728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 29 November 2019

    Dalam Pledoinya, Terdakwa Hari Pujianto Minta Dibebaskan




    SURABAYA (mediasurabayarek.com) - Sidang lanjutan terdakwa Hari Pujianto, Bos PT. Hasil Prima Intersarana yang tersandung dugaan kasus memalsukan keterangan palsu dalam akta otentik, dengan agenda pembacaan nota pembelaan (pledoi) yang dilakukan di  ruang Garuda 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (28/11/2019).

    Dalam pledoinya, Penasehat hukum terdakwa, Rusdin Ismail SH menyatakan, terdakwa Hari Pujianto tidak bersalah dan tidak melanggar pasal 266 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) KUHP. 

    "Kami memohon pada majelis hakim Yang Mulia agar membebaskan dan melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum. Memulihkan harkat dan martabatnya. Apabila majelis hakim berpendapat lain, kami memohon putusan yang seadil-adilnya," ucapnya.

    Sebagaimana diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Putu Parwati menuntut terdakwa denggan  tuntutan 6 bulan.


    Seusai  pembacaan pledoi yang disampaikan penasehat hukum terdakwa ,  Hakim Ketua Anne Rusiana SH MH mengatakan, untuk putusan terdakwa Hari akan dibacakan pada Senin (2/12/2019) mendatang.

    "Majelis hakim akan membacakan putusan pada Senin depan ya," kata  Hakim Ketua Anne Rusiana SH MH seraya  mengetukkan palunya sebagai pertanda sidang ditutup dan berakhir. 

    Lantas, terdakwa Hari Pujianto digiring ke sel tahanan sementara belakang PN Surabaya dan selanjutnya dimasukkan Rutan.

    Sehabis sidang , Penasehat hukum terdakwa, Rusdin Ismail SH mengatakan , putusan atas terdakwa Hari Pujianto pada Senin (2/12/2019) mendatang. 

    "Tinggal 4 (empat) hari lagi putusan atas terdakwa Hari. Ya, kita tunggu saja hasil putusannya nanti," cetusnya.

    Kendati, Rusdin Ismail menilai penetapan pengalihan tahanan atas terdakwa Hari  dari tahanan kota menjadi tahanan rutan itu dilakukan di awal. Bukannya dilakukan pada pembacaan tuntutan oleh JPU seperti ini. 


    Sebagaimana diketahui, dalam surat dakwaan JPU disebutkan bahwa terdakwa Hari Pujianto SE sebagai pimpinan PT Hasil Prima Intersarana yang bergerak di bidang kontraktor adalah suami dari Yenita Tanudjaya yang merupakan anak kandung Yohanes Tanudjaya.

    Sedangkan Yohanes Tanudjaya merupakan adik kandung Poly Tanudjaya .Dan selanjutnya dalam kartu keluarga (KK) Yohanes Tanudjaya disebutkan nama Jackson Tanudjaya sebagai anak Yohanes Yanudjaya.


    Padahal, Jakcson Tanudjaya merupakan anak kandung dari Poly Tanudjaya , sehingga terdakwa menyuruh Muksin (alm) yang merupakan suami dari salah satu karyawan terdakwa yang bernama Sri Wahyuni, untuk melihat KK atas nama Poly Tanudjaya di kantor Kelurahan Panjangjiwo Surabaya, dengan maksud agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari, terkait warisan dari Yohanes Tanudjaya dengan anak kandungnya yang lain.

    Lantas,  terdakwa mendapat informasi bahwa untuk melihat data kartu KK harus membuat surat kehilangan, akhirnya menyuruh Muksin. Karena Muksin tak sempat, akhirnya Muksin menyuruh isterinya Sri Wahyuni untuk membuat surat kehilangan KK di Polsek Gubeng Surabaya.

    Nah, berbekal adanya Surat laporan Kehilangan Kartu Keluarga (KK) atas nama Poly Tanudjaya, Nomor : STPL/1121/XI/2015/SPKT tanggal 5 Nopember 2015 yang diterbitkan oleh Polsek Gubeng tersebut.

    Terdakwa meminta isterinya yang bernama Yenny Tanudjaya untuk menggugat isteri Poly Tanudjaya yang bernama Mien lieku atas rumah yang terletak di Panjang Jiwo Permai 3/10 RT 2 RW 5 Kel. Panjang Jiwo Kec. Trenggilis Mejoyo Surabaya (alamat sesuai Kartu Keluarga yang dilaporkan hilang), sehingga Mien lieku menderita kerugian sebesar Rp. 200.000.000,-.


    Atas perbuatan terdakwa diancam pidana dalam pasal 266 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) KUHP. (ded)

    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Dalam Pledoinya, Terdakwa Hari Pujianto Minta Dibebaskan Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas