya pernah ikut demo Bank Century karena nggak bisa  mengembalikan  dana nasabah. Saya ingin dana dikembalikan. Namun begitu, saya nggak ikut menggugat Bank Century," cetusnya.


    Sementara itu, kuasa hukum terdakwa, Antonius Winda SH menanyakan kapan saksi memasukkan dananya ke Bank Century. Yap Yopie menegaskan, pihaknya sudah lupa, karena sudah lama sekali.

    Hakim Ketua Jihad Arkanuddin menganggap keterangan saksi sudah cukup dan sidang akan dilanjutkan pada Selasa (12/11/2019) mendatang. 

    "Seharusnya JPU menghadirkan 4 saksi, namun yang bisa dihadirkan hanya satu saksi saja. Oleh sebab itu, JPU akan menghadirkan lagi 3 saksi dan 2 saksi ahli pada sidang berikutnya," ungkap Hakim Ketua  Jihad Arkanuddin , seraya mengetukkan palunya sebagai pertanda sidang telah berakhir.

    Dalam sidang sebelumnya saksi Agus, karyawan Bank JTrust mengungkapkan, terdakwa Michael Chung adalah Pjs Kacab Bank Century Kertajaya.  "Untuk membuat surat pernyataan itu harus ada koordinasi dengan pusat. Ini mengingat Kacab memiliki kewenangan terbatas," tukasnya 

    Menurut Agus, pihaknya tidak mengetahui apakah Yap Yopie itu nasabah Bank Cenruty atau tidak. Dalam surat pernyatan itu, Agus juga tidak mengetahui jabatan Michael Chung yang sebenarnya. 


    Sehabis sidang, Antonius Winda SH mengungkapkan, prinsipnya saksi Yap Yopie menerangkan tidak tahu soal surat pernyataan dan tidak kenal Michael Chung.  Begitu pula, perihal pembuatan surat pernyatan juga tidak tahu sama-sekali.

    Faktanya, Yap Yopie pernah ikut demo  nasabah Bank Cenutry  dan masuk kanror. Ada nasabah yang emosi dan mengamuk.  

    Dasar Michael Chung membuat surat pernyataan itu, belum diketahui proses pembuatannya. Bahkan, saksi sebelumnya, yakni  Wahyu Trenggono menegaskan, tidak ada perintah dari manapun.

    "Hal itu menjadi tugas jaksa untuk membuktikan hal itu. Di persidangan, tahu sendiri bahwa bukan Michael Chung yang membuat. Begitu pula dengan saksi Niken juga tidak tahu pembuatan surat pernyataan dan tahu-tahu surat pernyatan sudah ada (di mejanya-red)," kata Antonius Winda SH.

    Dipaparkan Antonius, bahwa tidak ada cerita bahwa Michael Chung yang membuat dan menyurut (teken-red) surat pernyataan itu. Itu keterangan saksi fakta di persidangan.


    Namun begitu, mulanya, , terdakwa Michael Chung dijadikan terdakwa, berawal  dari adanya surat pernyataan dan  kerugian timbul dari  gugatan perdata  atas nama Wahyudi   Prasetyo, ketika mengajukan gugatan perdata diketemukan pelapor ( I Made Astika) ada 2 surat pernyataan  yang ditandatangani oleh terdakwa.

    Padahal, kenyatananya, selain surat pernyataan itu, masih ada banyak sekali bukti lainnya yang menjadi pertimbangan hakim dan memenangkan gugatan perdata Wahyudi.


    Menang dalam gugatan perdata itu, bukan karena adanya  surat pernyataan dan tidak ada relevansinya sama-sekali. 

    Antonius Winda SH menyesalkan, pelapor yang hanya melapor begitu saja, tanpa mengetahui duduk persoalan dan melakukan klarifikasi terlebih dahulu. Langsung melaporkan terdakwa atas suruhan dari pimpinan Bank JTrus.



    Saksi menjawab , dalam surat pernyataan itu terdakwa  bukan sebagai  pimpinan cabang Bank Century, bahkan  bersama -sama dengan karyawan lainnya menandatangai surat pernyataan tersebut. 

    "Kenapa Micheal Chung yang  menjadi terdakwa ? Lagian, tidak ada keterangan sebagai pimpinan cabang Bank Century.  Kedua saksi menerangkan dalam surat pernyataan itu tidak ada keterangan Michael Chung sebagai pimpinan cabang Bank Century ," tukas Antonius Winda SH.

    Sebagaimana diketahui, Wahyudi menggugat perdata terhadap Bank Century untuk pengembalian dana reksadana yang disetorkan melalui Bank Century.

    Sebagaimana dalam dakwaan Jaksa, disebutkan bahwa Michael Chung—pegawai Bank Century dan menjabats ebagai Kabag Operasional PT Bank Century Tbk berdasarkan surat Keputusan PT Bank Century Nomor : 121/SK/century/SDM/VI/2007 tanggal 11 Juni 2007 dan sebagai pejabat sementara (PJS) Pimpinan Cabang PT Bank Century Tbk Cabang Surabaya Kertajaya Jl Kertajaya 79, Surabaya.

    Terdakwa selaku anggota Dewan Komisaris, Direksi atau pegawai bank yang dengan sengaja tidak melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan ketaatan bank terhadap ketentuan dalam Undang-Undang ini dan ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku bagi bank.

    Awal mulanya pada tahun 2004, Wahyudi Prasetyo, nasabah PT Bank Century Tbk Cabang Surabaya Kertajaya telah membeli produk reksadana atau investasi dana tetap terproteksi melalui PT Bank Century Tbk Cabang Surabaya Kertajaya.

    Kemudian pada tahun 2005 managemen PT Bank Century Tbk sudah tidak menjadi sub penjualan reksadana/investasi dana tetap terproteksi PT Antaboga sesuai dengan peraturan Bank Indonesia.

    Kemudian pada Nopember 2008 PT Bank Century Tbk terjadi likuidasi yang dilakukan oleh pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sehingga semua kegiatan perbankan PT Bank Century Tbk pada saat itu harus seijin LPS.

    Riwayat antara PT Bank JTrus Indonesia dengan PT Bank Century Tbk, awalnya bernama PT Bank CIC International Tbk dan sekarang berubah menjadi PT Bank JTrust Indonesia Tbk berdasakan akta perusahaan.


    Bahwa tugas dan tanggungjawab terdakwa selaku pegawai PT Bank Century Tbk atau Bank JTrust yang menduduki jabatan Kabag Operasional berdasarkan surat keputusan PT Bank Century Tbk Nomor 121/SK/Century/SDM/VI/2007 tanggal 11 Juni 2007 ssuai job screption.

    Pada 11 Februari 2009, nasabah PT Antaboga mendatangi kantor PT Bank Century Tbk Cabang Surabay untuk melakukan demonstrasi, antara lain nasabah bernama Gayatri dan Wahyudi Prasetyo dan beberapa nasabah lainnya.

    Mereka menuntut pengembalian dana yang telah diinvestasikan ke PT Antaboga dan nasabah yang melalukan demo termasuk Gayatri dan Wahyudi Prasetyo untuk bertemu langsung dengan pimpinan atau kepala cabang PT Bank Century untuk menanyakan kepastian dana mereka yang telah disetor.

    Kemudian, pada saat itu terdakwa Michael Chung , Kabag Operasional dan PJB pada PT Bank Century Tbk Cabang Surabaya Kertajaya menemui para nasabah pendemo dan pada saat itu para nasabah meminta kepada terdakwa untuk membuat surat pernyataan berkop PT Bank Century Tbk dan selanjutnya terdakwa membuat 2 lembar surat pernyataan.

    Surat pernyataan tanggal 11 Februari 2009 yang ditandatangani Michael Chung dan pegawai bank lainnya. Intinya bahwa, yang bertanggungjawab atas penempatan dana reksadana /inevastsi tetap PT Antaboga adalah tanggungjawab Bank Century. 

    Karena LPS mengambil alih semua asset asset Bank Century dan menjadi pemilik baru bank Century, maka LPS juga bertanggungjawab semua kewajiban kewajibannya untuk membayar ke nasabah reksadana/investasi dana tetap terproteksi tersebut.

    Surat pernyataan tanggal 23 Februari 2009 yang ditandatangani oleh terdakwa Michael Chung dan pegawai bank lainnya. Intinya pembelian produk investasi dana tetap terproteksi atas nama Yap Yopie yuwono menjadi tanggungjawab Bank Century.

    Terdakwa tidak berhak untuk membuat 2 surat pernyataan tersebut, karena tidak sesuai tugas dan tanggungjawabnya, dan seahrusnya sebelum terdakwa membuat 2 surat pernyataan tersebut terlebih dahulu berkoordinasi dengab pimpinan , dalam hal ini Direktur PT Bank Century sebagaimana diatur dalam job descripton perbankan.

    Seiring perjalanan waktu, pada tahun 2012 nasabah atas nama Wahyu Prasetyo dan nasabah lainnya telah menggugat perdata terhadap PT Bank JTrust Tbk di PN Surabaya dengan nomor register perkara: 55/Pdt.G/2012/PN Sby tanggal 29 Oktober 2012 dengan pokok materi gugatan bahwa PT Bank Century Tbk bertanggungjawab atas penjualan reksana/Investasi dana tetap terproteksi kepada PT Antaboga , yang mana PT Bank Century Tbk pada saat itu dilakukan gugatan perdata sudah berubah nama menjadi PT Bank JTrust.

    Dalam proses sidang di PN Surabaya penggugat mengajukan 2 surat pernyataan yang ditandatangani oleh terdakwa Michael Chung tertanggal 11 Februari 2019 sebagaimana bukti P-27 dan surat pernyataan tanggal 23 Februari 2009 sebagai bukti P-28.

    Sehingga gugatan perdata dimenangkan oleh penggugat atas nama Wahyu Prasetyo dkk dan perkara perdata tersebut telah berkekuatan hukum tetap pada tahap peninjauan kembali (PK) sesuai keputusan MA RI Nomor : 04/PK/Pdt/2017 tanggal 29 Maret 2017 dan terhadap putusan tersebut telah dilakukan eksekusi terhadap lelang jaminan berupa bangunan yang berdiri di atas tanah sesuai ijin pemakaian tanah Nomor : 188.45/0923P/436.7.11/2017 seluas 382,7 M2 atas nama PT Bank Mutiara Tbk yang terletak di Jl Kertajaya 79 A Kelurahan Airlangga Kota Surabaya dengan harga lelang snilai Rp 13.344.000.000
    Selain itu, sebidang tanah dan bangunan sesuai setifikat hak guna bangunan nomor : 1009/Kel/Krembangan Selatan seluas 117 M2 atas nama PT Bank Century yang terletak di Jl Rajawali 51 A, Kelurahan Krembangan Selatan, Surabaya dengan harga lelang sneilai Rp 5.720.000.000
    Akibat perbuatan terdakwa Michael Chung, pihak Bank JTrust Cabang Surabaya Kertajaya mengalami kerugian kruang lebih Rp 19.064.000.000.

    Perbuatan terdakwa diancam pidana sesuai pasal 49 ayat (2) huruf b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan atas UU RI Nomor 7 Tahun 1992 tentang perbankan. (ded)


















    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Keterangan Saksi Untungkan Terdakwa, Tak Tahu Perihal Surat Pernyataan Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas