728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 10 November 2019

    Keterangan 4 Saksi Dari PT Antam Berbelit-Belit









    SURABAYA (mediasurabayarek.com)-  Lanjutan sidang dugaan perkara penipuan jual-beli emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, dengan terdakwa  Eksi Anggraeni, Endang Kumoro, Misdianato, Ahmad Purwanto, kini dengan agenda pemeriksaan sejumlah saksi dari PT Antam. 

    Keempat saksi dari PT Antam itu adalah  Nuning (treasured),  Robby (bagian legal),  Josep Purnama (Vice President), dan Muklas (Direktur Pemasaran). Keterangan yang disampaikan keempat saksi PT Antam itu dinilai berbelit-belit dan diduga ada kejanggalan yang digelar di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya,  Rabu (6/11/2019).


    Saksi Nuning  menyatakan,bahwa saat proses pembelian emas ribuan kilo oleh Pengusaha property Budi Said di PT Antam senilai Rp 3,5 triliun lebih. 

    Sebelum terjadi perkara ini di pengadilan,  bahwa terdakwa Eksi . awalnya diberi kuasa oleh Budi Said untuk membeli emas di PT Antam.

    Sehingga dalam faktur pembelian tertera nama Eksi Anggraini sebagai pembeli emas PT Antam.  


    “Benar nama Eksi yang diberi kuasa serta tertera dalam faktur pembelian, Namun Pak Budi Said hanya melakukan pembayaran sebesar kurang lebih  Rp 3, 5 triliun rupiah yang ditransfer ke rekening BCA milik PT Antam,”ucap Nuning (treasured) dari PT Antam ini.


    Ketika saksi dari PT Antam memberikan keterangan di depan persidangan, Hakim Ketua Maxi Sigarlaki SH MH sempat   jengkel dan marah, gara-gara  keterangan saksi dinilai tidak jujur dan berbelit-belit .


    "Tolong saksi memberikan keterngan yang jujur dan apa adanya," kata Hakim Ketua Maxi Sigarlaki.


    Saksi Nuning melanjutkan keterangannya, bahwa PT Antam benar pernah mengalami kelebihan penjualan terdapat dalam faktur dan ditindaklanjuti dengan melakukan interograsi  internal perusahaan.

    Atas keteranga saksi dari PT Antam ini, JPU Rahmad Hari  Basuki dan penasehat hukum Eksi, Maya menganggap PT Antam-- perusahaan BUMN--ini Standar Operasi Perusahaan (SOP) yang mengikat ke dalam tidak jelas dan bisa merugikan keuangan negara.

    Sementara itu, keterangan saksi Josep Purnama (Vice President) PT Antam,  mengatakan,  PT Antam mengalami kerugian dengan hilangnya emas sebanyak 152,8 kg .

    "Barang (emas-red) sudah keluar, tetapi nggak ada pembayaran," katanya.

    Pernyataan Yosep Purnama ini,  sesuai keterangan saksi sebelumnya  yang disampaikan oleh Abdul Hadi General Manager Antam yang dihadirkan.

    Namun demikian,  pengacara terdakwa Eksi  mempertanyakan bukti hasil audit perusahaan.


    Sebelum menutup sidang, Hakim Ketua Maxi Sigarlaki SH MH mengatakan, sidang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi ade charge (saksi meringankan) dari terdakwa yang akan dilakukan pada Selasa (12/11/2019) mendatang.

    "JPU menyatakan saksi-saksi yang dihadirkan sudah cukup. Maka, kini giliran pemeriksaan saksi ade charge dari terdakwa yang akan dilakukan Selasa depan. Berapa banyak saksi yang akan dihadirkan nantinya ?," tanya Maxi.


    Penasehat hukum terdakwa Eksi, Maya Indah S mengungkapkan, pihaknya akan menghadirkan saksi meringankan tiga sampai empat saksi nantinya.

    "Mungkin, kami akan menghadirkan tiga atau empat saksi meringankan Yang Mulia," tukas Maya Indah.

    Sebagaimana  diketahui, awal sebelum masalah terjadi dari 7.071 Kg emas yang dibeli oleh Budi Said dan disepakati dengan Eksi Anggraini setelah dijanjikan harga discount.

    Namun ternyata yang diterima oleh budi said hanya sebanyak 5.935 Kg, sedangkan selisihnya adalah 1.136 Kg tidak pernah budi said terima namun uang sebanyak 3.5 triliun lebih telah diserahkan ke rekening PT Antam Tbk.

    Sehingga akibat perbuatan para terdakwa, Budi Said (Bos PT Trijaya Kartika) mengalami kerugian yaitu kurang lebih dalam bentuk emas dengan berat 1.136 Kg (seribu seratus tiga puluh enam kilogram) atau jika dinilai dengan kesepakatan harga saai itu untuk tiap kg adalah Rp 505.000.000,- (Lima ratus lima juta) sehingga jika dinilai dengan uang kurang lebih sebesar Rp.573.650.000.000,- (Lima ratus tujuh puluh tiga milyar enam ratus lima puluh ribu rupiah) atau setidak-tidaknya senilai tersebut.

    Akibat perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 378 Jo Pasal 55 (1) Ke-1 KUHP. (ded)
    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Keterangan 4 Saksi Dari PT Antam Berbelit-Belit Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas