728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 23 Oktober 2019

    Terdakwa Zainal Fatah Divonis 4 Bulan Penjara







    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -  Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya,  akhirnya menjatuhkan vonis atas terdakwa Zainal Fatah, yang didakwa melakukan sumpah palsu dan keterangan palsu di bawah sumpah dalam perkara pidana , dengan hukuman 4 bulan dan ditahan, serta dikurangi dalam masa tahanan.

    Dalam amar putusannya, Hakim Ketua Maxi Sigarlaki SH menyatakan, mengadili terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan sumpah palsu dan keterangan palsu di bawah sumpah, sebagaimana yang diatur dalam pasal 242  KUHP.

    "Mengadili terdakwa secara sah melakukan tindak pidana dan dihukum 4 bulan pidana dan ditahan," ucap Hakim Ketua Maxi Sigarlaki SH dalam amar putusannya yang dibacakan di ruang Sari 2 PN Surabaya, Selasa (22/10/2019).

    Menurutnya, hal yang meringankan terdakwa adalah belum pernah dihukum dan berperlaku sopan selama persidangan.

    Namun begitu, adapun hal yang memberatkan adalah terdakwa tidak mengakui perbuatannya.

    Seusai pembacaan vonis, kuasa hukum terdakwa, Thody SH menyatakan , masih pikir-pikir atas putusan tersebut dan JPU Sabhetania SH juga menyatakan pikir-pikir pula.

    Setelah sidang, terdakwa Zainal Fatah langsung digiring ke ruang tahanan sementara PN Surabaya.

    Atas putusan vonis hakim ini, terbukti lebih ringan dari tuntutan JPU. Sebab, jaksa menyatakan terdakwa dijerat pasal   242 KUHP dan dituntut hukuman oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 1 tahun penjara itu.


    Sebagaimana diketahui, dalam akta pendirian PT MAF dijelaskan bahwa Zainal adalah Direktur, sekaligus pemilik PT MAF dan anaknya, Karunia Islami sebagai Komisaris PT MAF. Zainal mempekerjakan Fausta sebagai karyawan di PT MAF, tanpa adanya kontrak kerja, hal itu menjadi kewenanga Zainal, selaku Direktur dan rasa kemanusiaan untuk menolong Fausta.


    Bahwa sesuai saran Yang Mulia Majelis Hakim yang menawarkan Zainal untuk berdamai dengan Fausta. Zainal berupaya untuk berdamai dengan Fausta. Pada saat mediasi awal, secara lisan Fausta meminta uang kepada Zainal sebesar Rp 1 miliar sebagai kompensasi.

    Tetapi, Zainal menawar sebesar Rp 500 juta sebagai tali asih dengan cara pembayaran Rp 100 juta dibayar, setelah tanda tangan surat perdamaian dan sisanya dicicil selama 6 bulan.

    Namun begitu, pada mediasi kedua, Fausta meminta uang sebesar Rp 750 juta dengan cara harus membayar secara kontan dala tenggang waktu 3 X 24 jam. Bahwa atas permintaan Fausta ini, Zainal tidak mampu memenuhinya dan hal ini bukan termasuk dari suatu perdamaian. "Melainkan Fausta memeras saya. Hingga pada akhirnya perdamaian tersebut tidak terwujud," cetusnya.

    Karenanya, Zainal memohon kepada mejelis hakim untuk benar-benar memberikan keadilan dengan membebaskan dirinya. 

    Sementara itu, kuasa hukum terdakwa Zainal, IGW Thody SH MH dan Evaristus Willyanus M SH memoho majelis hakim untuk menyatakan perbuatan terdakwa Zainal bukanlah perbuatan pidana. (ded)

    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Terdakwa Zainal Fatah Divonis 4 Bulan Penjara Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas