728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 04 November 2019

    Dalam Pledoinya, Kedua Terdakwa Minta Dibebaskan Dari Segala Tuntutan Hukum






    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -   Kini, sidang lanjutan dugaan pemalsuan surat dan tanda tangan dengan terdakwa Dandy Mellanda dan Girdani Gania, telah sampai pada pembacaan nota pembelaan (pledoi) yang dilangsungkan  di ruang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (4/11/2019).


    Kuasa hukum terdakwa, Peter Manuputy SH menyatakan, dengan segala kerendahan hati memohon kepada majelis hakim pemeriksa perkara untuk berkenan menjatuhkan putusan dengan amar putusan , menyatakan terdakwa Dandy dan Girdani tidak bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan ke-2 Jaksa Penuntut Umum (JPU).

    "Membebaskan terdakwa Dandy dan Girdani dari dakwaan dan tuntutan hukum atau setidak tidaknya melepaskan kedua terdakwa dari segala tuntutan hukum. Memulihkan hak kedua terdakwa, kemampuan, kedudukan dan martabatnya, serta membebankan biaya perkara pada negara," ucapnya.


    Menurut Peter Manuputy SH, apabila hakim berpendapat lain , mohon kiranya putusan yang seadil-adilnya. 


    Sementara itu, terdakwa Dandy dan Girdani menyampaikan pembelaannya secara sendiri-sendiri. 

    Dalam pembelaaannya, terdakwa Dandy mengatakan, bahwa dia tidak pernah melakukan pemalsuan tanda tangan seperti tuntutan JPU. "Anak saya sakit Pak Hakim, mohon saya dibebaskan dari tuntutan hukum," cetus Dandy dengan berurai air mata.

    Sedangkan , terdakwa Girdani membacakan pembelaannya dengan cukup tegar di depan majelis hakim. "Saya tidak pernah melakukan pemalsuan dan tidak ada kerugian yang ditimbulkan. Mohon, kiranya mejelis hakim membebaskan saya dari segala tuntutan hukum," katanya.


    Sebagaimana diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan terdakwa Dandy Mellanda dan Girdani Gania terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara  bersama-sama memakai surat palsu atau yang dipalsukan seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan. 

    Jika pemakaian surat  itu dapat menimbulkan kerugian, yang diancam pidana dalam pasal 263 (2) jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana sesuai dakwaan kedua JPU.

    Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Dandy Mellanda dan terdakwa Girdani Gania dengan pidana penjara masing-masing selama 2 (dua) tahun dikurangi selama para terdakwa dalam tahanan.


    Dalam sidang yang dipimpin oleh hakim ketua Dede Suryaman SH dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bunari SH dan Sabethania SH , sidang akan dilanjutkan dengan pembacaan replik dari JPU pada Rabu (6/11/2019). 

    "Rabu lusa adalah pembacaan replik (tanggapan jaksa atas pledoi terdakwa). Harap jaksa menyiapkan repliknya," cetus  Hakim Ketua Dede Suryaman.



    Seusai sidang , kuasa hukum terdakwa, Peter Manuputy SH mengatakan, bahwa surat klarifikasi yang diajukan terdakwa tidak pernah dijawab. Hasil labfor Polda Jatim tentang tanda tangan dinyatakan non-identik. Tidak ketahuan siapa yang melakukan pemalsuan itu.

    "Perkara yang dihadapi kedua terdakwa, yakni Dandy Mellanda dan Girdani Gania adalah perkara perdata murni, dan bukan pidana. Kedua terdakwa hanya menagih haknya saja," ungkapnya. 


    Sebagaimana diketahui kedua terdakwa dianggap  melanggar pasal 263 ayat (1) jo Pasal 55 ayat(1) ke 1 KUHP, yang tidak berlandaskan pada fakta riil dan tidak ada hubungan hukum antara terdakwa dan pelapor. (ded)
    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Dalam Pledoinya, Kedua Terdakwa Minta Dibebaskan Dari Segala Tuntutan Hukum Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas