728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 05 November 2019

    Merek Perhiasaan Dynasty Jewelry Dijiplak, Penggugat Ajukan Gugatan PMH

     sty





    SURABAYA (mediasurabayarek.com) - Sidang gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) yang diajukan oleh Hendy Purnomo  (penggugat) melawan Lina Gustin ( tergugat) memasuki agenda pembuktian dari penggugat dengan mengajukan 2 (dua) saksi yang digelar di ruang Kartika 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (5/11/2019).

    Kedua saksi yang dihadirkan itu adalah Naim dan Imam yang membeli perhiasan cincin emas putih di toko Dynasty  di Pasar Atum.  

    Dalam keterangannya, saksi Naim menyatakan, pihaknya membeli perhiasaan cincin emas putih seharga Rp 1,9 juta. Cincin diletakkan dalam  kotak kecil warna merah dan dimasukkan kantong warna merah.

    Menurut Naim, dia  membeli perhiasaan emas pada pertengahan tahun 2019 lalu. Mulanya, saksi yakin bahwa itu toko Dynasty di Pasar Atum. "Saya tanya pada pelayan toko apakah toko ini Dynasty dan dikatakan benar.  Tetapi pada perhiasaan tidak ada stempel kecil dengan logo tertentu," ucapnya.


    Sementara itu, saksi Imam mengatakan, pihaknya dikenalkan temannya bernama Opa yang menyarankan kalau pesan cincin di toko Dynasty saja, karena barangnya bagus.

    "Saya membeli cincin emas putih seharga Rp 2,1 juta  di toko Dynasty di Pasar Atum pada Agustus lalu. Saya yakin itu produk Dynasty. Nggak tahu ada Dynasty yang lain," katanya.

    Imam juga mendapatkan kwitansi pembelian dan cincin diletakkan dalam kotak kecil merah dan ditaruh dalam kantong merah. 


    Ternyata memang benar, toko  Dynasty yang di Pasar Atum itu bukan  milik Hendy, namun  milik tergugat Lina. Begitu membeli cincin, saksi diberi  nota dan kwitansi merek Dynasty.  Tas Dynasty ditembak atau dijiplak dari yang asli milik Hendy, begitu logonya ditembak persis.


    Ketika ditanya Kuasa hukum penggugat,  Maharizal SH MH apakah yakin produk perhiasaan emas itu milik Dynasty yang asli ?

    "Ya.  Tetapi, saya tidak memperhatikan logonya," cetus Imam.

    Dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim  Ketua Sigit Sutriono SH MH mengatakan,  sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembuktian tergugat dengan mengajukan saksi pada Selasa (12/11/2019) mendatang.


    "Selasa depan dengan agenda pihak tergugat mengajukan saksi dengan pembuktian tergugat," katanya


    Sehabis sidang , kuasa hukum penggugat,  Maharidzal SH MH  mengatakan, penggugat memiliki Toko Dynasty  di Kenjeran dan tergugat  Lina Agustin punya toko di Pasar Atum.

    "Saya sebagai kuasa hukum penggugat , dimintai  tolong klien tentang merek Dynasty  dipakai orang lain di Pasar Atum. Setelah saya cek , ternyata benar adanya.  Namanya Dynasty Jewelry dengan lingkaran R mempunyai sertifikat dan terdaftar mereknya," ungkapnya.

    "Saya bingung. Kalau punya sertifikat berarti punya sertifikat  ganda. Ketika saya cek di Menkumham, ternyata di situ masih proses (pengurusan-red) dan yang diajukan adalah Golden Dynasty. Kalau yang diajukan Golden Dynasty kenapa nggak  pakai plang Golden Dynasty.  Tetapi kok  pakai Dynasty Jewelry ?,"  tukasnya.

    Perihal penjiplakan merek Dynasty ini, sudah pernah disomasi oleh Hendy Purnomo . "Klien bilang sudah disomasik sebelum pengacaranya saya. Klien kenal dengan Lina dan sudah memperingatkan secara kekeluargaan, namun tidak dihiraukan.   Bahkan, membantah bukan dia yang pakai merek itu dan sudah berlangsung lama. Mungkin  kesabaran penggugat terbatas dan dilarikan ke ranah hukum," tandas Maharidzal SH MH.

    Dipaparkannya, penggugat menginginkan, selama menggunaan merek Dynasty sejak tahun  2014 sampai 2019 oleh  tergugat, itu kerugian yang timbul setiap tahunnya sebesar Rp 2,8 miliar. 

    "Jadi kalau dikalikan 5 tahun, maka total mencapai Rp 14 miliar. Kami ingin tergugat memberikan ganti rugi sebesar Rp 14 miliar," kata Maharidzal SH MH.


    Selain itu, juga meminta perusahaan tergugat ditutup, karena telah merugikan orang lain. 

    Diceritakan Maharidzal SH MH, bahwa pemilik mereka asli dari  Dynasty Jewelry  sejak tahun 2008 sudah didaftarkan di Menkumham, Ditjen HAKI dan sebagai pemegang merek yang resmi (penggugat). (ded)


    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Merek Perhiasaan Dynasty Jewelry Dijiplak, Penggugat Ajukan Gugatan PMH Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas